
Akupun hanya terdiam, saat mendengar perkataan dari Iyan. Jujur saat ini aku bingung apakah seperti ini orang jatuh cinta, persis tanda-tandanya sama dengan orang yang kesurupan. Awalnya diam, tiba-tiba bahagia sendiri. Entah setan apa yang merasukinya, sangat tampak aneh melihat secara langsung orang yang jatuh cinta. Namun ada sedikit hal baik yang terjadi padaku, melihat Iyan aku mengerti tentang sebuah makna yang mengatakan, cinta itu bisa membuat orang jadi gila, jangan, kan ngeliat orang nya secara langsung, melihat atap rumah orang yang kita cintai saja bisa membuat kita bahagia. Dari Iyanlah aku menyaksikan kebenaran pepatah itu. Bahwa Iyan menjadi gila saat jatuh cinta dengan Kak Ira.
Tak lama setelah kejadian Iyan yang menjadi gila, Kak Angga pun melanjut, kan untuk memperkenalkan diri, yang sebenarnya kuyakin, perkenalan itu tampaknya tak akan ada siswa yang menyesal jika dia tidak memperkenalkan diri.
"Perkenalkan nama Kakak Angga Prayoga.
Lahir di Tanah merah 31 desember 1995 alamat Jln Pemda no 45. Hobi sepak bola dan Voli, makanan kesukaan Soto, minuman kesukaan Susu dan air putih karena bagus buat kesehatan, ada yang mau nanya lain?"
Namun seluruh muridpun hanya tampak terdiam dan tak ada satupun murid yang mau menanyakan hal apapun tentang Kak Angga.
"Sudah terlalu lengkap ya, makanya nggak ada yang mau nanya?" ucap Kak Angga sekali lagi.
Kelas pun tampak masih hening dan lagi-lagi seluruh murid masih terlihat diam seakan-akan tidak memperdulikan.
"Baiklah, kalau nggak ada lagi, hari ini kita akan masuk perkenalan asal mulanya sekolah ini di bangun. Disini siapa yang tahu, tahun berapa Kak Mia menjadi istri Kakak!’ canda Kak Syahmi mencair, kan suasana .
"Hahaha .. 2012 ..." jawab para murid-murid yang tadinya terdiam kembali tertawa mendengar pertanyaan dari Kak Syahmi.
Memang kuakui Kak Syahmi memang jago dalam hal mencairkan suasana, beda dengan Kak Angga yang hanya bisa membawa kegelapan ke dalam kelas, auranya yang nggk enak ditambah gayanya yang sok keren dan sok tegas kepada murid-murid baru, maka dari itu banyak murid yang tidak suka pada sikapnya.
"Hahaha ... 2012 setahun yang lalu dong, nggak bercanda aja ya, tahun berapa sekolah ini di bangun, yang tahu angkat tangan?" tanya Kak Syahmi kembali.
Seketika beberapa dari muridpun mengangkat tangan.
"Wah banyak juga ya yang udah tahu, baiklah kalau begitu Kakak tunjuk salah satu dari kalian. Iya kamu boleh berdiri, nama kamu siapa?" tanya Kak Syahmi menunjuk salah seorang murid.
"Nama saya Risha Perawati Kak ..." jawab murid itu sembari berdiri.
"Hai ... Risha ..." sapa para osis
"Hai ... Kak ... ."
"Jadi Sha, tahun berapa sekolah ini di bangun?" tanya Kak Syahmi kembali.
__ADS_1
"Tahun 1990 Kak!"
"Yap, tepat sekali beri tepuk tangan untuk Risha ..." teriak Kak Syahmi, semua murid termasuk para osis pun bertepuk tangan.
Lalu, Kak Mia pun kembali memberikan pertanya kepada kami.
"Kalau nama kepala sekolah kita ada yang tahu nggak?" tanya Kak Mia.
Terlihat beberapa murid kembali mengangkat tangan.
"Iya, kamu ganteng siapa namanya?" tanya Kak Mia menunjuk murid yang ada di belakangku.
"Cieee ... di bilang ganteng sama Kak Mia." sorakan beberapa murid kembali terdengar.
"Nama saya Reza Azhar Kak ... ."
"Reza, Eza tinggal dimana Za?"
"Di jalan Kampung Jawa Kak ..." balas Reza.
