
Episode sebelumnya
Yuito yang melihat rekannya binasa tak terima. "Tidak mungkin...., KALIAN HARUS MEMBAYAR NYAWA MEREKA!" batinnya mulai menjerit lalu menghilang bagai disapu angin.
"Tuan, saya kembali!"
"Dimana rekan-rekanmu?"
"Mereka telah binasa tuan."
"NANII! BAGAIMANA BISA!?"
Alhasil Yuito menceritakan peristiwa yang baru terjadi beberapa menit lalu.
"Hmm...kalau begitu....bawa O☆Z, LOSTEDEN, ECLIPSE, VALKYRIE dan Kuro kehadapanku sekarang juga! Kita langsung eksekusi mereka!"
Episode saat ini
Yuito langsung melaksanakan perintah dari raja Raymond di temani oleh sisa pasukan yang ada. Namun kali ini ia berhasil membawa keempat band visual prison beserta Kuro ke kastil Raymond yang bertepatan di ilusi nightmare.
"Kalian cepat berlutut di hadapan majesty Raymond!" perintah Yuito terhadap ketigabelas tawanannya.
"Tsk! Kami tidak sudi melakukan perbuatan hina seperti itu!" celetuk vampire bersurai biru memberontak.
"Kurang ajar kau! Berani berkata seperti itu!" geram Yuito lalu membenturkan tubuh Dimitri ke tiang di dekatnya. "BRAK!"
Tak terima melihat sang kakak sepupu tersakiti, Azura dan Daisy menggunakan mantranya untuk melepas ikatan yang sangat kuat di tangan dan juga kaki. Tak lupa juga mereka berdua membebaskan kesebelas rekannya.
"Berani kau menyakiti kak Dimitri!" amarah dua gadis bersaudara mulai memuncak hingga manik mata berubah menjadi ungu.
"Nona tenanglah!" ujar Kuro penuh penekanan.
Rencana awal mulai kacau lantaran Azura dan Daisy terbawa emosi. Guil dan Saga bergerak cepat merubah ke plan B. Robin memberi kode melalui tangannya. Kuro yang sedaritadi berusaha menenangkan dua domba kecil mulai menghilang guna memantau situasi dari atas.
Sebelum benar-benar bertarung O☆Z dan ECLIPSE mempersembahkan sebuah lagu guna memecah konsentrasi pihak musuh sedangkan LOSTEDEN dan VALKYRIE melawan pasukan vampir milik Raymond dan Yuito terlebih dahulu.
...Usai bernyanyi pihak lawan baru tersadar bahwa sisa pasukan telah menjadi abu. Raymond dan Yuito semakin geram. Raymond menyerang Azura dan Daisy sedangkan Yuito sendiri bertarung dengan Guil. Di tengah pertarungan saat lelaki bersurai kuning serta dua domba kecil mulai lengah Eve dan Hyde menggantikan posisi mereka. Sedangkan sisanya berusaha menghancurkan crystal sumber kekuatan Raymond tepat di balkon atas kastil. ...
"Guil! Azura! Daisy! bantu mereka menghancurkan crystal itu!" kode Eve menahan serangan Raymond.
"Un!" respon Azura dan Daisy bergegas pergi.
"Eve! Biarkan aku mengalahkannya!" amarah Guil semakin memuncak.
"Ingat kondisimu! Luka hukukanmu sudah cukup parah!" timpal Eve ikut menyerang mantan rekannya di masa lalu.
__ADS_1
"Tapi...," bantah vampire bermanik ungu tak terima.
"Ikuti saja permintaanku! Pikirkan perasaan Ange!" sambung sang vampire hunter penuh penekanan.
"Tsk!" pasrahnya kemudian menyusul rekannya yang lain.
"Baka! Hunter payah, kau mau jadi pahlawan kesiangan hah!?" protes Yuito meremehkan kekuatan Eve.
"Guil sangat berarti bagiku jadi, jika kau ingin membunuhnya langkahi dulu mayatku!" pekik lelaki bersurai ungu kembali menyerang Yuito.
"Kau tak pantas hidup di dunia fana ini! Bersiaplah untuk menjadi buruanku malam ini!" sambungnya lagi seraya menyanyikan lagu wajib saat berburu berjudul 'Nemesis'
Beberapa saat kemudian, Raymond berhasil dikalahkan oleh Hyde.
"Terimalah ajalmu dan akan ku kirim kau ke neraka!" bentaknya langsung menghunuskan pedangnya tepat di jantung lelaki angkuh dihadapannya.
"Iiiiieeee!" teriak raja Red Castle sebelum menjadi abu lalu di serap oleh red moon.
