
Aku pun langsung melirik kearah para siswa laki-laki di kelas saat itu, satu persatu ku perhatikan mereka tampak tersenyum tersipu malu mendengar penjelasan Kak ira, dan ku yakin mereka semua pasti ingin di panggil oleh Kak Viona .
"Dan bagi nama siapa yang di panggil, harap maju ke depan dan membacakan isi surat ke hadapan pembina yang memegang surat kalian ya," tambah Kak Viona.
Mendengar penjelasan Kak Viona barusan, beberapa murid pun berteriak kaget,
"Haaaa … .’
"Jelas ya, yang di sampaikan Kak Viona dan mari kita mulai dari Kakak ya ..." ucap Kak Syahmi.
Satu persatu surat Kak Syahmi buka dan tampak ia mengambil satu surat yang berada paling bawah dari tumpukan surat yang ia pegang. Surat yang berwarna sampul merah jambu yang tampak cantik di ikat dengan pita berwarna merah.
"Hmmm … siapa ya, oh ini Nurfidiana..’ kata Kak Syahmi memanggil siswi yang menulis surat untuk nya.
Lalu, seorang siswi dari meja paling belakang pun berdiri ternyata siswi itu adalah tetangga masa kecil ku dan juga merupakan teman masa kecil ku yang sering ku sapa dengan sebutan nama Dian. Dulu kami sangat akrab bahkan sesekali aku pun pernah tidur di rumah nya, bahkan Ibu dian dan Ibu ku juga merupakan teman gosip yang sering kudengar pembahasan mereka mengenai tetangga kami yang selalu menyetel musik dengan volume besar, dan juga selalu menggosip kan tetangga kami yang lain yang juga merupakan seorang Janda muda di gang kami saat itu.
"Dian ..." ucapku lirih
Iyan pun bertanya, "Kenal Yik.’
"Kenal, Dian itu dulu tetangga dan teman masa kecil ku, sewaktu keluarga ku masih menyewa rumah di jalan Swadaya, tapi pertemanan kami hanya singkat, saat dia kelas empat SD, keluarga nya pindah rumah dan semenjak itu aku tidak pernah lagi berjumpa dengan nya, tapi masa iya kau nggak ingat dia, dia kan satu SD juga sama kita," jelasku.
"Wajah orang waktu SD sama SMA itu beda Yik nggak ingat juga aku Nurfidiana itu wajah nya seperti apa. Tapi kau yakin itu Dian yang kau kenal ... ."
__ADS_1
"Yakin, soal nya tahi lalat di pipi kiri nya itu yang menjadi ciri khas nya dan asal kau tahu keren nya lagi semua keluarga nya memiliki tahi lalat di wajah di bagian kiri. Aku sangat yakin itu adalah Dian yang ku kenal Yan ... ."
"Segitu detail nya kau mengingat dia, jangan-jangan kau ada rasa ya!"
Kataku lirih, "Mungkin dulu iya."
"Sekarang setelah kau lihat dia gimana?' tanya Iyan kembali. Aku pun hanya tersenyum kecil, sembari mengangkat kedua bahuku.
Setelah Dian berada di depan Kak Syahmi, Kak Syahmi pun memberikan salah satu surat yang Ia pegang kepada Dian dan tampak menyuruh Dian untuk membacakan surat cinta itu di depan nya. Seketika seluruh siswa di kelas pun histeris bertepuk tangan dan meneriaki nama Dian.
"Cieee … Dian …" teriak beberapa murid.
"Tolong di baca, kan ya dek!" ucap Kak Syahmi. Tampak Dian pun hanya tersenyum dan membuka surat yang ia pegang dan seluruh murid yang tadinya berisik seketika hening tampak mereka antusias untuk mendengar surat dari Dian.
"Walaikum sallam ..." jawab Kak Syahmi, serta kami para murid yang mendengar salam dari Dian. Lalu, Dian pun melanjutkan membaca isi surat nya.
