Visual Prison : Night Sky With Red Moon

Visual Prison : Night Sky With Red Moon
Dream Flashback


__ADS_3

Setelah perasaan kedua kakak beradik merasa lebih tenang, mereka memutuskan untuk tidur. Sementara itu O☆Z dan LOSTEDEN kembali ke kediaman masing-masing.


Di dalam mimpi, Azura dan Daisy flashback akan peristiwa awal dimana saat pindah ke Harajuku. Peristiwa tidak mengenakan mulai menghantui mereka.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Bu-bulan merah? Ke-kenapa bulannya ada dua?" herannya bertanya-tanya.


Tiba-tiba sang adik terbangun mengagetkan sang kakak.


"Kakak kenapa? " tanya sang adik heran dengan tingkah sang kakak.


"Sini deh , ada dua bulan yang muncul di langit," respon sang kakak memanggil adiknya.


Sang adik bergegas menghampiri kakaknya dan melihat apa yang Azura lihat. "Bulan merah? Kok serem kak"


"Semoga bulan merah ini tidak membahayakan," kata Azura penuh harap.


"Iya kak, aku juga berharap begitu," celoteh Daisy.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


"Siapa tuh?"


Sosok lelaki muda berbadan tegap , bermata merah , berambut kuning serta mengenakan jas serta celana berwarna hitam lengkap menggunakan sarung tangan berwarna merah dan tak lupa mengenakan topi di atas kepalanya muncul di hadapan Azura.


Saat melihat sosok tersebut , gadis yang hanya mengenakan baju tidur ingin berteriak tetapi dengan secepat kilat lelaki tersebut menutup mulut gadis itu dan berkata,


"Ssstt...jangan teriak. Aku tidak memiliki niat jahat."


Azura hanya bisa menganggukkan kepala disertai rasa takut yang melanda.


"Datanglah ke taman bunga sakura esok hari dan bawa adikmu juga," sambungnya lalu menghilang.


"Si-siapa dia sebenarnya?" masih berdiri kaku karena rasa takutnya.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Kalian berdua," panggil Guil.


"Apa maumu? Kenapa kau membawa temanmu?" tanya Azura dengan suara lantang seakan tak takut kepada siapapun.


"Kami titip kotak ini dan tolong jaga baik-baik," ujar lelaki berambut ungu sembari memberikan kotak berwarna merah berpita hitam.


"Ha? Apa ini?" tanya Azura mulai curiga akan mereka memiliki niat jahat.


"Kenapa harus kami?" sambung Daisy mulai mengintimidasi.


"Jangan banyak tanya. Nanti malam akan kami jelaskan di rumahku," respon lelaki berambut kuning seraya memberi alamat yang tertulis di secarik kertas kecil dan Azura bergegas menerimanya.


"Minna ikou," sambungnya lagi lalu melangkah pergi yang diikuti oleh Ange dan Eve.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

__ADS_1


Saat sudah masuk dan duduk di meja tamu Guil mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Jadi sebenarnya ada apa?" tanya Azura penasaran.


"Jadi begini , kami sedang melakukan ritual visual prison tetapi , tugas kami tidak hanya itu melainkan melindungi umat manusia seperti kalian berdua," kata Guil menerangkan.


"Visual prison?"


"Ya. Visual prison adalah ritual menyanyikan lagu yang tertuju untuk bulan merah," sambung Ange ikut menjelaskan.


"Sudah kuduga , ini ada hubungannya dengan bulan merah," komen Azura sudah menduga dari awal.


"Lalu apa isi kotak itu?" celetuk Daisy melontarkan pertanyaan.


"Air mata bulan merah berbentuk crystal," jawab Eve singkat.


"Saat ini kondisi di Harajuku sedang tidak kondusif karena di duga ada vampir yang memangsa manusia. Maka dari itu kami meminta kalian untuk menjaga darah suci itu, " sambungnya lagi.


"Vampir pemangsa manusia? Lalu kalian berempat itu juga vampir kan?" heran Azura masih tidak mengerti sekaligus memastikan.


"Hmm...kami berempat memang vampir tetapi sebenarnya memakan manusia di haramkan karena umat manusia seharusnya di lindungi bukan di mangsa," lanjut Ange menjawab pertanyaan Azura.


"Apa ada vampir baik seperti kalian?" celetuk Daisy menahan rasa ketakutan.


"Un ada. Eclipse dan Lost eden. Mereka juga sedang mengikuti viusal prison tetapi kami bersepakat untuk melindungi umat manusia agar tidak binasa," sambung Eve.


"Begitu ya. Huft pantas saja perasaanku daritadi waswas," ungkap sang kakak menghela nafas secara kasar.


"Aku pun," sambung sang adik.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Mendengar perkataan tersebut, Azura dan Daisy terkejut lantaran saat dark magic menguasai tubuh kedua kakak beradik, mereka tidak menyadarinya.


