
Azura dan Daisy meninggalkan apartemen dan bergegas menuju rumah sakit. Setibanya disana kedua kakak beradik terengah-engah dan masih mengatur nafasnya. Mereka berdua tidak menggunakan kekuatan magic lantaran dalam mode manusia biasa.
HOSH
HOSH
HOSH
HOS
"CEKLEK!"
Terdengar suara di bukanya gagang pintu. Saga dan Eve memasang kuda-kuda sebagai antisipasi namun ternyata yang datang adalah Azura dan Daisy.
"Fyuh...kami kira yang datang manusia suruhan vampire ilusi nightmare," ucap Mist seraya menghela nafas lega.
Tidak menimpali perkataan lelaki berkacamata kedua kakak beradik memasang raut wajah panik. Melihat adanya yang tidak beres, Eve dan Robin menghampiri kedua gadis tersebut.
"What happend?" lelaki bersurai biru mulau melontarkan sebuah pertanyaan.
"Dimitri...! Hyde....!" sahut kedua gadis dengan suara tak jelas.
"Tenang dulu, tarik nafas....buang nafas....," pinta lelaki bersurai ungu untuk keep calm.
"Huuh...haah...."
"Sekarang ceritakan perlahan," ujar Elizabeth singkat. Azura dan Daisy mulai bercerita secara bergantian.
|Flashback|
Tak lama kemudian Dimitri dan Hyde merasakan sakit lantaran setengah keabadian mereka telah diberikan kepada pihak lawan demi melindungi kedua adik sepupu dari rencana busuk vampire durjana ilusi nightmare. "A-argh!" mulai merintih kesakitan.
Melihat kondisi kakak sepupunya, mereka dilema untuk melancarkan rencananya. Sedangkan Kuro menceritakan kejadian beberapa jam lalu yang tidak mengenakan. Setelah mendengar cerita lelaki mengenakan jas grey, kakak beradik terkejut akan pengorbanan yang dilakukan bukan main-main. Dimitri dan Hyde di baringkan ke dalam peti terbuka. Azura dan Daisy mulai bimbang,
"Siapa yang harus ku percayai?" batin mereka sambil berpikir.
|Flashback off|
"NANIIII!" seru kedelapan vampire shock usai mendengar cerita kakak beradik.
"Bagaimana bisa! Kapan mereka merelakan setengah keabadiannya!" sambung Jack tak percaya.
"Ya ampun, demi melindungi Azura dan Daisy mereka berdua rela melakukannya walau keabadiannya sebagai taruhannya," lanjut Mist seraya membernarkan kacamata.
"Pssst!" kode Guil lantaran perkataan Mist tak enak di dengar oleh kedua kakak beradik yang sedang berduka.
Alhasil LOSTEDEN memutuskan menjaga Dimitri dan Hyde dalam keadaan tak sadarkan diri di peti. Sedangkan O☆Z, Azura dan Daisy menjaga lelaki dan wanita paruh baya yang merupakan orangtua A 'n D.
Kanashii Yuito tiba-tiba muncul dan langsung membawa kedua kakak beradik pergi tanpa permisi.
"Yuitooo!" seru keempat anggota O☆Z telat menyadari keberadaan lawan.
Raja vampire membawa Azura dan Daisy ke castle ilusi nightmare. Setibanya disana lelaki bermata merah mulai membuka suara.
"Jadi bagaimana kelanjutan rencana kalian wahai tuan putri yang cantik," katanya diakhiri dengan rayuan.
"Kami sedang tidak bisa berpikir!" umpat Azura sekaligus mewakili perasaan sang adik kemudian membawa Daisy menghilang.
"Mwahaha permainan dimulai!" tuturnya disertai senyuman licik.
"Mikaela, kau sangat cerdas! Tidak salah aku memilihmu ajdi tangan kananku!" pujinya tertuju pada lelaki bersurai kuning ngejreng.
"Ha'i my majesty, thankyou.." respon Mikaela singkat tak lupa memberi hormat.
Azura dan Daisy muncul ke ruang dimana kedua orangtuanya di rawat dengan wajah penuh penyesalan disertai dilema mulai melanda.
"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" batin A 'n D serempak.
"Azura, Daisy daijoubu desuka?" tanya Ange memastikan. Azura dan Daisy hanya menggelengkan kepala dan tak sadar air bening keluar dari mata indah mereka jatuh. Menengok hal ini O☆Z memilih diam sampai kedua gadis merasa lebih tenang.
Setelah kakak beradik merasa tenang, Ange memulai percakapan.
"Azura, apa yang dikatakan oleh Yuito tadi?" tanyanya penasaran.
"Bukan apa-apa..." respon Azura tanpa memandang lawan bicara.
"Daisy-san...," panggil Robin seraya menghampiri gadis bersurai pink.
"Robin, apa red moon akan membantu kami?" balasnya melontarkan pertanyaan dengan mata berkaca-kaca.