"Maaf Kak, kalau surat ini telah menggangu waktu Kakak karena Kakak harus membaca nya sehingga waktu Kakak terbuang sia-sia hanya untuk membaca surat ini ... ."
Kembali beberapa siswa teriak tersentuh mendengar surat dari Dian dan berkata,
"Uuuhhh ... ."
"Maaf, kalau saya Nurfidiana salah satu siswi baru, telah menaruh hati ke pada Kakak sejak pertama kali melihat Kakak di lapangan sekolah dan hingga kini, saya masih menyimpan hati ke pada Kakak. Dan maaf Kak, kalau saya sempat kecewa mengetahui Kakak sudah memiliki pacar yaitu Kak Mia dan sekarang saya telah tahu makna kata bahwa cinta itu tidak harus saling memiliki. Tapi izinkan saya, untuk tetap menyimpan perasaan saya ke pada Kakak, salam hangat dari penggemarmu Nurfidiana ... ."
__ADS_1
"Uuuhhh …" teriak beberapa murid yang terharu mendengar isi surat dari Dian.
Tampak Kak Syahmi hanya tersenyum, mendengar isi surat dari Dian. Begitu juga dengan Dian yang terlihat tersipu malu setelah selesai membacakan isi surat nya di depan Kak Syahmi.
"Mohon, berikan tepuk tangan untuk Dian ..." gumam Kak Syahmi
Kami seluruh murid di kelas pun bertepuk tangan untuk Dian.
"Prok ... prok …" suara tepukan tangan.
"Terimakasih Dian, telah mencurahkan perasaan Dian ke pada Kakak dan Kakak harap Dian jangan benci sama Kakak dan Kak Mia ya, saya juga suka sama Dian sebagai adik kelas, walaupun kita tidak bisa saling memiliki, bukan berarti kita tidak bisa dekat, kan kita bisa menjadi teman bahkan sahabat kok, selalu semangat ya, ingat ada Kakak yang selalu ada untuk Dian, bila Dian butuh teman untuk bicara Kakak siap menjadi pendengar terbaik untuk Dian ..." ucap Kak Syahmi menyemangati Dian.
Beberapa siswa di kelas pun, kembali haru mendengarkan penjelasan dari Kak Syahmi.
"Menurut kau aneh nggk Dia, masih mau dan menunjukan perasaan nya kepada orang yang di cintai nya, bahkan walaupun dia tahu cinta nya tidak akan di terima," ucap Iyan
"Tapi menurutku bukan lah hal aneh Way, kalau aku pun Pasti akan melakukan hal sama, mengungkapkan perasaan ku kepada orang ku cintai, walaupun aku akan tahu kalau cinta ku akan di tolak ... ."
Dengan lirih Iyan pun berkata,
"Kenapa begitu."
"Soalnya ada yang pernah bilang , jika kau telah menemukan orang yang kau cintai, apapun rintangannya akan kau hadapi dan akan kau usahakan untuk mendapatkan hati nya dan jika belum dapat, maka akan terus di kejar sampai dapat, mungkin mudah kalau hanya mengatakan cinta di mulut. Tapi untuk mengatakan nya di dalam hati butuh perasaan yang benar-benar sebuah perasaan dan saat mencari sebuah cinta itu pun sulit. Akan tetapi jika kau sudah mendapatkan nya bakalan akan kau kejar dan harus kau miliki" dan asal kau tau Yan itulah cinta yang mungkin sedang di rasakan Dian, jadi ini bukan lah hal aneh," jelasku sembari tersenyum.
__ADS_1
Sedangkan Iyan tampak juga tersenyum mendengar hal itu. Kata-kata ku itu Ialah kata-kata yang pernah Iyan ucap, kan padaku aku hanya tidak menerima ucapan Iyan yang mengatakan aneh kepada orang-orang yang sedang berusaha untuk mendapatkan cintanya, entah kenapa semenjak aku jatuh cinta kepada Kak Viona aku menjadi orang yang turut andil terhadap orang-orang yang sedang berjuang menggapai cintanya.