Visual Prison : Night Sky With Red Moon

Visual Prison : Night Sky With Red Moon
Last Fight


__ADS_3

Yuito Kanashii tengah berpikir keras untuk mengalahkan musuhnya terutama Guiltia Brion.


"Dengan kekuatan baruku ini, aku bisa membangkitkan Mikaela dan semua kaum vampire untuk aku jadikan sebagai mainanku!


Setelah semuanya selesai, aku akan mengembalikan mereka menjadi abu!" ucapnya seraya tersenyum licik.


Ia mulai melakukan pembangkitan para vampir melalui kekuatan red crystal. Namun sayangnya kekuatan red moon belum beradaptasi dengan tuan barunya. Akibatnya para vampire yang ia bangkitkan masih menjadi setengah zombie. Hal itu membuat Yuito takut dan akhirnya ia merubahnya menjadi abu.


"****! Tidak berhasil!" gerutunya tak terima.


Beralih ke kondisi vampire pelindung umat manusia. Guil dan Dimitri di baringkan ke dalam peti dalam keadaan tak sadarkan diri. LOSTEDEN, VALKYRIE, Kuro, Ange, Eve dan Robin yang melihat keadaan dua rekannya tak berdaya merasa tak terima.


"Kita harus membunuh Yuito!" umpat Saga emosi.


"Hm..., tapi kita harus memikirkan rencana yang jitu Saga-sama," timpal vampire berkacamata seraya melipat kedua tangannya.


Sebelum kembali merencanakan strategi, Saga menyanyikan lagu untuk Guil dan Dimitri.


Usai bernyanyi Saga keluar begitu saja akibat memendam amarah yang telah memuncak. Ia mengepalkan kedua tangannya seraya menatap red moon dengan harapan keadilan akan segera muncul. Tak lama kemudian Ange dan Hyde menghampiri vampire bersurai merah dengan raut wajah murung.


"Saga," panggil dhampir.


"Aku tidak mau bicara dengan siapapun! Pergi!" bentaknya mulai kehilangan kesadaran.


"Tenangkan dirimu Saga!" sentak Hyde. Alhasil mereka bertiga kembali ke ruang rapat.


Sementara itu Azura dan Daisy heran maksud perkataan hunter bersurai ungu,


"Ingat kondisimu! Luka hukukanmu sudah cukup parah!" Azura pun berceletuk,


"Eve, ada yang ingin aku tanyakan," seraya menghampiri hunter vampire bersurai ungu.


"Nani?" jawabnya singkat.


"Aku dan adikku tak sengaja mendengar mengenai Guil. Apa yang membuat Guil dihukum?" Mendengar pertanyaan itu Eve menghela nafas kasar.


"Ia di hukum karena menggigit manusia karena menyelamatkan istri dari temannya Guil yang kala itu sedang hamil. Namun sayangnya yang selamat hanya bayinya dan bayi itu adalah Ange," jelas Eve panjang lebar.


"What Ange!?" shock kakak beradik mendengar kabar tersebut.


"Iya itu benar," lirih Ange sembari menundukkan kepala.


"Itu artinya kau seorang dhampir!?" celetuk Daisy heboh.


"Ya begitulah," balasnya singkat.


"Wait...itu maknanya Guil bisa dikatakan sebagai ayahmu dalam bentuk vampire?" ujar Azura ikut memberi pertanyaan.


"True," ungkap Robin singkat.


"Oh, i feel you" kata Azura seraya menghampiri lelaki berjaket orange.


Akibat Ange tak bisa menahan air matanya, ia menundukkan kepala ke pundak Azura dan menangis terisak-isak


"Ssst.... daijoubu Ange-kun. Aku yakin Guil dan kak Dimitri orang yang kuat. Jadi, mereka berdua pasti akan muncul di waktu yang tepat," ucapnya dengan nada menenangkan.


"Guil sangat berharga bagiku," celetuk lelaki bermanik hijau ikut merasa sedih.


"Anak baik, percaya sama kata kak Azura ok?" celetuk Daisy sembari menepuk kepala Robin perlahan.


"Un!" responnya singkat disertai senyuman.


Belum sempat membuat rencana, Yuito Kanashii muncul dan menghisap darah warga Harajuku. Suara teriakan mulai terdengar sampai apartement milik ECLIPSE.


"Yuito Kanashii!" geram Saga langsung menghilang begitu saja.


"Kita harus menyusulnya!" perintah Mist dengan lantang.


"E'm!"


