Vionalia

Vionalia
Sedikit Bercerita


__ADS_3

"Menurut kau itu Guru nggak Yan?" tanyaku pada Iyan sembari menatap para orang tua yang mengunakan seragam batik berwarna biru.


Iyan pun hanya menjawab singkat. "Dari kelihatannya sih, kayak nya itu Guru."


Kami para siswa pun merapat, kan barisan sesuai dengan kelas MOS kami masing-masing dan kali ini sedikit berbeda dimana para osis juga ikut berbaris membentuk dua barisan.


Lalu seorang Guru pun menaiki mimbar yang telah di sediakan, tepat di tengah lapangan.


"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh." ucap Guru tersebut.


"Walaikum Sallam Warahmatullahi Wabarakatuh." jawab kami para siswa di lapangan.


"Sebelumnya mari kite bertepuk tangan menyambut kehadiran para keluarga baru kita, para siswa-siswi angkatan ajaran tahun 2013-2014 ..." seluruh siswa pun dan para Guru bertepuk tangan.

__ADS_1


"Prok ... prok ... prok ..." suara tepuk tangan.


Aku pun sedikit teringat dengan seorang Guru juga di masa SMP ku, saat aku melihat wajah Guru yang sedang menaiki podium ini, wajahnya yang berbentuk oval, kumis yang tebal serta tatapannya seperti tatapan Burung Elang yang sedang menatap mangsanya. Dari pengalamanku dengan Guruku semasa di SMP aura Guru ini terasa sama, seorang Guru yang tidak bisa di ajak bersahabat.


"Ini hanya pandanganku saja atau memang kau juga ngelihat, kalau wajah Bapak ini sangat mirip dengan Pak Idris kepala sekolah SMP kita dulu." gumamku bertanya pada Iyan


"Dari kumisnya sih iya, dan kalau di pandang lama-lama sedikit mengingatkan Pak Idris, atau jangan-jangan mereka kembar lagi, hahaha ..." jawab Iyan sembari tertawa kecil.


"Hahaha ... bedanya mungkin hanya Guru ini saja Bukan kepala sekolah kali ya ..." ucapku.


"Saya hanya ingin sedikit bercerita tentang SMA ini, sebelum saya bercerita ijinkan saya untuk memperkenalkan diri, saya Muhammad Muslimin atau yang sering di sapa Pak Muslim, saya selaku kepala sekolah di SMA ini dan juga sebagai Guru pengajar di bidang PPKN, saya mulai menjabat menjadi kepala sekolah sejak tahun 2007 hingga saat ini, dulu saat tahun 1990 saya masih aktif mengajar di bidang PPKN."


Seketika Iyan pun berkata. "Sudah jelas ni, kembar yik."

__ADS_1


"Iya, Bahkan mereka berdua kepala sekolah, keren ..." kataku sembari terkesima


"Dulu sama sekarang itu sangatlah jauh berbeda, dimana dulu saat kita mengajar hanya ada 8 kelas dan hanya ada sekitar 100 siswa saja, artinya saat itu di dalam satu kelas tidak sampai 30 orang siswa. Di desa Tanah Merah ini pendidikan memang di pandang rendah oleh kebanyakan orang-orang tua di zaman itu, namun demikian masuk ke era tahun 2000an, barulah SMA ini mulai banyak siswa yang memutuskan untuk melanjutkan sekolah kejenjang sekolah menengah atas, dan sekarang di tahun 2013 ini jumlah siswa di SMA ini berjumlah 900 siswa dan juga ada 35 kelas, dua laboratorium, satu perpustakaan dan satu ruangan komputer, yang dimana di dalam ruangan tersebut ada 30 unit komputer yang aktif bisa di gunakan dan Insya Allah tahun 2014 SMA ini akan mulai merenovasi di bagian ujung di kelas dua belas IPA satu, akan ada tambahan bangunan kelas baru berjumlah tiga kelas dan satu tambahan lapangan Volley, yang akan mulai di bangun tahun ini."


