Visual Prison : Night Sky With Red Moon

Visual Prison : Night Sky With Red Moon
Yuito's Troble Maker


__ADS_3

Terlepas dari permasalahan ilusi nightmare, kini Kanashii Yuito kembali membuat masalah. Ia berniat untuk memanfaatkan situasi ini sebagai ajang balas dendamnya terhadap Guiltia Brion akan masa lalunya.


"Dark magic, interesting!" ucapnya lalu tersenyum layaknya seorang devil. Yuito berniat menemui Azura dan Daisy untuk ia kendalikan dan membunuh vampire tengah mengikuti visual prison.


Ketika O☆Z, ECLIPSE dan LOSTEDEN sedang bersiap-siap mengikuti visual prison ronde pertama Yuito mengambil kesempatan membawa kedua kakak beradik ke castilnya. Setibanya disana secara otomatis mata Azura dan Daisy berubah menjadi dark purple. Tak banyak basa-basi raja vampir memulai menghasut tanpa lupa menyambut kedua gadis dark magic dengan baik.


"Selamat datang di castle megah nan cantik ini."


"Apa maumu!?"


"Wow keep calm Azura Roseanne."


"Katakan saja apa yang kau inginkan! Kami tidak punya banyak waktu!"


"Hey, Daisy Roseanne kenapa? Kau ingin melihat performance vampire-vampire baka itu?"


"Bukan urusanmu!"


"Tentu saja itu urusanku. Kalian harus berhati-hati. Dark Magic hidup berdampingan dengan bangsa vampire tetapi karena kesalahan Guil kedua kubu itu menjadi musuh bebuyutan. Kau tau kan asal-usul kalian? Bukannya karena pertarungan antara Vampire dan Dark Magic membuat kalian menjadi seperti ini?


Azura dan Daisy memasang mimik wajah berpikir.


"Seharusnya kau dan kau sedikit membengkokan peraturan karena kalian berdua putri dari ilusi nightmare. Right?. Aku sebagai vampire yang baik akan membantu kalian membalaskan dendam kalian. Bagaimana?"


"Ucapanmu memang benar Yuito tapi, aku dan adikku tidak akan menerima perintah apapun darimu!"


"Tenang saja, aku tidak akan memerintahmu justru aku akan menjadi bodyguard kalian."


"Baiklah, kami berdua akan mengatur segalanya."


"Yokay!"


Azura dan Daisy langsung menghilang dengan kekuatan magic-nya dan kembali ke Astro Garden tempat dimana performance ketiga band vampire. Kedua gadis bersurai cokelat dan hitam datang tepat waktu dan duduk di baris tengah.


...Pertama konser di meriahkan oleh kedua sepupu gadis asal London, Hyde Jyer dan Dimitri Romanee. ...


"Wahai my lambs bersiaplah untuk terpukau dengan penampilan kami." -Dimitri & Hyde-


"Kyaaaaaa Dimitri! Hyde!"


Kedua LOSTEDEN mengambil alih panggung dan langsung menyanyikan lagu andalan mereka.


"Saga!"


"Mist!"


"Jack kawai!"


"Elizabeth!"


Terakhir O☆Z menjadi penutup acara visual prison. Sebelum menaiki podium Robin menghampiri Azura dan Daisy bertujuan untuk tidak meninggalkan Astro Garden lantaran mimik wajah kakak beradik itu terlihat bosan.


...Usai ritual visual prison tepat penonton terakhir meninggalkan tempat, Yuito muncul di tengah-tengah gadis dark magic tersebut. O☆Z, ECLIPSE serta LOSTEDEN memasang wajah geram. ...


"Mau apa kau kemari!" sentak Saga mulai naik darah.


"Aku kesini hanya membantu Azura dan Daisy menghapuskan kalian dari dunia ini," responnya dengan nada santai.


"Jangan bercanda!" umpat Dimitri ikut naik pitam.

__ADS_1


"Kami tidak bercanda kakak sepupu tercinta!" pekik Azura dengan aura dark power yang kental.


"A-azura...," shock kesepuluh vampire tak percaya akan perkataan gadis bersurai hitam.


"Daisy-san...ingatlah janji kita!" celetuk Robin berusaha membuka pikiran gadis bersurai cokelat. Daisy berjalan ke arah Robin dan berkata,


"Maaf, kau tidak perlu menepati janjimu," ucapnya singkat.


"Daisy...aku mohon...," lirih Robin dengan raut wajah sendu.


"Wah wah wah ada vampire memohon pada seorang gadis! Bukankah itu termasuk vampire tingkat rendah?" sindir Yuito seraya melipatkan kedua tangannya.


"YUITOOOO!" mata Robin kembali berwarna merah menandakan amarah yang tak tertahankan seraya mengepalkan kedua tangannya. Daisy yang melihat Robin seperti itu reflek menahan salah satu tangan lelaki bersurai pink.


"Daisy! Ayo kita pergi!" perintah sang kakak.


"Robin gomenasai....," gumam Daisy lalu menghilang.


"Bersiaplah menjemput ajal kalian wahai vampire tingkat rendah!" ucap Yuito penuh penekanan kemudian ikut menghilang. Alhasil O☆Z, ECLIPSE dan LOSTEDEN kembali ke rumah sakit penuh amarah.


Setibanya di rumah sakit tepatnya di ruang V.I.P Lily 12, mereka menceritakan peristiwa tak sedap kepada Kuro sebelum tidur.


"Tadaima....," ujar kesepuluh vampire tak semangat.


"Okaeri. Dimana Azura dan Daisy?" sambut lelaki muda bersurai perak yang diakhiri lontaran pertanyaan.


"Itu yang jadi masalah sekarang," ketus Guil kemudian meneguk minuman kaleng yang ia bawa.


