Visual Prison : Night Sky With Red Moon

Visual Prison : Night Sky With Red Moon
Misi Penyelamatan


__ADS_3

Alhasil kedua kakak beradik dibawa ke castil di tempat tersebut. Azura dan Daisy kembali menjadi sandra yang akan dijadikan sebagai persembahan bulan purnama. Tidak bisa kabur lantatan kedua kakak beradik itu di tali di tiang seperti saat di sandra pertama kali.


Perasaan takut, cemas bercampur menjadi satu. Daisy seperti kehilangan harapan untuk hidup dan pasrah akan peristiwa yang terjadi selanjutnya. Berbeda dengan sang kakak. Ia meyakini bahwa keajaiban itu ada.


"Kak, apa kita akan mati?" tanya sang adik disertai wajah khawatir.


"Tidak! Daisy, ingatlah kita mempunyai dua sepupu manusia vampir. Pasti mereka sedang mencari kita," respon sang kakak mengingatkan.


"Tapi kak...," bantahnya dengan mata berkaca-kaca.


"Tenanglah, keajaiban itu pasti ada hmm?" berusaha menenangkan adik satu-satunya. Sedangkan gadis di sebelahnya hanya menghela nafas secara kasar.


Beralih keadaan Guil dan Yuito masih beradu pedang serta memiliki amarah yang sama-sama tinggi. Jiwa ingin membunuh Yuito sudah terlalu tinggi bahkan ia tak terkalahkan. Guil yang sudah terengah-engah mulai memutar otak untuk mengunci lawan.


SRING


SRING


SRING


SRING


"Hosh hosh hosh...," mulai berhenti menyerang.


"Kenapa? Apa kau lelah?" sindir sang raja vampire memasang wajah kemenangan.


"Apa kau sudah gila?" tanya Guil dalam keadaan berkucuran keringat.


"Gila? Menurutmu?" respon lawan bicara balik bertanya.


"Kau gila akan kekuasaan dan ambisimu. Manusia bukan musuh kita, justru tugas kita menjaga manusia bukan membasmi mereka! Manusia itu makhluk hidup dan secara fisik tubuh manusia sama dengan kita!" celoteh Guil penuh penekanan.


"Kau benar, kuakui ucapanmu memang benar tapi, manusia sudah menjadi musuh para vampire! Mereka menceritakan tentang kita jauh dari fakta!" umpatnya dengan nada menggebu-gebu.


"Yuito.... ini hanya kesalah pahaman...," kata-kata vampire bermata ungu terpotong.


"Kesalah pahaman darimana? Guil, ingatlah dosamu karena manusia,  menyelamatkan manusia dhampir itu! Artinya kau sudah menodai ras vampire!" bentaknya mengingatkan masa lalu. Guil hanya bisa terdiam.


Sementara itu keadaan Ange, Robin, Eve, Dimitri dan Hyde lelah mencari keberadaan Azura dan Daisy. Tak lama kemudian, dhampir melihat pusaran aneh dan tanpa pikir panjang ia masuk ke dalam pusaran putih tersebut. Dimitri melihat monen itu berseru,


"Ange!" Dua anggota ECLIPSE dan dua anggota O☆Z bergegas mengejar dhampir.


Pusaran tersebut membawa mereka ke dalam tempat sepi tak berpenghuni.


"Ange! Ini semua salah kau!" pekik Dimitri kesal.

__ADS_1


"Maaf, aku hanya penasaran," keluh lelaki berjaket orange menyesal.


"Psst...," memberi kode untuk diam karena merasakan kekuatan besar di dekatnya.


"Bersiaplah bertarung," ucap hunter bersurai ungu mulai memainkan pedang dengan lincah.


Pertarungan dimulai vampire berdatangan tanpa henti sampai Dimitri berhasil menghajar pemimpin vampire dan berkata,


"Dimana Azura dan Daisy!?" tanyanya dengan mata merah berkilau.


"BAM!" menendang vampir bersurai biru sampai terpental. "Agh!" lirihnya kesakitan.


"Kau sudah terlambat, kedua domba kecil akan kami jadikan sebagai persembahan saat bulan purnama tiba," bangkit lalu menghilang.


"Iiiiiiiieeeeeee!!!!" teriak Dimitri tak terima. Hyde yang mendengar kabar buruk itu hanya bisa mengepalkan dua tangannya.


"TAK BISA DIBIARKAN!" geram anggota ECLIPSE bersurai kuning.


Ketiga anggota O☆Z bergegas menghampiri Dimitri dan Hyde dan menanyakan,


"What happend?" celetuk Robin penasaran. Hyde pun menjawab,


"Azura dan Daisy...mereka akan dijadikan persembahan untuk bulan purnama." Mendengar hal tersebut ketiga vampire shock bukan main. "WHAT~!"