"Sikat Za, cieee ...’ sorak murid-murid kembali.
"Boleh Kak, tapi Kak Syahminya gimana Kak?" ucap Reza lirih.
"Tenang, udah biasa kok, Kak Syahminya Kakak selingkuhi ..." balas Kak Mia.
"Hahahaha …" tawa seluruh murid di kelas.
Awalnya, aku merasa Kak Syahmi dan Kak Mia memang benar berpacaran, tapi setelah melihat Kak Mia yang merayu Reza di depan Kak Syahmi. Akupun berubah pikiran bahwa kisah cinta dari mereka berdua hanya sebatas sahabat, bukan benar-benar berpacaran.
Karena, saat Kak Mia merayu Reza di depan Kak Syahmi secara langsung, Kak Syahmi justru hanya tertawa dan tak sedikit pun marah kepada Kak Mia atau pun memasang wajah cemburu. Padahal di kebanyakan orang yang masih pacaran, sering sekali si cowok akan marah jika pacarnya dirayu oleh seseorang, apalagi si pacarnya sendiri yang merayu orang lain. Atau mereka memang benar-benar pacaran dan Kak Syahmi yang memang membebaskan perasaan kepada Kak Mia. Menerima kekurangan Kak Mia karena suka merayu cowok lain selain Kak Syahmi, bahkan walaupun Kak Mia merayu cowok lain di depan Kak Syahmi sendiri.
Entahlah tapi saat itu aku yakin mereka berdua hanya sebatas sahabat, tapi jika memang benar mereka berpacaran,
__ADS_1
kuakui mereka adalah pasangan yang paling keren yang pernah aku temui.
"Hahaha ..." tawa para murid dikelas. Terkecuali Kak Angga yang tampak hanya diam.
"Jadi siapa Za, nama kepala sekolah
kita yang menjabat sekarang?" tanya Kak Mia kembali.
"Bapak Muhammad Muslim Kak!" jawab Reza dengan yakin.
"Iya benar sekali, beri tepuk tangan dong buat Reza ... ." kami yang di dalam kelas pun bertepuk tangan.
"Hari ini kalian udah kenal, kan dengan nama-nama pembina kalian disini ada Kak Syahmi, Kak Mia, Kak Angga dan Kakak, tapi ada satu lagi pembina kalian bernama Kak Viona. Namun sayang beliau berhalangan hadir hari ini, pesan Kakak tolong kalian ingat-ingat ya nama-nama kami. Karena nama-nama kami, bakalan di tanyain sama para pembina osis lain. Kalau kalian nggak tau nama-nama pembina kalian, entar malah kami yang ditanya nggak ngenalin diri sama kalian, jelas ya ..." pesan Kak Ira
"Siap, ... jelas Kak ..." jawab kami.
"Bagus, sekarang Kakak mau tanya, kalian udah pada kenal nggk satu sama lain antara kalian di kelas ini?" tanya Kak Ira kembali.
"Belum Kak ... ."
"Nah ... gimana kalau kita main game, sekarang tugas kalian kenalan sama teman-teman kalian di dalam kelas ini, Kakak beri waktu 5 menit untuk semuanya kenalan!"
"Haaaa ... 5 menit ..." teriak beberapa murid.
"Iya 5 menit, agar lebih seru gimana nanti Kakak tanya, bagi siapa yang tidak tahu kita beri hukuman nyanyi di depan setuju ya!" tambah Kak Ira.
"Haa ... nyanyi …" kembali kata beberapa murid yang semakin gugup.
"Iya nyanyi, dimulai dari ... sekarang ... ."
Seluruh muridpun langsung bergegas saling berkenalan. Di saat para murid berkenalan Kak Syahmi pun mendekati Kak Angga yang sedang duduk di meja guru yang berada di samping papan tulis.
"Ngga, kok kamu yang disini Viona mana?" tanya Syahmi.
__ADS_1
"Nggak tau, nggak datang dia hari ini mungkin belum pulang liburan aja kali. Sebenarnya malas kali aku gantiin dia disini, karena di paksa ketua aja, kalau nggak mending aku tidur di ruangan osis ..." jawab Angga ketus.
"Ini, kan memang sudah jadi tugas kita menjadi pembina, kalau kamu mau tidur saranku mending di rumah jangan di ruangan osis ..." balas Syahmi.