
Dan tepat di belakang osis bernama Muhammad Ari ini, terlihat juga ada Kak Andre selaku Ketua osis dan seorang osis wanita yang mengenakan hijab berwarna abu-abu yang sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting.
"Nov, anggota semua lengkap, kan?" tanya Andre.
"Hanya Viona belum datang Kak ..." ucap Nova.
Nova adalah sekertaris osis yang bertugas mengurus kehadiran setiap anggota osis, selain mengurus kehadiran para anggota osis dia juga menjadi sekertaris Kak Andre dalam hal pelaksanaan kegiatan-kegiatan sekolah yang dimana osis yang menjadi panitianya.
Kak Andre pun memastikan kembali. "Udah coba hubungin dia, kan."
"Udah Kak, tapi nomornya nggak aktif aku BBM juga belum di balas dia Kak."
"Waduh kemana ya Viona, dia aja, kan yang belum datang." kata Kak Andre kembali memastikan.
"Iya Kak, Viona aja." balas Nova.
Saat Andre dan Nova sedang berbicara, datanglah Angga memberikan laporan.
"Ketua, gerbang sudah di tutup, sudah nggak ada lagi murid yang datang Ketua dan jumlah hitungan data semuanya lengkap Ketua!" kata Angga memberikan laporan.
"Ok, makasih Ngga, ntar tolong bantu di kelas Syahmi ya Ngga, soalnya Viona nggak
datang." kata Ketua osis.
"Memangnya, Viona kemana ketua?"
tanya Angga.
"Nggak tau, dihubungi tadi sama Nova nomornya nggak aktif ... ."
"Ahh, ada-ada aja si Viona, emang kebiasaan tu dia Ketua, nanti ada saja alasannya,
sakit lah, padahal belum pulang liburan aja dia itu Ketua."
"Nggak boleh ngomong begitu Ngga, siapa tau dia memang sakit, gimana!’
"Karena Viona teman kau saja makanya kau bela dia Ketua, ok Ketua serahkan ke saya, biar saya gantiin dia di kelas," kata Angga sembari pergi
Andre pun sambil tersenyum berkata. "Iya, terimakasih ya Ngga."
__ADS_1
Lalu Andre pun menghampiri Ari untuk menanyakan persiapan anggota osis yang lain.
Saat itu Kak Ari sedang memberikan beberapa instruksi ke barisan ku, yang sangat bosan kudengar, berbagai macam petuah bijak yang Ia sampaikan ke kami, dan aku pun masih merasa sangat aneh memandang rambut poninya. Memang di tahun 2013 saat itu model rambut seperti Boyband Korea lagi Trend, tapi entah kenapa, menurutku kalau Kak Ari kurang pantas mengikuti model rambut itu. Walaupun mungkin, Dia merasa dengan gaya rambutnya seperti itu mirip seperti Lee Min-ho, tapi jujur menurutku lebih terlihat seperti sapu ijuk yang ada di atas kepalanya. Dan untunglah dengan datangnya Kak Andre, mataku bisa istirahat sejenak
untuk memandang salah satu hal mistis yang ada di sekolah saat itu.
"Rik, gimana aman?" tanya Kak Andre.
"Aman Dre, sesuai musyawarah kita, semua murid, kan totalnya ada 200 orang
dan ada 6 kelas, aku bagiin 33 orang setiap kelas. Dan ada 4 orang pembina di setiap
kelas, nggak ada yang berubah dan di kelas X1, X2 jumlah siswa nya 34 orang."
jelas Kak Ari.
Mendengar Kak Ari yang hanya memanggil Kak Andre dengan sebutan nama saja,
berbeda dengan para anggota osis lain,
seketika aku kembali merasa Kak Ari ini kurang menghargai Kak Andre. Secara Kak Andre adalah seorang Ketua osis dan sebagai Ketua osis, tentu para pembina wajib memanggil Kak Andre dengan panggilan Kakak, atau paling tidak cukup memanggil dengan sebutan Ketua. Akupun langsung mengutarakan hal itu pada Iyan yang ada di sebelahku.
Iyan pun seketika memandangku dan berkata. "Kau yang nggak sopan bodoh, nggak tau sejarah jangan sok tau, mereka berdua, kan ada hubungan keluarga, kayak sepupu gitu ya wajar ajalah Kak Ari manggil Kak Andre dengan sebutan nama doang."
