Vionalia

Vionalia
Tanya Langsung Aja


__ADS_3

Tepat pukul 15:30, seluruh siswa di perkenankan untuk melakukan sholat Ashar. aku, Iyan dan seluruh siswa di kelasku segera menuju Mushola sekolah.


Karena sekolah kami yang berbentuk huruf U jika di lihat dari atas, Mushola pun terletak di ujung kanan sekolah berhadapan dengan laboratorium sekolah.


Sesampainya aku di Mushola tampak terlihat seluruh siswa dan beberapa para osis yang muslim bersiap-siap untuk melaksanakan ibadah sholat Ashar, setelah bergantian mengambil air wudhu yang berada di sebelah Mushola satu persatu para siswa memasuki Musholla, Mushola sekolah memang tidak terlalu luas tapi cukup menampung sekitar 70 siswa yang sholat pada hari itu.


Antara shaf laki-laki dan shaf perempuan di pisahkan dengan seutas tali yang di hiasi dengan kain putih yang panjang berdiri, sehingga jamaah perempuan hanya dapat melihat bagian kepala dari jamaah laki-laki dan pintu mushola pun di buat terpisah antara pintu masuk jamaah laki-laki dan jamaah perempuan.


“ALLAHU AKBAR ….” Imam sholat bertakbir dan yang memimpin sholat Ashar pada hari itu adalah Kak Andre selaku Ketua osis.


Setelah selesai melaksanakan sholat Ashar, kami para siswa pun di berikan waktu istirahat sebelum melanjutkan MOS di kelas. Di hari mos kedua ini berbeda dengan MOS hari pertama di mana saat MOS hari pertama tidak ada satu pun kantin sekolah yang buka, padahal di sekolah ini ada empat kantin namun sayang, satu kantin pun tidak ada yang buka pada hari itu.


Tapi di MOS kedua ini ada satu kantin sekolah yang buka sehingga kami para siswa serta anggota osis pun meramaikan kantin untuk jajan makanan ringan dan membeli minuman dingin untuk menghilangkan rasa dahaga, nama pemilik kantin itu bernama Kak Reni, Kak Reni adalah seorang anak dari 'kami siswa sekolah memanggilnya Pak De', Pak De adalah penjaga sekolah, rumah beliau tepat berada bersebelahan dengan sekolah SMA kami, Pak De memang sudah menjadi penjaga sekolah sejak pertama kali sekolah SMA ini di bangun, dan setelah Pak De meninggal di tahun 2015, penjaga sekolah pun di gantikan oleh suaminya Kak Reni bernama Bang Ijal, Bang Ijal pun tidak hanya beprofesi sebagai penjaga sekolah, namun Ia juga merangkap berbagai macam tukang di sekolah dari tukang kebun, tukang listrik, bahkan tukang interior saat ada renovasi di SMA ini. Kak Reni mulai berjualan di sekolah SMA dari tahun 2010, baru 3 tahun menjalankan usaha di kantin sekolah, namun menurut cerita nya sudah banyak tamatan di tahun 2010 sampai 2013 yang telah lari untuk membayar hutang Kak Reni dan sampai di tahun 2016, saat aku akan lulus dan ingin membayarkan hutangku pada Kak Reni, beliau pun masih bercerita kalau di angkatanku masih ada juga yang lari dari hutangnya.


Siang itu aku dan Iyan memesan minuman jas jus rasa Jambu, yang Kak Reni sajikan ke dalam gelas pelastik, sembari meminum jas jus rasa Jambu aku pun bertanya kepada Iyan tentang jurus pemikat wanita agar aku bisa menaklukan hati Kak Viona.


"Yan, ajarin aku gimana caranya aku bisa dekat sama Kak Viona!" kataku, yang sedikit memaksa.


"Kau mau pakai cara apa, yang baik atau nggak baik ni?" tanya Iyan lirih


"Astagfirullah, jelas secara baiklah, musyrik Yan" kataku kaget.


"Secara nggak baik, bukan pakai jimat!"


"Jadi pakai apa?’ tanya ku kembali.


"Caranya sama tapi, beda tindakannya aja!"


"Aku mau pakai cara baik aja Yan ..." pilihku.


