Visual Prison : Night Sky With Red Moon

Visual Prison : Night Sky With Red Moon
Rasa Sakit Tak Terlupakan


__ADS_3

Episode sebelumnya


Usai konser perdana Valkyrie, Azura dan Daisy kembali ke kediaman ECLIPSE. Setibanya disana, kedua kakak beradik rebahan sejenak. Namun, beberapa saat kemudian mimpi buruk mulai menghantui dua gadis asal ilusi nightmare.


Di bunga tidur yang sama, mereka berdua di suguhi dengan suasana mencengkam serta menakutkan. O☆Z, ECLIPSE dan LOSTEDEN di bunuh oleh pihak lawan secara sadis. Sedangkan Azura dan Daisy selamat dalam peristiwa itu karena bersembunyi di sebuah ruangan.


"Ti-tidak..."


"Ka-kak hiks...ini tidak nyatakan kak?"


"Entahlah... tapi aku senang kamu juga selamat dek hiks...hiks..."


"Kita harus bagaimana sekarang? Tempat tinggal kita sudah hancur kak hiks...hiks..."


"Kita tinggal saja di Harajuku dek...,"


"Mwahahaha....jangan harap bisa kabur dari sini! Bersiaplah untuk menyusul kesepuluh rekan kalian!"


HIYAAAAA!







"Aaaaaaaaaaaa!!!"


Azura dan Daisy menjerit ketakutan. Dimitri dan Hyde bergegas menghampiri adik sepupunya. "Hey, ada apa?" celetuk lelaki bersurai biru disertai ekspresi cemas. Tidak menjawab pertanyaan, kedua gadis hanya bisa bungkap tanpa reaksi. Lantaran bingung dengan tingkah mereka, Hyde mengundang O☆Z dan LOSTEDEN ke apartement untuk membicarakan masalah ini.


Episode saat ini


TRING!


2 pesan


Dimitri


Datanglah kesini.


Hyde


Ada yang ingin kami bicarakan


Setelah membaca pesan tersrbut, O☆Z dan ECLIPSE langsung pergi ke apartement.


TING TONG!


Bel rumah berbunyi pertanda ada yang datang. Hyde buru-buru membukakan pintu. "Silahkan masuk!" menyambut tamu tak lupa mempersilahkan masuk. "Un...," sahutnya disertai anggukan kecil.


|Ruang tamu|


"Apa yang ingin kalian bicarakan?" celetuk Guil membuka percakapan. Dimitri dan Hyde menjelaskan kejadian beberapa menit yang lalu. Usai mendengar cerita kedua anggota ECLIPSE kedelapan lelaki tampan itu terkejut. "Pasti Azura dan Daisy mendapat mimpi buruk," sahut hunter bersurai ungu. "Kami akan coba ajak bicara," sambung lelaki bersurai pink kemudian melangkah menuju ruang kamar yang diikuti oleh Ange, Guil, Eve, Mist dan Saga.


TOK! TOK! TOK!


Ketukan pintu mulai terdengar.


"......"


Azura dan Daisy tidak merespon dan hanya bisa saling berpelukan seraya menangis lantaran takut bunga tidurnya menjadi nyata. Ketika Robin mencoba membuka pintu namun terkunci.

__ADS_1


"Hyde, apa ada kunci cadangan?" tanya Saga sembari menghampiri vampire bersurai kuning. "Ada," sahutnya singkat kemudian memberikan kunci berwarna silver. Usai mendapatkan kunci tersebut, Saga dengan santai membuka pintu. Keenam manusia vampire menghampiri kedua gadis tengah menangis dengan mimik wajah cemas.


"Kalian kenapa?" tanya Robin dengan lembut. Azura dan Daisy kembali tidak menjawab melainkan menangis lebih kencang. Melihat reaksi sepupu ECLIPSE perasaan bingung bercampur khawatir mulai muncul. Elizabeth masuk ke dalam kamar dan langsung memberi kata-kata menenangkan. "Azura, Daisy....jangan takut, kalian masih memiliki kami. Percayalah kebahagiaan pasti akan datang di waktu yang tepat," tuturnya seraya duduk di samping kasur.


"Kalian akan tiada hiks...hiks...," ujar Daisy mulai bersuara. "Ha? Apa maksudmu?" ungkap Mist melontarkan pertanyaan sembari membenarkan kacamata. "Bencana besar akan datang!" jawab Azura dengan emosi mulai tak terkendali. "Bencana besar?" tanya Guil memastikan seraya menaikkan salah satu alisnya. "Yuito dan vampire ilusi nightmare bekerja sama untuk menghancurkan umat manusia!" lanjut Daisy menjelaskan dengan perasaan campur aduk. "WHAT-!"