"Un, red moon akan menolong kalian," balas Robin disertai anggukan.
Tak lama kemudian lelaki dan wanita paruh baya mulai membuka mata secara perlahan.
"A-zu-ra, D-dai-sy a-nak-ku..," kata sang Bunda terbata-bata.
"A-ayah...bu-buunda...hiks...hiks...," tangisan Daisy mulai pecah. Sedangkan Azura mulai protes.
"Ayah, bunda kenapa kalian menyembunyikan rahasia sebesar ini?" tanya anak sulung dengan nada datar.
"Maaf nak, kami terpaksa merahasiakannya. Tapi bukan berarti ayah dan bunda menyimpan rahasia besar ini sampai akhir hayat," respon sang ayah sudah memulihkan kondisi dengan kekuatannya.
"Rencananya bunda ingin memberitahu kalian di umur 24," sambung sang bunda yang sudah sehat.
"Tetap saja! Kalian membuatku dan Daisy kecewa! Ini bukan masalah kecil tapi sangat besar!" umpat Azura lagi tak terima lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut serta tak lupa mengajak sang adik.
__ADS_1
"K-kakak...," lirih sang adik sedikit melirik gadis yang menjadi panutannya.
Azura dan Daisy pergi ke atap gedung rumah sakit untuk menenangkan pikiran. Kala itu hari sudah malam dan dua bulan mulai menyinari kota Harajuku.
"Kakak...apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya sang adik memulai percakapan.
"Entah...kakak tidak tau harus mempercayai siapa...," responnya mulai mengeluh.
Tanpa aba-aba Azura bernyanyi seraya memandang bulan merah dan diikuti oleh sang adik.
🎶🎶
Di langit malam yang gelap nan sunyi
🎶🎶
Kami menatapmu
🎶🎶
Berharap keajaiban 'kan datang
🎶🎶
Membawa suka dan tawa
🎶🎶
Happiness and miracle
🎶🎶
Percayalah perasaan terbelenggu akan segera pergi
🎶🎶
Membawa kebahagiaan tak kunjung padam
🎶🎶
Masa depan cerah akan kami raih sekuat tenaga
🎶🎶
Tuk mengembalikan senyuman terbaik
Usai bernyanyi red moon menjawab nyanyian kedua gadis bermata dark purple. Cahaya merah turun dan memberikan lambang bulan setengah lingkaran dihisi dengan huruf V kapital berwarna orange bercampur yellow. Kejadian tersebut membuat Azura dan Daisy terkejut.
"Apa artinya ini?" batin kedua gadis tersebut bertanya-tanya.
"Valkyrie...," celetuk Daisy.
"Kak, tanda yang kita miliki saat ini sama seperti O☆Z, ECLIPSE dan LOSTEDEN. Artinya kita harus mengikuti ritual visual prison," jelas sang adik panjang lebar.
"Tsk! merepotkan!" gerutu gadis di sampingnya.
Keesokan harinya kemunculan Valkyrie trending di media sosial lantaran pihak rumah sakit merekam kejadian tersebut dan membuat gempar serta menjadi perbincangan.
"NANI!" shock kedua kakak beradik saat menatap layar telepon genggam.
"Kalian diberikan tanda ini semalam!" ucap O☆Z dan LOSTEDEN serempak. Azura dan Daisy hanya menjawab dengan anggukan tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Itu artinya saingan kita bertambah," celetuk Saga kesal.
Masalah ECLIPSE belum selesai namun masalah baru datang bertubi-tubi. Kedua musuh memutuskan untuk bekerjasama lantaran musuh mereka berkesinambungan. Tak lepas dari itu group baru Valkyrie harus mengikuti ritual visual prison agar selamat dari kematian.
Hari demi hari berjalan seperti biasa. Perasaan Azumi dan Daisy masih campur aduk walau berusaha menerima kenyataan pahit di kehidupan remajanya. Tak bisa dipungkiri bahwa kita tidak bisa mengetahui takdir apa yang akan di dapatkan.
Kala itu hujan lebat melanda kota Harajuku. Keluarga bermarga Roseanne serta O☆Z mulai mencari cara untuk mengembalikan ECLIPSE seperti sedia kala.
"Dimitri, Hyde memberikan setengah keabadiannya terhadap musuh durjanah dan itu membahayakan nyawa mereka," celetuk Eve mulai berpikir.
"Bagaimana kalau kita tanyakan pada Elizabeth dan Kuro," respon Robin memberi saran.
"Tidak perlu...," tutur lelaki paruh baya yang merupakan ayah dari kedua kakak beradik.
"Eh?" sahut Ange dan Guil seraya menyengitkan dahi serempak.
"Saya dan istri saya akan menyerahkan seluruh keabadian kami khusus untuk keponakan saya," jawabnya menjelaskan.
Azura dan Daisy yang sedaritadi bungkam, kini mulai membuka suara.
"Ayah! Bunda! Jangan lakukan itu!" ungkap anak pertama emosi.