"Hal pertama yang harus kau lakukan, begini, kaukan sudah tahu Kak Viona itu sudah punya pacar, hal pertama yang harus kau lakukan kau harus cari tahu siapa pacar Kak Viona itu!" kata Iyan memberikanku saran.


"Emang kenapa Yan?"


"Kau cari tahu, pacarnya itu punya geng apa nggk!"


"Kalau punya geng emang kenapa?"


"Kalau punya geng jangan kau dekati, habis lah kau di keroyok, kita di sini mana ada punya geng habis lah kita!


"Kok kau gitu Yan, tadi pas di kelas kau mau dukung aku walau pun kau tau Kak Viona sudah punya pacar, nah sekarang kok beda."


"Iya, aku tetap dukung kau, cuman kau pastiin dulu pacarnya itu orang baik apa nggak, kawan ya kawan, kalau bonyok balak!"


"Terus kalau pacar Kak Viona orangnya baik kenapa?" tanyaku lirih


"Nah ... kalau Dia baik, baru kau dekatin orang baik gampang, mudah dapat pacar dan kita juga bisa tenang ... ."

__ADS_1


"Tapi aku nggak yakin Yan, kalau Kak Viona itu udah punya pacar!"


"Hahaha … gila kau ya, cewek kayak Kak Viona itu belum punya pacar. Cewek kayak Dia itu udah pasti punya pacar, harus yakin kau … ."


"Kan bisa aja Yan, Dia cuman nutupin status Dia biar dapat cowok yang benar-benar tulus pada Dia, kayak aku!"


"Iya mungkin aja, tapi saranku kau cari tau aja kebenaran Kak Viona itu sudah punya pacar atau belum, biar kau puas tahu jawabannya."


Aku pun hanya mengangguk-anggukkan kepala dan meresapi perkataan Iyan, tapi jujur saat itu aku masih yakin kalau Kak Viona masih jomblo. Di tengah kami sedang mengobrol tiba-tiba datanglah seorang temanku juga yang bernama Deni Yupiki, Deni adalah seorang teman yang beda kelas MOS dengan kami. Dan Deni juga adalah teman masaku duduk di kelas TK dan SMP.


"Woi …" kata Deni, kami pun melirik kearah Deni.


"Tumben sendiri, Habibi mana?" tanyaku


"Masih di Mushola, kan kau tau Dia itu orangnya gimana, beda sama kalian berdua ngegosip aja ... ."


"Bukan ngegosip, ini masalah cinta kau nggak bakalan paham ..." tambah Iyan.


"Ahh, kalian ini cewek terus, fokus belajar tamat SMA mau jadi apa kalian kalau cewek aja yang terus kalian pikirkan!" kata Deni menasehati kami.


"Kayak kau nggak aja Den, Deni kau itu lebih parah dari pada kami ...’ balas Iyan.


"Hahaha … memang kalian lagi ngomongin apa…?" tanya Deni penasaran sembari duduk di sebelahku.


"Nggak ada, biasalah ngobrol santai aja ..." kataku menutupi pembicaraan aku dan Iyan tentang Kak Viona.


"Ayik Suka sama Kak Viona!" ucap Iyan.


Aku pun hanya terdiam kaku saat Iyan mengatakan 'Ayi Suka pada Kak viona' sedangkan Deni kaget dan tertawa mendengar kalimat itu dari Iyan.


"Haa, serius, hahaha ..." tawa Deni


"Kenapa kau ketawa Den ..." tanya Iyan


"Hahaha ... maaf, maaf aku bukan mau mengejek kau Yik, tapi lucu aja bagiku, hampir semua anak baru cowok, Suka sama Kak Viona dan lucu aja kau salah satunya ..." kata Deni sembari tertawa


"Iya aku juga nggak tau Den, aku itu ngerasa kayak ada dapat sebuah energy aja kalau dekat sama Dia, kayak aku bukan jadi diri aku, tapi yang jelas aku jatuh cinta padanya Den!"


"Ya Udah, ungkapin langsung aja!" kata Deni lirih


"Haa.., mana berani aku Den ... ."


"Lagian, nggk bisa gitu juga Den, pakai aturan juga ngedeketin cewek, main langsung tembak-tembak aja!" tambah Iyan


"Nah jadi terus rencana kau ngapain Yik?" tanya Deni.