"Bulan purnama akan tiba dalam 2 jam. Wahai domba kecil bersiaplah untuk mati!" celetuk pemimpin vampire ilusi nightmare lalu menghilang.


"Tenang dek, kakak yakin sebentar lagi bantuan akan datang," sahut Azura berusaha menenangkan sang adik.


Tak lama kemudian empat pusaran hitam datang lalu munculah empat vampire.


"Kami akan menyelamatkanmu," ucap vampire yang menyukai keindahan.


"Domba kecil, ikuti arahan kami," sambung vampire penyuka makanan manis. Mendengar kedua perkataan vampire tersebut, kedua kakak beradik merasa lega.


Namun sangat disayangkan pasukan vampire lawan muncul dan menyerang keempat anggota LOSTEDEN.


"Jangan harap kalian bisa menyelamatkan dua domba kecil ini!" seru salah satu vampire berjubah hitam.


"Sepertinya ada yang meremehkan kita!" ucap vampire bersurai hitam merah disertai seringaian.


"Saga-sama, kita harus melawan mereka," ungkap vampire di sebelah kanan memasang wajah emosi.


"SERANG!" perintah saga mulai memberi perintah.


Pertarungan sengit dimulai. Kedua kubu vampire sama-sama kuat.

__ADS_1


SRING


SRING


SRING


SRING


Ditengah pertarungan LOSTEDEN hampir kalah namun keajaiban lainnya mulai terjadi, ECLIPSE dan ketiga anggota O☆Z datang. Mereka bergegas membantu keempat rekannya. 1 jam telah berlalu. Azura dan Daisy cemas lantaran keselamatan mereka berada ditangan 10 vampire.


Beralih keadaan Guil. Ia telah memenangkan pertarungan dengan raja vampir, Yuito Kanashii. Vampire bermata ungu mencari keberadaan rekannya. Usai menyusuri kastil ternyata tidak ada hasilnya.


"Mereka kemana sih!" ujar Guil berdecak kesal. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Setibanya disana ketiga rekannya tidak terlihat batang hidungnya.


"Tidak ada juga... Ya ampun, Ange, Eve, Robin, Dimitri, Hyde kalian dimana...," sambungnya mendadak cemas.


Guil keluar rumah dan mencari mereka berlima di sekitar Harajuku. Mencari dan terus mencari tetapi tidak ketemu juga. Tiba-tiba lelaki berbaju hitam serta topi tak sengaja melihat cahaya putih. Tanpa pikir panjang ia masuk ke dalamnya dan ternyata cahaya tersebut membawanya ke dalam kastil ilusi nightmare. Ia menyaksikan kegaduhan serta melihat Azura dan Daisy diikat di tiang.


"Guil!" seru Ange." Lantaran dipanggil, vampire bersurai kuning menghampiri Ange sembari melawan pasukan vampire yang masih berdatangan tanpa henti.


"Ada apa?" tanya Guil penasaran. Sang hunter merespon lawan bicara dengan perintah.


"Guil! Dimitri! Hyde! Robin! Selamatkan Azura dan Daisy. Bulan purnama akan muncul sebentar lagi!"


Tanpa ba bi bu lagi mereka langsung melaksanakan perintah. Guil dan Dimitri berlari dari arah kanan sedangkan Hyde dan Robin berlari dari arah sebaliknya.


SRING


SRING


Kedua kakak beradik berhasil terselamatkan. Dimitri mengangkat tubuh Daisy sedangkan Hyde menggendong Azura.


"Kalian bawa pergi dari sini sekarang!" respon Elizabeth mengambil alih komando.


"Lantas kalian bagaimana?" tanya Robin mencemaskan keadaan sang kakak.


"Mereka akan menjadi urusan kami. Azura dan Daisy butuh ketenangan," balas Eve dengan nada tegas.


Guil, Dimitri, Hyde mengangguk lalu menuju cahaya yang masih sedikit terbuka.


"Robin ayo!" seru Guil. "Tapi Niisan....," lirihnya serba salah.


"Aku akan baik-baik saja lagipula Saga akan menjagaku, right?" jawab sang kakak.


"E'm, percayakan saja padaku," responnya lalu menebas vampire di belakang Robin.

__ADS_1


"Robin hayaku!" terdengar suara dibalik cahaya. Secara terpaksa ia berlari sekuat tenaga sebelum cahaya menghilang walau rasa khawatir, cemas memenuhi hatinya.


To be continue


__ADS_2