Visual Prison : Night Sky With Red Moon

Visual Prison : Night Sky With Red Moon
Our Hope


__ADS_3

Azura dan Daisy di bawa ke rumah Guil dalam keadaan shock. Tuan rumah, Robin, Dimitri dan Hyde membaringkan kedua gadis untuk diperiksa oleh psikolog yang dikirimkan orangtua DaiZu (Daisy dan Azura).


"Apa yang kalian rasakan sekarang?" tanya sang psikolog muda, tampan nan putih. Tidak menjawab, kedua gadis itu justru bungkam tanpa suara.


"Bagaimana keadaan kedua sepupu saya?" celetuk lelaki tak memakai baju dilanda rasa penasaran.


"Azura dan Daisy baik-baik saja hanya masih shock. Tolong pantau keadaan mereka 1 x 24 jam," balas psikolog menjelaskan panjang lebar.


Sementara itu Eve, Ange dan keempat anggota LOSTEDEN masih melawan pasukan vampire yang berdatangan tanpa henti. Akibat geram Eve selaku hunter mengambil komando untuk melakukan serangan kombinasi. Keenam vampire tersebut menyerang dari enam arah secara bersamaan sehingga membuat kekuatan dahsyat. Alhasil mereka memenangkan pertarungan. Sesudah itu dilanjut dengan mencari jalan keluar dari ilusi nightmare.


Berjalan bersama seraya melihat keadaan sekitar. Namun diperempatan jalan Ange tak sengaja melihat vampire terluka di bagian kepala. Tanpa pikir panjang, lagi dan lagi jiwa menolong bergejolak. Ketika dhampir berjalan ingin menghampiri vampire tersebut, hunter menahan langkah kaki lelaki berjaket orange. "Ange!" serunya.


Otomatis ia menghentikan langkah kaki sembari berkata, "Nani?" lalu menengok lawan bicara.


"Biar aku saja, tetap dibelakangku," responnya kemudian menghampiri gadis tak jauh darinya diikuti oleh kelima rekannya.


"Hey, apa yang terjadi denganmu?" mulai melontarkan pertanyaan.


"Aaaaa!" lantaran ketakutan ia berteriak sembari menutup wajah dengan dua tangannya.


"Jangan takut," celetuk Ange singkat. Tak lama setelah itu gadis vampire mulai tak sadarkan diri. Akhirnya gadis tersebut diangkat oleh Saga.


TAP


TAP


TAP


TAP


Tak menyerah Ange, Eve, Saga, Mist, Elizabet dan Jack kembali menusuri tempat asing tersebut secara teliti. 30 menit kemudian Jack menemukan castil.


"Kita masuk saja ke castil itu. Siapa tau ada jalan keluar," ungkapnya memiliki feeling.


"Baiklah," respon sisanya singkat.


Ketika memasuki castil yang berbeda dari castil tempat penyekapan dua kakak beradik mereka menemukan jalan keluar berupa sebuah kaca bercahaya. Saga mencoba lebih dulu memasuki kaca tersebut dan ternyata cermin tersebut membawanya ke kamar Azura dan Daisy. Saat kelima rekan menyusul, betapa terkejutnya dengan tempat saat ini.


"Mungkinkah ini yang dinamakan takdir?" batin Eve bertanya-tanya.


Beralih ke kediaman Guil, lelaki berambut pink tengah cemas menunggu kembalinya sang kakak.


"Niisan...apa kau baik-baik saja?" Tiba-tiba terdengar suara,


"Robin!" Vampir murah senyum menoleh ke asal suara.


"Nisaan!" girangnya lalu memeluk sang kakak dengan erat.


"Hey! Lepaskan!" ketusnya tak suka saat sang adik manja.

__ADS_1


"Tidak mau, kau terlalu imut niisan" balasnya sambil terkekeh kekeh.


Sedangkan Saga membaringkan vampire yang dilihat Ange di sebelah kamar Azura dan Daisy. Karena keadaan semakin rumit, ketiga anggota visual prison memutuskan untuk tinggal di rumah Guil sampai keadaan Azura, Daisy dan gadis yang belum diketahui namanya membaik.


Malam hari tiba, mereka beristirahat di kamar masing-masing sambil menatap red moon.


|Guil POV|


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Kenapa banyak vampire yang terlibat? Apa mungkin gadis vampire ilusi nighmare memiliki petunjuk? Kuharap pentunjuk akan datang.


|Eve POV|


Kenapa vampire tak punya hati nurani semakin banyak? Mungkinkah mereka kubu yang berbeda dari Yuito? Ini membingungkan. Red moon, berikan kami jalan keluar dari seluruh masalah kami.


|Dimitri & Hyde POV|


Keadaan semakin runyam. Daisy dan Azura selalu dijadikan sasaran empuk bagi vampire yang tak berakal. -Dimitri-


Semoga semua akan segera berakhir dan kembali membuka lembaran baru. -Hyde-


|Jack POV|


Kaca ajaib itu ada di kamar dua kakak beradik itu. Mungkinkah ini kebetulan atau memang sudah takdir?


|Robin POV|


Satu masalah belum kelar, masalah yang lain datang. Hufth...mungkinkah kebahagiaan akan kembali datang?


