
Mendengar jawaban dari Iyan, Kak Angga pun semakin emosi oleh sikap Iyan. Dan tanpa basa-basi Kak Angga pun langsung menyuruh Iyan untuk ke depan papan tulis, menerima hukuman darinya.
"Sialan, ke depan!" tegas Kak angga.
Tanpa menjawab Iyan pun perlahan berjalan menuju ke depan papan tulis sesuai perintah dari Kak Angga. Saat mereka berdua sudah berada di depan papan tulis, Kak Angga pun menyuruh Iyan untuk mengambil posisi Push Up. "Tau posisi Push Up, kan ..."
"Tau Kak ..." ucap Iyan lirih.
"Silahkan!"
Iyan pun dengan sigap mengambil posisi Push Up, dan memulai Push Up dengan hitungan Kak Angga.
"1 ... turun!" teriak Kak Angga.
Iyan pun menurunkan badannya
"Tahan …" perintah Kak Angga.
Iyan pun menahan posisi Push Upnya.
"2, naik!" Kembali Iyan mengikuti instruksi, dari Kak Angga.
"Tahan …"
"Gimana masih nggak dengar!"
"Ha, apa Kak …" balas Iyan dengan nafas yang tertahan.
"Oh masih budeg ternyata, bagus masih kuat!"
"3, turun!" perintah Kak Angga kembali,
__ADS_1
Iyan pun kembali menurunkan badannya dengan tangan yang gemetar, melihat perlakuan Kak Angga kepada Iyan, Kak Mia pun menghampiri Kak Angga dan mencoba menghentikan perbuatan Kak Angga.
"Ngga cukup, jangan terlalu keras, kalau ni Anak kenapa-kenapa kamu sendiri tanggung jawab!"
"Tenang, Dia sendiri kok yang bilang masih kuat ..." balas Angga.
"Angga cukup ..." teriak Kak Ira.
"Bayam berdiri!" perintah Kak Ira.
Namun Iyan tetap dalam posisi Push Up dan tak mengikuti perintah Kak Ira, lalu Kak Ira pun mendekati Iyan dan menarik Iyan agar dirinya berdiri dari Push Upnya.
Namun Iyan justru berkata. "Tenang Kak, aku masih sanggup!" ucap Iyan sambil tersenyum kepada Kak Ira.
Dan perlahan Kak Ira pun berdiri kembali sembari memberikan senyumannya kepada Iyan.
"Tuh, dengar memang Dianya kuat, malah aku yang di salahkan ..."
Tak lama Kak Angga pun memerintahkan Iyan untuk berdiri.
"Ok, berdiri …" perintah Kak Angga
Dengan perlahan Iyan pun berdiri.
"Itu baru hukuman dari saya, ketentuan hukuman yang tadi, bagi siapa yang tidak bisa menjawab, harus bernyanyi. Itu belum kamu lakukan, Bisa nyanyi, kan!"
"Bisa ..." jawab Iyan singkat
"Dipersilahkan!"
Iyan pun mengatur nafas dan melangkahkan Kakinya untuk maju selangkah. Perlahan Iyan pun memandang Kak Ira yang Berada di sebelah kanannya yang hanya berjarak tiga meter darinya. Kulihat mereka berdua saling menatap antara satu sama lain dan Iyan pun mulai bernyanyi, lagu yang Ia nyanyi, kan pada saat itu adalah sebuah lagu yang Hits di tahun 90an dari Katon Bagaskara, yang berjudul 'Dinda dimana' sebuah lagu yang cukup lama untuk di nyanyikan di era kami di tahun 2013, dan aku yakin saat itu hanya aku dan Iyan yang tahu lagu yang di nyanyi, kan olehnya.
__ADS_1
Tapi kulihat saat itu Kak Ira tersenyum mendengarkan nyanyian dari Iyan, mungkin menurutku Kak Ira berpikir lagu yang Iyan nyanyi, kan adalah sebuah lagu ciptaan nya, sehingga Kak Ira tersenyum mendengar lagu yang Iyan nyanyikan.
Dan para murid di kelas pun terDiam dan menghayati lagu yang Iyan nyanyikan,
saat itu aku sadar mengapa Iyan berpura-pura tuli di hadapan Kak Angga, Dia telah menyiapkan rencana ini semua agar bisa menyanyikan sebuah lagu untuk Kak Ira.
Melihat Kak Ira yang sepertinya senang mendengar lagu yang Iyan nyanyikan, aku pun membatah perkataanku yang sempat berpikir bahwa Iyan tak akan ada kesempatan untuk mendapatkan hati Kak Ira. Justru, aku berubah yakin bahwa Iyan ada kesempatan untuk mendapatkan hati Kak Ira.
Setelah Iyan selesai bernyanyi, kami seluruh murid di kelas bertepuk tangan untuknya. Iyan pun kembali ketempat duduk dan saat Iyan berjalan menuju ke tempat duduk, kulihat Iyan sempat melihat ke arah ke belakang untuk melihat Kak Ira kembali, dan lagi Kak Ira pun membalas senyuman dari Iyan. Mereka tak berkata sepatah kata pun, akan tetapi seperti saling berbicara dalam senyuman. Dan tampak hanya mereka berdua yang tau, apa yang mereka katakan.
Tepat jam 17:00 WIB. Di mana seluruh murid keluar dari kelas mereka masing-masing menuju ke area lapangan kembali, sesampainya kami di lapangan kami kembali di berikan beberapa instruksi. Sebelum berakhirnya MOS di hari pertama ini.
Saat seluruh murid beserta para pembina OSIS telah berbaris dan berkumpul di lapangan, Kak Andre pun selaku ketua OSIS kembali menaiki mimbar.
"Selamat sore Semua ..." sapa Kak Andre
"Sore Kak ..." balas seluruh kami yang ada di lapangan.
"Hari ini, kalian semua telah melaksanakan pengenalan MOS di hari pertama,
Kakak harap apa pun yang di berikan dari pembina kalian masing-masing. Tolong di ingat dan di laksanakan setiap arahan yang telah di berikan. MOS ini masih ada 2 hari lagi, jadi jaga stamina kalian masing-masing, karena sayang, kalau dua hari lagi kalian sampai nggak mengikuti MOS ini. MOS inilah yang menjadi salah satu kenangan kalian saat kalian nanti sudah selesai dari SMA ini, kan katanya masa SMA itu adalah masa yang indah, percayalah masa MOS itu adalah salah satu masa yang indah yang akan kalian kenang nanti. Jadi Kakak harap kalian semua bisa merasakan moment-moment indah kalian saat di SMA ini ... ."
Tampak semua murid serta para OSIS pun tersenyum mendengar perkataan dari Kak Andre, mereka semua tampak terkesima mendengar ucapan Kak Andre dan para OSIS tampak seperti mengingat kesan manis saat mereka menjadi siswa baru di SMA ini wajah mereka tampak tersenyum sembari terlihat memejamkan mata untuk mencoba mengingat kesan-kesan manis saat di MOS.
"Sekali lagi Kakak ingatkan, jaga stamina kalian, tidur yang cukup dan jangan begadang, paham!" tambah Kak Andre.
"Siap, paham Kak ..." jawab kami para murid.
"Baiklah, sebelum kita mengakhiri pertemuan kita hari ini, marilah kita berdoa menurut agama kepercayaan kita masing-masing, berdoa di mulai ..." Kak Andre memimpin doa, seluruh murid pun serta para osis menundukkan kepala seraya berdoa.
Setelah doa selesai para murid pun di perkenankan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing dan hari pertama MOS pun usai.
__ADS_1