
Keadaan di Ilusi Nightmare sudah kembali seperti sedia kala. Kuro yang saat ini bertugas sebagai pengganti orangtua kedua putri dark magic sangat bangga akan perkembangan Azura dan Daisy yang sudah bersifat dewasa.
"Nona Azura, nona Daisy saya sebagai penjaga dan pengganti mendiang raja dan ratu, saya sangat bangga dan bahagia melihat kalian tumbuh seperti sekarang."
"Terimakasih Kuro."
"Sama-sama."
"Ah iya, apa kami bisa kembali ke Harajuku?"
"Maaf nona, tidak bisa."
"Tapi kenapa?"
"Karena portal dari dunia mereka dan dunia ini sudah tidak terhubung."
"APAA!?"
"Itu artinya hubunganku dengan Ange sudah berakhir?"
"Maafkan saya nona, ini terbaik untuk kalian."
"Kau bertindak seperti layaknya musuh."
"Saya bukan musuh tapi penjaga sekaligus orangtua nona. Manamungkin saya berani mengkhianati raja dan ratu?"
"Hmm...sekarang kau boleh meninggalkan ruangan ini."
"Baik nona."
Pemikiran berbeda mulai memasuki kepala dua bersaudara. Mereka curiga bahwa Kuro yang bersama mereka bukanlah Kuro yang asli.
"Aku curiga kak, dia bukan Kuro yang asli."
"Kita sepemikiran. Tapi, dimana Kuro yang asli?"
"Kita harus mencarinya sekarang!"
"Hufth baru saja damai. Kenapa masih ada musuh lagi?"
__ADS_1
"Entah."
Azura dan Daisy pun mulai mencari keberadaan Kuro yang asli sekaligus mencaritahu siapa Kuro yang palsu. Mereka mencari menggunakan kekuatan agar mempersingkat waktu. Namun sangat disayangkan, mereka tidak menemukan Kuro yang palsu maupun yang asli.
"Bagaimana ini kak?"
"Wait, kamu merasa ada yang janggal tidak?"
"Mmm....sepertinya iya."
"Jangan-jangan ini bukan Ilusi Nightmare yang asli!?"
Seru kedua kakak beradik serempak.
Disisi lain tepatnya di Harajuku, Ange dan Robin merasa khawatir pada kekasihnya. Ikatan batin yang sangat kuat membuatnya mengetahui bahwa Azura dan Daisy dalam bahaya.
"Ange-san..."
"Sepertinya kau merasakan hal yang sama denganku."
"Ya, aku sangat mengkhawatirkan Daisy."
"Hanya kita berdua?"
"Tentu saja! Guil dan Eve tidak akan mengizinkan kita pergi mencari mereka!"
"Baiklah. Aku ikut denganmu."
Ange dan Robin mencari cara untuk menemukan portal yang masih tersisa di Harajuku. Beruntungnya hanya vampire yang bisa memasuki portal tersebut.
Tak lama kemudian ia menemukan seorang laki-laki menjadi patung dan ternyata ia adalah...
"KURO!"
"Kalau ini benar Kuro lalu siapa yang membawa Azura dan Daisy pergi?"
"Kita harus mencaritahu sekarang juga!"
"Ange-san lalu bagaimana dengan Kuro!?"
__ADS_1
"Please, jaman sudah canggih. Kita kabarin Guil dan Eve!"
"Lantas misi kita?"
"Itu kita pikirkan nanti saja!"
"Iya iya"
Usai mengabari Guil dan Eve, Tanpa pikir panjang, Ange dan Robin masuk ke portal yang sudah mengecil.
"BRAK!"
Kedua vampire terjatuh di sebuah istana megah.
"Diamana ini?"
"Sepertinya bukan ilusi nightmare yang kita kenal?"
Tiba-tiba ada sosok lelaki misterius yang 100% mirip dengan Kuro.
"Selamat datang kembali di Ilusi Nightmare yang baru!"
"K-KURO!"
"K-kalau dia Kuro...siapa Kuro yang menjadi batu?"
"Dia adalah musuh ilusi nightmare yang menyamar menjadi diriku."
"Kalau begitu, dimana Azura dan Daisy?"
"Mereka sedang sibuk. Kalian tunggulah disini, aku akan membuatkan minuman untuk kalian."
"Baiklah terimakasih."
"Terimakasih kembali."
Tak lama kemudian mimuman dan cemilan sudah hadir di depan meja. Mereka bertiga berbincang-bincang sampai tak menyadari bahwa lelaki dihadapan Ange dan Robin sedang menghipnotis mereka.
...☆ENDING☆...
__ADS_1