"Kalau ayah dan bunda melakukan ritual itu, kalian akan tiada...," lanjut sang adik mengekspresikan raut wajah sedih.
"Nak, seorang dark magic memang memiliki keabadian masing-masing. Akan tetapi, itu hanya berlaku bagi generasi anak muda seperti kalian," tutur wanita paruh baya memberi pengertian.
"Tapi bun...," bantah si sulung tidak mengizinkan.
"Nak, umur kami tidak lama lagi jadi, lebih baik keabadian ayah dan bunda di berikan kepada Dimitri dan Hyde," sambung sang ayah ikut memberi pengertian.
Kedua pasangan suami istri bergegas melakukan ritual memberikan seluruh sisa keabadian. Usai itu lelaki dan wanita paruh baya menghembuskan nafas terakhir. Air mata mulai menetes membasahi pipi. Ange dan Robin berusaha menenangkan kedua gadis tersebut.
"Ayah! Bunda! jangan tinggalkan kami hiks...hiks....," menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian dua anggota ECLIPSE sadar.
"I-ini ada apa?" heran Dimitri melontarkan pertanyaan.
"Om..tante...," shock Hyde tak sengaja melihat kedua paruh baya terkapar di dalam peti. Mendengar pertanyaan tersebut Kuro menceritakan segalanya.
"N-NA-NAN!" mata lelaki bersurai biru dan bersurai kuning membelalakan matanya disertai merasa memyesal.
Dari kejauhan raja Yuito merasa menang dengan kejadian hari ini.
"Akhirnya rencanaku sukses. Ini kesempatanku untuk mengendalikan kedua nona putri ilusi nightmare," girangnya tersenyum licik lalu menghilang.
Walau perasaan masih tersayat karena kepergian panutan hidupnya, Azura dan Daisy harus melakukan first performance di malam hari. Kedua gadis tersebut mencoba profesional dalam melakukan apapun.
Malam hari tiba. Penduduk Harajuku berbondong-bondong mengunjung Astro Garden demi penampilan pendatang baru. Tak lama acara pun di mulai. Lampu sorot mulai menyorot dua gadis cantik bersurai ungu serta bermanik mata ungu. Sorak serta tepuk tangan memenuhi ruangan.
Valkyrie mulai bernyanyi.
"Selamat malam wahai penduduk kota Harajuku" -Dasiy-
"Bersiaplah terhipnotis oleh lagu kami!" -Azura-
🎶🎶
Di langit malam yang gelap nan sunyi
🎶🎶
Kami menatapmu
🎶🎶
Berharap keajaiban 'kan datang
🎶🎶
Membawa suka dan tawa
🎶🎶
Happiness and miracle
🎶🎶
Percayalah perasaan terbelenggu akan segera pergi
🎶🎶
Membawa kebahagiaan tak kunjung padam
🎶🎶
Masa depan cerah akan kami raih sekuat tenaga
🎶🎶
Tuk mengembalikan senyuman terbaik
Sorak penonton yang menjadi cahaya layaknya cahaya bintang terdengar sangat jelas.
"AAAAAAA!" perasaan tak biasa mulai menyusup ke dalam hati kedua bintang hari ini lantaran mendengar seruan ceria para penonton.
Usai konser perdana Valkyrie, Azura dan Daisy kembali ke kediaman ECLIPSE. Setibanya disana, kedua kakak beradik rebahan sejenak. Namun, beberapa saat kemudian mimpi buruk mulai menghantui dua gadis asal ilusi nightmare.
Di bunga tidur yang sama, mereka berdua di suguhi dengan suasana mencengkam serta menakutkan. O☆Z, ECLIPSE dan LOSTEDEN di bunuh oleh pihak lawan secara sadis. Sedangkan Azura dan Daisy selamat dalam peristiwa itu karena bersembunyi di sebuah ruangan.
"Ti-tidak..."
"Ka-kak hiks...ini tidak nyatakan kak?"
"Entahlah... tapi aku senang kamu juga selamat dek hiks...hiks..."
"Kita harus bagaimana sekarang? Tempat tinggal kita sudah hancur kak hiks...hiks..."
"Kita tinggal saja di Harajuku dek...,"
"Mwahahaha....jangan harap bisa kabur dari sini! Bersiaplah untuk menyusul kesepuluh rekan kalian!"
HIYAAAAA!
•
•
•
•
•
"Aaaaaaaaaaaa!!!"
Azura dan Daisy menjerit ketakutan. Dimitri dan Hyde bergegas menghampiri adik sepupunya.
__ADS_1
"Hey, ada apa?" celetuk lelaki bersurai biru disertai ekspresi cemas. Tidak menjawab pertanyaan, kedua gadis hanya bisa bungkap tanpa reaksi. Lantaran bingung dengan tingkah mereka, Hyde mengundang O☆Z dan LOSTEDEN ke apartement untuk membicarakan masalah ini.
To be continue