
Mendengar perkataan dari Iyan aku pun berpikir, ada benar juga dari perkataannya,
masa iya nanti disaat reunian SMA, semua punya kenangan kisah cinta dan aneh saja jika hanya aku saja yang tidak memiliki kenangan itu. Padahal, kisah di masa SMA inilah yang akan menjadi kenangan paling manis saat di sekolah. Dan pada saat ini, aku pun memutuskan untuk punya pacar, agar aku nanti sewaktu reunian memiliki sebuah kenangan kisah yang bisa aku rasakan dan nanti akan aku ceritakan.
Sesampainya di kelas, terlihat semua murid tampak berebut untuk mendapatkan posisi duduk serta pasangan mereka masing-masing, para siswa seperti merebutkan sebuah piala emas kejuaran piala dunia hadiah yang begitu besar. Memang benar piala dunia akan di adakan setahun lagi di tahun 2014. Tapi, kan indonesia nggak ikutan. Padahal rebutan itu hanyalah berupa tempat duduk yang berada di barisan paling depan dan barisan paling belakang. Tapi sangking Hiporianya rebutan saat itu, ada yang melempar tasnya kearah meja yang akan di duduki, bahkan ada yang saling dorong mendorong, hanya untuk merebutkan posisi duduk paling belakang.
Dan hanya kami berdua yang tak perduli tentang posisi duduk kami, mungkin kami sudah saling sadar, bahwa tempat bukanlah menunjukan dimana letak kenyamanannya,
melainkan teman sebangku lah yang menjadi kunci kenyamanan dari tempat duduk itu.
Dan yang nyaman untuk menjadi pasangan duduk kami ya kami berdua juga.
Saat kami sudah berada di dalam kelas hanya tersisa satu meja, yang posisinya berada di meja kedua, dari barisan depan yang jumlah barisan meja, ada lima barisan dan ada empat jajaran meja. Yang dimana jajaran kami berada, di paling kanan dinding kelas.
Disaat semua murid yang ada di kelas sudah mendapatkan posisi dan pasangan duduk mereka masing-masing, tak lama datanglah Kak Syahmi dan Kak Mia, yang menjadi salah dua dari empat pembina kami di kelas selama MOS di adakan.
"Selamat siang semua ..." ucap Kak Mia memasuki ruangan kelas bersama Kak Syahmi.
Kami para siswa serentak menjawab. "Siang Kakak."
"Wahhhh ... ganteng-ganteng dan cantik-cantik ya Kak Syahmi anggota MOS kita tahun ini ... ."
"Iya jelaslah produk Tanah Merah, Kamunya aja yang nggak produk Tanah Merah, iya nggak adek-adek ..." balas Kak Syahmi, meledek Kak Mia.
"Hahaha ... iya Kak ..." teriak beberapa murid sambil tertawa mendengar candaan dari Kak Syahmi.
"Hmmm, iya sih walaupun Kakak nggk lahir di Tanah Merah tapi Kakak, kan cinta Tanah Merah. Kamu ' Kak Mia menunjuk seorang siswa' besar banget ngetawain Kakak, nggak apa-apa deh yang penting semua senang. Boleh kita masuk ke sesi perkenalan ya, sebelumnya ada yang kenal nggak sama kami berdua?" tanya Kak Mia.
"Belum ada Kak ..." ucap kami seluruh murid.
"Dari tadi persaan Kak Mia manggil nama Kakak terus masa iya nggk kenal. Yaudah kurang formal ya, perkenal, kan nama Kakak Syahmi Syahputra, biasa di panggil Syahmi, saya lahir di Tanah Merah pada tanggal 4 september 1995. Alamat Jalan Pemda no.5 ..." Kak Syahmi memperkenalkan diri.
__ADS_1
Kami pun para murid hanya mendengarkan perkenalan dari Kak Syahmi.
"Ada yang mau di tanyakan?" tanya Kak Syahmi.
Aku dan Iyan pun hanya diam menyimak.
Lalu..
"Status Kak!" teriak seorang siswi bertanya.