Wing with wind, aku harus memberi sumber kekuatan untuk mereka. Semoga tepat final visual prison masalah ini sudah berakhir.


|Saga POV|


Yuito? Dia itu memang dari dulu merepotkan. Aku pastikan dia mati ditanganku! Aku akan membalaskan dendamku padanya!


"FIGHTING!"


Seru mereka serentak dan berharap esok hari mimpi buruk perlahan akan menghilang dan kembali berbahagia walau persaingan diantara mereka sangatlah kental.


Terkadang semua yang kita inginkan selalu menjadi kenyataan begitu pula dengan gadis vampire mysterious. Saat sadar dari pingsannya ia mengira vampire durjana tersebut sudah pergi dari ilusi nightmare.


"Ini dimana?" tanyanya dengan suara lirih. "Saat ini kamu ada di rumah Guil," respon Elizabeth menjelaskan. Usai mendengar jawaban dari vampire tak ia kenali, gadis yang belum diketahui namanya itu kembali melontarkan pertanyaan.


"Sejak kapan kalian tinggal di ilusi nightmare? Kalian sangat asing."


Sontak semua lelaki berada disitu heran dengan pertanyaan gadis di hadapan mereka.


"Ilusi Nightmare? Kau sekarang ada dj Harajuku," ungkap Ange menjelaskan.


"Bisa di bilang beda dimensi," sambung Eve ikut menimpali perkataan dhampir di sampingnya.

__ADS_1


"Naniii!?" shocknya sampai membelalakan mata.


"Bagaimana bisa!? Kembalikan aku ke tempat asalku! Agh..." emosinya diakhiri dengan merintih kesakitan.


"Tenangkan dirimu. Kau masih terluka!" ucap Guil dengan tegas.


Karena ketegasan vampire bersurai kuning, vampire asal ilusi nightmare hanya bisa terdiam serta mengekspresikan wajah kesal.


"Tenangkan dirimu terlebih dahulu." ketus Guil lagi lalu keluar dari kamar tamu.


"Guil...," lirih Ange lalu ikut keluar kamar yang diikuti oleh kedelapan lelaki tampan.


Sedangkan keadaan Azura dan Daisy masih tidak ingin bicara kepada siapapun. Alhasil Guil mengadakan rapat untuk mencoba memecahkan masalah saat ini.


"Sepertinya musuh kita akan bertambah," celetuk Eve ditengah rapat.


"Maksudmu?" tanya Jack singkat.


"Kemungkinan besar saat ini kita memiliki dua musuh. Yuito dan vampire yang kita lawan di ilusi nightmare." timpal Eve lagi menjawab pertanyaan vampir cilik penyuka makanan manis.


"Tapi yang jadi pertanyaan adalah bagaimana bisa kaca di kamar apartement Azura dan Daisy menyambung ke ilusi nightmare?" sambung Mist mulai berpikir kritis.


"Soal itu kita tanyakan Azura dan Daisy," celetuk Saga singkat.


"Kurasa mereka tak tau apa-apa soal kaca ajaib itu," respon Dimitri seraya melipat kedua tangannya.


Tak lama kemudian gadis vampire yang mendengar pembicaraan mereka muncul lalu memberikan sepucuk surat kepada Dimitri lalu menghilang begitu saja. O☆Z, ECLIPSE dan LOSTEDEN kebingungan dengan tingkah gadis tersebut. Dimitri penasaran dengan surat itu dan ketika ingin membaca, terdengar suara teriakan dari kamar kedua kakak beradik. "KYAAAAA!" Mereka pun bergegas berlari ke asal suara.


Dimitri dan Hyde mendobrak pintu secara paksa lantaran terkunci dari dalam.


"Lepaskan mereka berdua!" seru Hyde. "Kalau begitu serahkan crystal harapan kehidupan Aiko dan Sora," ungkap pemimpin vampire ilusi nightmare disertai senyum licik.


"Apa maksudmu?" heran Robin tak mengerti dan merasa asing dengan kedua nama yang disebutkan.


"Kalau tidak mau....," ancamnya ingin menggigit leher Azura yang tengah ketakutan.


"Jangan!" seru Daisy mulai berbicara.


"D-da-daisy..."


Entah kekuatan darimana mata kedua kakak beradik berubah menjadi warna ungu dan menghabisi pemimpin vampire tanpa sisa. Melihat hal tersebut Guil, Ange, Robin, Eve, Dimitri, Hyde, Saga, Mist, Elizabeth dan Jack hanya bisa tercengang, merasa tak percaya akan kekuatan terpendam Azura dan Daisy yang muncul secara tiba-tiba.


"Azura-san, Daisy-san daijoubu desuka?" tanya lelaki bersurai pink. Kedua gadis hanya menjawab dengan anggukan lalu kembali bungkam. Merasa ada keanehan dalam tubuh kedua kakak beradik Eve dan Elizabeth mulai memeriksa keadaan mereka.


"Bagaimana?" tanya Dimitri selaku kakak sepupunya penasaran.


"Dark Magic." ucap Eve dan Eli serempak.


"What! dark magic!." shock mereka tak percaya.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2