"Aku dan kak Azura hanya manusia biasa. Kami tidak memiliki kekuatan," celetuk Daisy sebelum Kuro menjawab pertanyaan selanjutnya.


"Ya! Itu benar!" sambung sang kakak membenarkan.


Tanpa pikir panjang lagi lelaki dark magic menjelaskan tentang siapa kedua orangtua kedua gadis tersebut.


"Jadi sebenarnya aku adalah orang kepercayaan tuan Sora. Di masa lalu saya ditugaskan untuk menjaga nona Aiko dan tuan Sora....tetapi, akibat pertarungan besar istri tuan Sora terpaksa melahirkan kedua anaknya di bumi lantaran..." mulai menjelaskan panjang lebar.


"N-NANIII-!" seru mereka semua setelah mendengarkan cerita.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Dimitri dan Hyde menghampiri kedua adik sepupunya lalu Dimitri memeluk Azura, Hyde memeluk Daisy.


"U-um...," shock kedua gadis sehingga suasana menjadi sedikit canggung.


"Azura....gunakanlah hati nuranimu," pinta lelaki bersurai biru dengan nada lembut.


"Aku sudah mencobanya tapi aku terlanjur kecewa," ungkapnya seraya sedikit mendorong lelaki dihadapannya.

__ADS_1


"Kalau begitu, kami akan memberi kalian waktu untuk menenangkan hati kalian," timpal Hyde sembari melepaskan pelukan.


"Hmm...," respon duo gadis singkat.


Tak lama kemudian Dimitri dan Hyde merasakan sakit lantaran setengah keabadian mereka telah diberikan kepada pihak lawan demi melindungi kedua adik sepupu dari rencana busuk vampire durjana ilusi nightmare.


"A-argh!" mulai merintih kesakitan.


Melihat kondisi kakak sepupunya, mereka dilema untuk melancarkan rencananya. Sedangkan Kuro menceritakan kejadian beberapa jam lalu yang tidak mengenakan. Setelah mendengar cerita lelaki mengenakan jas grey, kakak beradik terkejut akan pengorbanan yang dilakukan bukan main-main. Dimitri dan Hyde di baringkan ke dalam peti terbuka. Azura dan Daisy mulai bimbang,


"Siapa yang harus ku percayai?" batin mereka sambil berpikir.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


"Saya dan istri saya akan menyerahkan keabadian kami khusus untuk keponakan saya," jawabnya menjelaskan.


Azura dan Daisy yang sedaritadi bungkam, kini mulai membuka suara.


"Ayah! Bunda! Jangan lakukan itu!" ungkap anak pertama emosi.


"Kalau ayah dan bunda melakukan ritual itu, kalian akan tiada...," lanjut sang adik mengekspresikan raut wajah sedih.


"Nak, seorang dark magic memang memiliki keabadian masing-masing. Akan tetapi, itu hanya berlaku bagi generasi anak muda sekarang," tutur wanita paruh baya memberi pengertian.


"Tapi bun...," bantah si sulung tidak mengizinkan.


"Nak, umur kami tidak lama lagi jadi lebih baik keabadian ayah dan bunda di berikan kepada Dimitri dan Hyde," sambung sang ayah ikut memberi pengertian.


Kedua pasangan suami istri bergegas melakukan ritual memberikan seluruh sisa keabadian. Usai itu lelaki dan wanita paruh baya menghembuskan nafas terakhir. Air mata mulai menetes membasahi pipi. Ange dan Robin berusaha menenangkan kedua gadis tersebut. "


Ayah! Bunda! jangan tinggalkan kami hiks...hiks....," menangis tersedu-sedu.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Di bunga tidur yang sama, mereka berdua di suguhi dengan suasana mencengkam serta menakutkan. O☆Z, ECLIPSE dan LOSTEDEN di bunuh oleh pihak lawan secara sadis. Sedangkan Azura dan Daisy selamat dalam peristiwa itu karena bersembunyi di sebuah ruangan.


"Ti-tidak..."


"Ka-kak hiks...ini tidak nyatakan kak?"


"Entahlah... tapi aku senang kamu juga selamat dek hiks...hiks..."


"Kita harus bagaimana sekarang? Tempat tinggal kita sudah hancur kak hiks...hiks..."


"Kita tinggal saja di Harajuku dek...,"


"Mwahahaha....jangan harap bisa kabur dari sini! Bersiaplah untuk menyusul kesepuluh rekan kalian!"


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


"Kyaaaaaaa!"


Lantaran mimpi buruk kembali menghantui kedua kakak beradik terbangun dan mulai depresi akibat tak dapat mengendalikan emosi saat ini. Sedangkan Dimitri dan Hyde tertidur pulas hingga tak mengetahui keadaan dua adik sepupunya.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2