"Berhenti crazy vampire!" pekik Saga hingga matanya kembali merah serta memunculkan taringnya.


"Mwahahaha~! Berlututlah padaku, kalian tidak akan bisa mengalahkanku!" angkuhnya bukan main.


"Tsk! Kami tidak sudi berlutut di depanmu! Dan kau akan menjadi buruanku malam ini!" sambung Eve dengan nada menggebu-gebu.


"Bla bla bla. Mari kita buktikan siapa yang akan mati duluan," tantang Yuito penuh percaya diri.

__ADS_1


Pertarungan di mulai. Satu lawan sebelas memang tidak sepadan. Namun, kekuatan pihak lawan meningkat dengan pesat. Di tengah pertarungan Azura, Daisy dan Hyde mulai melemah. Guil dan Dimitri melindung VALKYRIE dan Hyde.


"Jangan lengah! Tetap di belakang kami!" perintah Guil dengan bijaksana.


"G-guil...," lirih Ange dan Robin yang menyadari kemunculan vampire bermanik ungu.


"Kak Dimitri..," sambung Azura dan Daisy tak percaya.


"Akhirnya kau kembali juga!" girang Hyde menyunggingkan senyuman.


Sedangkan Eve menghajar Yuito habis-habisan. "Terimalah ajalmu Yuito Kanashii!" amuk Eve mulai berapi-api.


"Coba saja kalau bisa!" balasnya dengan menantang lawan. Pertarungan berlangsung sengit sampai akhirnya Yuito menjadi lengah dan inilah peluang mereka untuk mengakhiri semuanya.


"Mari kita akhiri!" seru Guil lagi mengambil alih komando.


"LIGHTNING NIGHTMARE SLASH!" -VALKYRIE & Kuro-


"HYPER RED MOON SLASH!" -O☆Z, ECLIPSE, LOSTEDEN-


"Aaaagh iiieeee!!!"


Red crystal pun ikut hancur bersama tubuh Yuito. Akhirnya pertarungan dimenangkan oleh pihak vampire dan dark magic. Harajuku dan ilusi nightmare kembali damai. Usai last fight O☆Z mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan hari kemenangan sekaligus kembalinya Guil dan Dimitri.


Era baru mulai berjalan. Dimana vampire melindungi umat manusia. Pro dan kontra mulai menyelimuti negara sakura. Namun seiring berjalannya waktu, umat manusia bisa menerimanya. Perasaan lega mulai merasuki perasaan para vampire dan dua gadis ilusi nightmare serta Kuro. Senyuman pun mulai menghiasi wajah tampan dan cantik mereka.


Kini saatnya mereka bersaing untuk acara konser final ritual visual prison yang diadakan 3 minggu lagi. O☆Z, LOSTEDEN, ECLIPSE dan VALKYRIE sibuk latihan di studio masing-masing lantaran 3 minggu merupakan waktu yang singkat. Latihan dan terus latihan tanpa lupa berolahraga untuk menjaga kesehatan fisik.


"Kuro, tolong ambilkan minum!" pinta Azura dengan suara sedikit serak.


"Baik nona," timpal manager sekaligus pengganti kedua orangtua VALKYRIE yang telah tiada.


"Ini nona minumnya," timpalnya lagi memberikan segelas air mineral kepada dua ratu ilusi nightmare.


"Sankyu," sahut dua kakak beradik serempak.


"Sama-sama nona," respon lelaku bersurai perak singkat.


Sementara itu LOSTEDEN tengah berambisi untuk memenangkan visual prison tahun ini.


"Kita harus menang! Kita tidak boleh kalah dari O☆Z, ECLIPSE dan dua domba kecil yang baru terpilih oleh red moon!" ucap Saga menggebu-gebu.


"Sudah ku bilang, jangan memanggilku dengan sebutan sama," pintanya berkali-kali.


"Baiklah," lirihnya seraya menundukan kepalanya.


"Ayo kita latihan lagi," ajak Elizabeth. "Ya!"


Beralih ke studio milik ECLIPSE. Dimitri dan Hyde sedang latihan keras berharap bisa menang tahun ini.


"Tahun ini kita harus menang!" ujar lelaki tanpa mengenakan busana.


"Ya, semoga kita bisa menang," sambung Hyde sembari memandang langit biru.


Sedangkan O☆Z baru saja beristirahat usai latihan.


"Guil, kopi buatannu selalu enak," puji vampire sekaligus hunter.


"Tidak usah memuji begitu," timpalnya lalu menyeruput kopi buatannya.