"Status, ini wanita yang di sebelah Kakak ini Istri Kakak di sekolah ini, jangan ada yang
ganggu ya ..." jawab Kak Syahmi sembari tersenyum.
"Cieee .... cieee ...’ teriak beberapa murid.
Tampak Kak Mia pun hanya tertawa malu mendengar pernyataan dari Kak Syahmi.
hehehe ..." kata Kak Mia.
Semua murid di kelas pun kembali tertawa, mendengar ucapan dari Kak Mia dan Kak Syahmi menambah suasana di kelas saat itu menjadi ceria, tanpa ada ketegangan antara kami siswa baru dan pembina osis .
Saat Kak Syahmi dan Kak Mia sedang memperkenal kan diri, tiba-tiba datang lah Kak Ira bersama Kak Angga memasuki ruangan kelas.
Saat Kak ira dan Kak Angga memasuki ruangan kelas, seketika kulihat Iyan yang tampak terkesima melihat Kak Ira memasuki ruangan kelas, kulihat tatapan Iyan yang hanya tertuju pada Kak Ira dengan wajah yang penuh terkesima. Seakan melihat sebuah keindahan dunia yang tak bisa di ucapkan dengan kata-kata.
"Selamat siang semua ..." sapa Kak Ira.
"Siang Kak ..." ucap semua murid di kelas, terkecuali Iyan yang masih terlihat diam
memandang Kak Ira, bahkan mulut nya setengah terbuka karena terpana memandang Kak Ira.
__ADS_1
"Kayak nya, disini ada tetangga Kakak, itu ada Novi, sama Naufal ...’ kata Kak Ira sembari
menunjuk beberapa murid di dalam kelas.
"Lagi perkenalan diri ya Kak …" lanjut Kak Ira
"Iya, sekalian kenalan juga deh kalian ..."
balas Kak Syahmi.
"Ok Kak ..." kata Kak Ira.
"Halo ... semua, mungkin sebagian dari kalian sudah mengenal Kakak ya tadi saat di lapangan atau pun di luar, bagi yang belum kenal, perkenalkan nama Kakak Rahma Yuli Kakak lahir di Bandung 3 maret 1996. panggilan Kakak Ira, alamat Kakak perumahan AIC no.15. Ada yang mau nanya lain ..." tanya Kak Ira, seketika Iyan pun mengangkat tangan
"Kakak sudah punya pacar!" teriak Iyan.
Aku pun kaget mendengar pertanyaan spontan dari Iyan, seketika aku pun langsung melihat raut wajahnya yang begitu tersenyum semberingah menatap Kak Ira.
"Pacar, hmm ... belum siap Kakak untuk pacaran ..." jawab Kak Ira tertawa kecil.
Lalu kulihat kembali wajah Iyan yang tersenyum bahagia mendengar jawaban dari Kak Ira. Aku sesaat berpikir, apa yang terjadi pada Iyan, tadi Dia hanya terdiam terkesima memandang Kak Ira saat Ia masuk ke ruangan kelas. Lalu tiba-tiba dirinya langsung semangat bertanya kepada Kak Ira, padahal sebelumnya saat Kak Mia dan Kak Syahmi memperkenalkan diri, Dia hanya terdiam dan menyimak saja untuk mendengarkan.
Tapi berbeda saat Kak Ira yang mencoba memperkenalkan diri, anehnya Dia begitu semangat menyimak dan berusaha fokus agar tak terlewatkan satu kalimat pun dari perkataan Kak Ira.
"Single, Yik ..." ucap Iyan, lirih padaku.
Aku pun bertambah heran kepada Iyan, aku pun bertanya padanya, tentang apa yang
terjadi pada dirinya yang kelihatan tak seperti biasanya, aku khawatir tampaknya ada virus yang sedang merasuki otaknya.
"Kau kenapa Yan, tadi diam terus semangat, sekarang kau bahagia kali dengar Kak Ira belum punya pacar, kenapa kau ini, aman Way?" tanyaku heran.
__ADS_1
"Aku jatuh cinta ..." jawab Iyan singkat.