"Kau tau dari mana mereka berdua sepupu?" tanyaku heran.
"Kau ingat Lela, kelas IX4, yang sekarang sekolah di MAN?" tanya Iyan.
Seketika aku pun mengingat semua nama Lela yang aku kenal dan terlintas lah di pikiran ku sebuah nama Lela, yang pernah menjadi mantan iyan. yang sewaktu SMP selalu Iyan ceritakan padaku, atau lebih tepat nya iringan dongeng perjalanan sekolah setiap kami berangkat bersama.
"Lela, Mantan kau ... ."
"Iya, Lela juga sepupu dengan mereka berdua, sering aku ngeliat mereka berdua
di rumah Lela, sewaktu aku mau menjemput Lela buat malam Mingguan, bahkan mereka berdua nggak segan untuk menginterogasi aku saat aku menjemput Lela." jelas Iyan.
Aku pun hanya mengangguk dan puas mendapatkan jawaban dari Iyan,
dasar aku, yang selalu berpikiran negatif dengan Kak Ari, tapi ku yakin orang akan berpikiran negatif saat pertama kali bertemu dengan Kak Ari, karena keanehan melihat rambutnya
__ADS_1
"Sip deh kalau gitu, anggota mu aman kan." tanya Andre kembali.
"Aman, nyantai aja dulu di ruangan osis, serahkan ke anggota mu aja ..." balas Kak Ari
sembari mengacungkan Jempol, Kak Andre pun hanya tersenyum dan pergi meninggalkan Kak Ari.
Kemudian, kami satu persatu barisan di beri instruksi oleh Kak Ari agar ke kelas kami masing-masing yang tadi telah di tunjukan oleh para anggota osis, karena jarak kelas dan lapangan memang cukup dekat.
Jadi walaupun para osis hanya menunjukkan nya dengan cara menunjuk, kami para murid baru langsung tahu dan paham dimana kelas kami masing-masing.
"Ok, semua kelas sudah di berikan, ikuti perintah para pembina kalian, jika kalian ingin acara MOS ini berjalan dengan lancar dan tak ingin mendapat hukuman, jangan ada yang ngelawan sama pembina kalian. Jika ada Kakak mendapatkan laporan dari pembina, bagi yang ngelawan akan Kakak berikan hukuman yang berat, mengerti ... ."
"Siap, mengerti Kak ..." balas kami para murid baru.
Semua murid pun berjalan menuju kedalam kelas mereka masing-masing, sesuai kelas yang telah di tunjukan.
saat berjalan menuju kelas, aku dan Iyan pun kembali berbincang.
"Cantik-cantik ya Yik, anggota osisnya."
gumam Iyan.
"Iya, cantik-cantik ..." balasku yang menyetujui perkataan Iyan.
"Apalagi Kak Ira Yik, yang pakai kaca mata, aduh Yik, meleleh aku ngeliat senyuman nya."
"Kak Ira, yang tadi dekat kita, lumayan lah tapi nggak terlalu, biasa aja perasaan."
"Biasa kayak gitu, mata kau buta berarti ya, itu cewek paling cantik di SMA ini dan nggak ada tandingan."
"Cantik, dulu Lela kau bilang cantik juga pas kita baru masuk SMP, setelah kalian berpacaran, ujung-ujung nya apa coba, putus juga kan ahh … bosan aku Yan, mendengar dongeng kisah cinta kau, yang ujung-ujung nya ntar putus juga, udah lah fokus aja belajar di SMA ini ... ."
"Ya nggak apa-apa, yang penting pernah pacaran dari pada kau, boro-boro mau pacaran kontak di BBM kau aja cowok semua, jangan-jangan kau homo lagi, hahaha ..." kata Iyan sembari menertawai ku.
"Gila, nggak lah doyan cewek aku Yan!"
ucap ku.
"Makanya punya Pacar, kau mau di SMA ini kau Jomblo lagi, kau bakalan malu Yik,
__ADS_1
apalagi pas nanti 10 atau 15 tahun kita reunian di SMA ini. Semua punya kenangan kisah cinta dan saat itu baru kau sadar, hanya kau saja yang nggak ada, mau kau. Kalau aku sih bakalan ngejar cinta Kak Ira paling nggak sampai dia tamat di SMA ini, itu tujuan ku saat ini Yik ..."