"Eve-san, Guil-san, kami izin ke tempat Valkyrie ya," celetuk Robin meminta izin.


"Oke. Tapi jangan lama-lama!" serunya lalu kembali menyeruput kopinya.


Ange dan Guil langsung berangkat ke studio gadis yang mereka sayangi. Setibanya disana,


"Tok! tok! tok!" Ange mengetuk pintu dengan harapan Azura dan Daisy membukakan pintunya.


"Ceklek!" Namun sayang seribu sayang ternyata yang membukakan pintu ialah lelaki bersurai perak dengan raut wajah mengintimidasi sembari menyuruh kedua tamu tak diundang masuk ke dalam.


"Mau apa kalian kemari?" tanyanya dengan nada dingin.


"A-kami ingin bertemu dengan Azura dan Daisy," timpal Robin gugup.


"BRAK!" Kuro pun memukul tembok sontak membuat dhampir dan vampir membelalakan matanya.


"Jangan macam-macam dengan nona Azura dan nona Daisy! Kalau sampai terjadi apa-apa dengan mereka, aku akan memenggal kepala kalian!" bisik Kuro penuh penekanan.

__ADS_1


"Uh-uh-uh," respon Ange dan Robin disertai anggukan kecil.


"Hey! Apa yang kalian lakukan?" celetuk Azura seraya melanglahkan kaki diikuti dengan sang adik.


"Bukan apa-apa. Benarkan Robin, Ange?" sambung lelaki bersurai perak merangkul pundak lelaki berjaket orange dan lelaku bersurai pink.


"I-iya bukan apa-apa," ucap kedua lelaki tengah ketakutan.


"Azura...," belum selesai bicara Kuro memberi kode 'kill'. Otomatis Ange menggandeng Daisy sedangkan Robin menggandeng Azura akibat ketakutan melihat Kuro yang over protectif.


"Oy! Kalian salah menggandeng orang!" teriak Kuro lalu masuk ke ruang rekaman dan tertawa terbahak-bahak melihat wajah Ange dan Robin layaknya kucing tengah kaget.


Saat tersadar,


"Maaf," lirih kedua lelaki tampan singkat.


"Kalian kenapa sih hmm?" tanya Azura dengan raut wajah bingung.


"Azura ayo ikut aku," sembari menggandeng tangan gadis bersurai panjang.


"Daisy-san follow me," menggandeng gadis bersurai pendek.


"E-eh...," pasrah dua kakak beradik dalam keadaan tertarik.


|Ange x Azura di taman|


Tanpa aba-aba Ange menyanyikan lagu solonya berjudul 'Wing with Wind' Azura terpesona dengan suara Ange yang halus nan merdu. Tanpa disadari mereka bernyanyi bersama. Usai bernyanyi couple A mengabadikan momen ini dengan mengambil gambar. Setelah itu tibalah Ange mengatakan perasaan yang ia sembunyikan selama ini.


"Azura"


"Ada apa Ange? Kenapa kamu mengajakku ke taman mendadak seperti ini?"


"Maaf tapi aku ingin mengatakan sesuatu yang penting"


"Tentang?"


"Mmm....aku suka sama kamu Azura Roseanne"


Mendengar hal tersebut, Azura menoleh ke sumber suara dengan mata terbelalak.


"A-ange...,"


"Apa kamu mau menemani sisa hidupku?"


["Mungkinkah kita bisa bersatu?"]


"Azura?"


"Aku mau tapi kita terlahir di dunia yang berbeda. Apa mungkin kita bisa bersatu?"


"Aku yakin! Kita pasti bisa bersatu!"


"Semoga saja tapi biarkan waktu yang menjawab"


"Um!"


|Robin x Daisy|


Sebelum memasuki sebuah ruang ekskul, mata Daisy ditutup kain merah.


"Eh, ini kenapa? Aku mau dibawa kemana?"


"Ikut aja, trust me!"


"Oke"


Sesampainya di tempat tujuan, Robin membuka kain merah secara perlahan. Di saat Daisy membuka mata, ia terkejut lantaran melihat tulisan, "Do you be my girlfriend Daisy-chan?" Air mata haru mulai membasahi gadis bersurai pendek.


"R-robin ka-kamu serius?"


"Sure my little lamb. So how? Do you be my girlfriend?"


"Yes I do! And I love you too"


"Yahoo~! I'm so very happy!"


Akibat terlalu girang Robin berteriak sekencang mungkin. Daisy yang melihat hal itu hanya bisa tertawa melihat tingkah kekasihnya yang konyol.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2