Tiba-tiba para anggota OSIS dan beberapa Guru yang hadir bertepuk tangan, dan kami para siswa pun juga ikut serta bertepuk tangan .


"Artinya, dari setiap tahunnya di desa ini para orang tua sudah mengerti dan paham, bahwasanya Pendidikan untuk Anak itu sangatlah penting, dulu saat era tahun 1991 hingga 1997 saya masih seorang Guru pengajar dan para Guru lain yang sekarang masih aktif mengajar seperti Pak Toni, Pak Sofyan, Pak Hamid, Bu Ana, Bu Zurneli, Bu Eka, Miss Ita dan Bu Ijum, kami sampai kerumah-rumah untuk mengajak Anak-anak melanjutkan sekolah di SMA ini. Banyak berhasil yang kami ajak dan banyak juga kami di tolak oleh orang-orang tua, dan bahkan banyak juga Anak-anak yang memang tak ingin melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang SMA, sedih kami melihatnya, namun apalah daya kami walaupun saat itu kami telah berusaha meyakinkan calon siswa dan orang tua bahwa pendidikan itu penting dan kami memberikan pendidikan gratis kepada Anak-anak namun hasilnya kami tetap di tolak. Berterimakasih lah kalian kepada orang tua kalian, balas lah Budi mereka dengan selesai di SMA ini dengan nilai yang baik, lalu gapai lah mimpi kalian hingga kalian di titik dapat menyenangkan diri dan orang tua kalian nantinya, berikan lah balasan untuk orang tua kalian yang telah bersusah payah menyekolahkan kalian, yang dimana saat ini sekolah itu tidak gratis, berapa biaya yang di keluarkan oleh orang tua kalian, untuk menyekolahkan kalian. Kami disini para Guru hanyalah membimbing kalian, pahami dan tuntut lah kami untuk memberikan ilmu kepada kalian, jangan sia-siakan waktu kalian di SMA ini, dulu banyak Anak-anak murid kami di era awal tahun 2000an yang sangat gigih mengejar kami untuk meminta ilmu kepada kami dan hasilnya, banyak murid-murid kami yang juga menjadi Guru di SMA ini, seperti Pak Ratap yang sekarang mengajar di bidang ekonomi, Miss Neneng yang sekarang mengajar bahasa inggris, Bu Andi yang mengajar biologi, Pak Jumadi yang mengajar bahas indonesia mereka berhasil menjadi Guru di SMA ini sesuai cita-cita mereka yang mereka sampaikan kepada kami dahulu, kejarlah mimpi kalian, yang setelah SMA ini mungkin ingin kuliah kejarlah atau yang tidak ingin melanjutkan kuliah kejar cita-cita kalian menjadi masyarakat yang berguna, atau ada juga yang mungkin dari kalian ini ingin menjadi Guru pengajar di SMA ini jadikanlah, akan kami tunggu hingga kelak kalian para murid-murid angkatan baru bergabung kembali bersama kami, sebagai Guru pengajar di SMA negri 01 tanah merah ini!"


"Prok ... prok ... prok .." suara tepuk tangan


Akhirnya Kepala Sekolah pun, mengakhiri pidatonya yang kuyakin tak sedikit dari siswa yang ingin pidatonya di selesaikan dari tadi, namun setelah aku perhatikan baik-baik dari wajah para siswa yang lain, tampak juga banyak yang terkesima mendengar pidato kepala sekolah yang memotivasi kami untuk menjadi seorang Guru. "Mungkin hanya itu, sedikit cerita dari saya. Sekali lagi selamat datang kepada kalian siswa angkatan baru tahun ajaran 2013-2014. Saya akhiri, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ... ."


Dan kami para siswa pun kembali bertepuk tangan. "Prok ... prok ... prok ..."

__ADS_1


"Baiklah, acara selanjutnya sebagai penutup doa yang di pimpin Pak Sofyan atas waktunya di persilahkan," Pak Sofyan pun menaiki mimbar, dan doa pun mulai di bacakan, kami para siswa pun menadahkan tangan seraya berdoa.


Setelah doa di bacakan. Tiba-tiba-


__ADS_2