"Saran Iyan, aku harus tahu dulu siapa cowok Kak Viona, orangnya baik atau nggak, punya geng atau nggak, kalau punya geng kata Iyan jangan di deketin, tapi kalau cowoknya baik baru aku deketin. Saran Iyan sih gitu!" kataku menjelaskan pada Deni.

__ADS_1


"Ok, aku sepertinya tau siapa pacarnya Kak Viona. Tapi kalau aku nggak salah ya, soalnya aku pernah ngelihat Dia, menjemput cowok di rumah ibuk Siti Asiyah guru SMP kita dulu waktu aku lagi les bahasa Inggris di rumah Pak Haji Ihsan!" jelas Deni.


"Serius, cowoknya punya geng nggk?"


tanyaku spontan.


"Kalau aku liat-liat dari tampangnya sih, kayaknya nggak punya, soalnya orangnya pendiam kayak kutu buku gitu lah, kalau kau mau lihat ntar pulang MOS aku temenin lewat depan rumah cowoknya, gimana!’


"Siap, Makasih banyak Den."


"Nah, untung tadi aku ngasih tahu Deni, kan Dia jadi bisa bantu kau. Tapi kalau lewat doang kapan taunya Yik, saranku mending langsung samperin aja, langsung tanya gitu!"


"Mana berani aku Yan!"


"Yakin aja dulu, pasti berani ... ."


Di tengah kami sedang asik mengobrol, bel pun berbunyi sebagai isyarat waktu istirahat telah selesai.


"Ahh, bel pulak, nanti lah kita sambung ya ..." ucap Deni sembari beranjak pergi


"Habis pulang bareng ya kita ..." kataku lirih pada Deni.


"Siap ... tunggu di depan gerbang ya!" ucap Deni mengakhiri pembicaraan kami.


Aku dan Iyan pun berpisah jalan dengan Deni, segera berjalan masuk kedalam kelas kami masing-masing. Sesampai di dalam kelas kulihat hanya ada Kak Mia dan Kak Syahmi yang tampak sedang asik mengobrol aku pun bertanya-tanya dalam hati kemana Kak Viona.


Padahal, tujuanku ingin buru-buru masuk kedalam kelas hanya ingin melihat Dia, aku pun duduk ke mejaku dengan perasaan kecewa.


"Selamat siang menjelang sore semua ..." sapa Kak Mia.


"Sore Kak ..." jawab kami seluruh murid.


Tak lama datanglah Kak Viona bersama Kak Ira Memasuki ruangan kelas, walaupun Ia telat, ternyata cukup dengan melihat Kak Viona kekecewaan kuhilang seketika.


"Assalamualaikum …" Kak Viona mengucapkan salam.


‘Waalaikumsallam Warahmatullahi Wabarakatuh ..." jawab kami para murid.


Aku pun langsung memandang wajah Kak Viona dengan penuh senyuman dan kali ini Kak Viona merespon senyumanku dengan membalas melemparkan senyumannya juga kepadaku. Senyumannya yang terlihat manis, serta pantulan cahaya dari kaca mata yang Ia kenakan seperti membius mataku agar selalu menatapnya, di saat aku dan Kak Viona yang masih bertatapan.


Kak Syahmi pun memberikan beberapa arahan pada kami.


"Besok adalah hari terakhir kita melaksanakan kegiatan MOS, jadi seperti biasa seperti tahun-tahun sebelum nya, kalau di hari terakhir itu kalian adik-adik semua di perkenankan untuk membuat sebuah Surat Cinta untuk kami para anggota osis. Boleh karangan atau ungkapan perasaan adik-adik kepada kami. Dan mungkin kalian bisa langsung tahu tentang perasaan pembina yang kalian kirimi surat terhadap kalian, pembina yang ingin kalian kasih surat cinta itu bebas, boleh Pembina lain yang bukan pembina kalian di kelas ini selain Kak Mia, Kak Ira, Kak Viona dan Kakak, tujuan dari kegiatan ini ialah untuk mengakrabkan diri antara Kakak kelas kepada kalian murid-murid angkatan baru, paham ya … ."


"Paham Kak ..." teriak seluruh murid.


Terkecuali aku yang masih terkesima menatap Kak Viona dan karena terlalu lama menatap Kak Viona, entah Dia merasa risih atau tidak namun kali itu, tiba-tiba Kak viona pun berjalan ke arahku.

__ADS_1


__ADS_2