Sementara itu Guil, Ange, Robin, Dimitri, Saga, Jack, Elizabeth, Mist, Azura dan Daisy menggabungkan kekuatannya untuk menghancurkan red crystal keabadian milik Raymond Akioshi. Sedangkan Kuro mulai membantu Eve dan Hyde untuk mengalahkan Yuito Kanashii sang pembuat resah warga dua dunia.
"Kenapa susah sekali menghancurkannya!" kesal Saga dalam keadaan lelah.
"Stop!" celetuk Azura memberi arahan.
"Why?" heran Robin menaikkan salah satu dahinya.
"Un! Kita harus tau dulu kelemahan crystal ini," sambung Daisy ikut menjelaskan.
"Baiklah...," respon sisanya serempak.
"Kalau begitu bagi kelompok saja! Mungkin kita bisa mendapatkan informasi dari kastil mengenai red crystal ini," saran vampire berkacamata.
"Great idea!" sahut Jack menyetujui saran rekannya.
"Ok! Aku, Jack dan Mist mencari informasi di lantai atas. Dimitri, Guil dan Elizabeth cari ke sekitar kastil. Robin, Daisy, Ange dan Azura cari ke lantai bawah!" ucap Saga mengambil alih komando.
"Ha'i!" melesat dan mulai menjalankan tugas.
15 menit kemudian mereka kembali ke titik awal. "Bagaimana? Apa kalian menemukan petunjuk?" tanya Guil penasaran. Tim Saga dan Ange hanya menggelengkan kepala.
"Ini sangat membingungkan," keluh Ange disertai ******* perlahan.
"Ange, jangan menyerah. Kita pasti bisa melewatinya hmm?" ujar Azura memberi semangat.
"Un!" respon Ange singkat disertai anggukan perlahan.
__ADS_1
Beralih ke kondisi Eve, Hyde dan Kuro. Ketiga lelaki tangguh melakukan serangan kolaborasi.
"RED MOON SLASH!" Sangat disayangkan, serangan mereka meleset.
"Nani! Sounna...," shock Eve, Hyde, Kuro serempak.
"Mwahahahaha~! Sudah kubilang kalian tidak bisa mengalahkanku!" sombongnya tersenyum sinis.
"Kuso!" geram Kuro ingin menyerang vampire angkuh bukan main tetapi di cegah oleh Eve,
"Kuro, jangan terbawa emosi!"
"Mari kita akhiri sekarang juga!" celetuk Guil sembari melangkahkan kaki yang diikuti oleh rekan-rekannya.
"G-guil...," lirih Eve terkejut.
"Oho! Akulah yang akan menghabisi dirimu Guiltia Brion!" gretak Yuito mulai bosan.
"Coba saja kalau bisa!" umpat Guil tak mau kalah.
"Dame!" Ange menahan tangan Guil.
"Jangan lemah Ange!" gretaknya lalu kembali melangkahkan kaki.
Ange menyanyikan potongan lagu Zankoku ShangriLa. Sontak vampire bersurai kuning mengingat kenangan bersama dhampir. "Semuanya sudah terlambat!" celetuk Yuito dengan kondisi red crystal berada di tangannya.
"Red crystal, jadikan aku vampire yang abadi dan tak terkalahkan oleh siapapun!" serunya kemudian crystal tersebut menyelinap masuk ke dalam tubuhnya membuat Yuito merintih kesakitan.
"Aaaarghh.....aku bisa merasakan kekuatan yang sangat besar...aaargh!!!" matanya berubah menjadi merah darah.
"Celaka!" lirih dua gadis dark magic tak percaya akan apa yang mereka saksikan.
"Sebentar lagi kalian akan lenyap!" lanjut Yuito lagi lalu menghilang.
"****!" batin Saga sembari mengepalkan kedua tangannya.
"Kita kembali ke apartemen sekarang. Dimitri butuh istirahat," celetuk Hyde seraya menahan tubuh lelaki bersurai biru yang terluka cukup parah.
"Argh!" Guil pun ikutan drop hingga tak sadarkan diri.
"Guil!" lirih Ange, Robin dan Eve mulai menangis.
"Awas kau!" amuk Eve lalu bergumam dalam hati, "Aku bersumpah akan membunuhmu untuk menebus dosa atas perbuatanmu Yuito Kanashii!"
"Eve hayaku!" teriak Saga membuat sang hunter tersadar dari lamunannya. Sesampainya di apartement Dimitri dan Guil dibaringkan ke dalam peti.
__ADS_1
"Red Moon, tolong berikan Guil kesempatan kedua...," batin Ange dan Robin mengutarakan keinginannya.
To be continue