"Eh!? Apa yang terjadi?" timpal Kuro penasaran.


Dimitri dan Hyde menjelaskan kejadian usai ritual prison ronde pertama berakhir.


Usai ritual visual prison tepat penonton terakhir meninggalkan tempat, Yuito muncul di tengah-tengah gadis dark magic.


"Mau apa kau kemari!"


"Aku kesini hanya membantu Azura dan Daisy menghapuskan kalian dari dunia ini"


"Jangan bercanda!"


"Kami tidak bercanda kakak sepupu tercinta!"


"A-azura...,"


|Flashback off|


"Inti ceritanya begitu," sambung Hyde usai bercerita.


"Yuito? Siapa dia?" herannya merasa asing dengan nama raja vampire dalam cerita.


"Yuito, dia sebenarnya teman lamaku tapi akibat kesalahanku dimasa lalu ia jadi musuh kentalku," jawab Guil menjelaskan.


"Ini rumit. Ternyata musuh kita tidak hanya satu melainkan dua sekaligus. Yuito mengambil kesempatan ini untuk menghasut nona Daisy dan nona Azura lantaran mereka belum bisa mengendalikan kekuatan ditambah lagi masih tidak bisa menerima kenyataan." timpal lelaki bersurai perak panjang lebar.


"Ya, kurang lebih begitu," celetuk Eve kembali membuka suara.


Keesokan harinya kedua orangtua kakak beradik belum sadar dari koma lantaran belum melewati masa kritis. Dokter, Eve dan Elizabeth ikut memantau keadaan lelaki dan perempuan paruh baya secara berkala. Terlepas dari itu mereka tetap memikirkan cara membawa Azura dan Daisy kembali sebelum kedua orangtuanya bangun dari tidur panjangnya.


Sementara itu kedua gadis dark magic kembali ke apartement. Gadis yang memiliki manik mata hijau dan pink membereskan sedikit demi sedikit barangnya dan memindahkannya ke castle ilusi nightmare. Mereka berdua pergi dengan cara menyamar. Sesudah itu, Azura dan Daisy memutuskan tinggal di apartement untuk sementara sebelum pindah ke nightmare city.

__ADS_1


"Daisy, kenapa? Jangan murung begitu."


"Kak, apa kita harus pindah diam-diam dan membuat castil baru?"


"Tentu saja! Kakak tidak mau tinggal bersama orang yang telah melakukan kesalahan fatal!"


"Kurasa itu terlalu berlebihan."


"Kakak tidak merasa begitu. Daisy, adikku satu-satunya tolong ikuti kemauan kakak ya. Aku hanya ingin melindungimu dari orang-orang jahat serta tak bertanggung jawab..."


"Un, wakatta..."


Setelah selesai berbicara mereka tidur untuk memulihkan tenaga yang sudah terkuras. Disisi lain, Duo ECLIPSE dan Kuro sedang perjalanan menuju apartement. Sesampainya disana Kuro menggunakan kekuatan magic untuk masuk ke dalam kamar apartement.


"ALAKAZAM!" pintu terbuka tanpa terdengar suara. Melihat dua gadis terlelap ketiga lelaki tampan memutuskan untuk stay sampai Azura dan Daisy terbangun.


30 menit kemudian


"Yawn..." Azura terbangun lalu ingin mengambil minum di dapur. Ketika melihat kakak sepupu dan pelayan sang ayah datang, perasaan amarah kembali mengambil alih pikiran.


"Ngapain kalian kemari!"


"Ra, kakak mohon sama kamu jangan terhasut ucapan Yuito. Dia hanya memanfaatkan kalian untuk membalaskan dendam terhadap Guil."


"Untuk saat ini lebih baik kalian fokus pada kesembuhan om dan tante."


"Nona Azura, perkataan tuan Dimitri dan tuan Hyde benar."


Mendengar suara bising, Daisy keluar dari kamar seraya mengusap kedua matanya.


"Hoam...ada apa sih? Berisik banget..."


Ketika membuka mata Daisy kaget akan keberadaa dua kakak sepupunya dan Kuro ada di ruang tengah.


"Ternyata kalian. Kak, mereka mau apa kesini?"


"Intinya mereka ingin mencegah kita untuk tidak melakukan rencana semalam."


"Oh..."


Dimitri dan Hyde menghampiri kedua adik sepupunya lalu Dimitri memeluk Azura, Hyde memeluk Daisy.


"U-um...," shock kedua gadis sehingga suasana menjadi sedikit canggung. "Azura....gunakanlah hati nuranimu," pinta lelaki bersurai biru dengan nada lembut.


"Aku sudah mencobanya tapi aku terlanjur kecewa," ungkapnya seraya sedikit mendorong lelaki dihadapannya.


"Kalau begitu, kami akan memberi kalian waktu untuk menenangkan hati kalian," timpal Hyde sembari melepaskan pelukan.


"Hmm...," respon duo gadis singkat.


Tak lama kemudian Dimitri dan Hyde merasakan sakit lantaran setengah keabadian mereka telah diberikan kepada pihak lawan demi melindungi kedua adik sepupu dari rencana busuk vampire durjana ilusi nightmare.


"A-argh!" mulai merintih kesakitan.


Melihat kondisi kakak sepupunya, mereka dilema untuk melancarkan rencananya. Sedangkan Kuro menceritakan kejadian beberapa jam lalu yang tidak mengenakan. Setelah mendengar cerita lelaki mengenakan jas grey, kakak beradik terkejut akan pengorbanan yang dilakukan bukan main-main. Dimitri dan Hyde di baringkan ke dalam peti terbuka. Azura dan Daisy mulai bimbang,


"Siapa yang harus ku percayai?" batin mereka sambil berpikir.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2