Pikiran kalut mulai masuk akibat disisi lain mereka harus melakukan ritual visual prison sedangkan disisi satunya lagi O☆Z, ECLIPSE, LOSTEDEN dan VALKYRIE ditakdirkan untuk menjadi pahlawan dua dunia sekaligus.


Kuro datang secara tiba-tiba dan berkata, "Ini adalah takdir kalian," seraya membawa mendiang kedua orangtua Azura dan Daisy untuk di bawa ke tempat peristirahatan terakhir tepatnya di istana ilusi nightmare. Mereka semua pun menghadiri dan berusaha menguatkan kedua kakak beradik.


Setelah itu, O☆Z memutuskan untuk tidak membahas masalah saat ini akibat keadaan sedang berkabung. Hari demi hari berjalan seperti biasa namun, Azura dan Daisy lebih memilih diam dan mengurung dikamar. Melihat kedua sepupunya, ECLIPSE berusaha menghibur dua domba kecil.


Eclipse masuk kedalam kamar kemudian menyanyikan sebuah lagu special. O☆Z serta LOSTEDEN yang mendengarnya masuk ke dalam kamar A 'n D melihat Dimitri dan Hyde bernyanyi sepenuh hati.


"Belum pernah aku melihat mereka seserius ini," celetuk Guil heran.


"Itu wajar kan? Azura dan Daisy itu adik sepupu mereka," timpal Kuro sembari menepuk pundak manusia vampir bermata ungu.


"Hn..," balasnya singkat.


Usai bernyanyi, LOSTEDEN dan O☆Z juga mempersembahkan lagu.


Setelah menghibur kedua gadis sedang bersedih, musuh muncul dan membawa Kuro kemudian melesat.


"KURO!" seru mereka terkejut.


"Kita harus menyelamatkan Kuro!" sentak Azura mulai berbicara.


Tanpa basa-basi mereka melesat memasuki dunia ilusi nightmare, dijaga sangat ketat. Kali ini Daisy menggunakan kekuatan untuk membuatnya dan rekannya tak terlihat guna menyusup kastil pihak lawan. Ketika memasuki kastil betapa terkejutnya lantaran disuguhi pemandangan tidak sedap, berupa beberapa warga Harajuku disekap dan akan dihabisi oleh dua pemimpin vampire yang bekerja sama.


"Ini tidak bisa dibiarkan!" geram hunter sembari memainkan pedangnya.


"Eve, tenang dulu. Tujuan kita mencari Kuro, okey?" timpal Daisy menahan amarah sang hunter.


"Baiklah," pasrahnya seraya menatap pedangnya dengan tatapan tajam.


Amarah Azura dan Daisy sudah tak tertahankan lagi. Alhasil mereka berdua dan juga LOSTEDEN menyerang dua empat vampire yang menyakiti tangan kanan kedua orangtuanya.


"Jangan sakiti dia!" sentak Azura dengan suara lantang. Sedangkan O☆Z dan ECLIPSE membebaskan tawanan dengan keadaan sangat lemah.


SRING!


SRING!


SRING!


WHUS!


PLAK!


BRAK!


Usai pertarungan selesai, mereka kembali ke apartement ECLIPSE. Mist membaringkan lelaki bersurai perak di atas sofa merah panjang.


"Kuro...bangun...," lirih Daisy cemas lantaran hanya tersisa Kuro yang merupakan keluarga satu dunia, ilusi nightmare.


"Daisy-san..., jangan khawatir, aku yakin Kuro itu lelaki yang kuat," sahut Robin berusaha menenangkan hati gadis di sebelahnya.


"Aku takut kalo Kuro menyusul ayah dan bunda hiks...hiks...," tangisan gadis berambut pendek mulai pecah.


Sementara itu Azura melangkahkan kaki namun ditahan oleh Ange.


"Azura, kau mau kemana?" ujarnya melontarkan pertanyaan.


"Tentu saja membantai vampire durjanah itu!" geramnya sembari mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Tenangkan pikiranmu dulu. Pikirkan Daisy, dia butuh kamu saat ini," sambung Eli memberi saran.


"Kak Azura...hiks..hiks...," baru di bicarakan, Daisy langsung memeluk sang kakak sebagai penguat hati yang remuk. Melihat tingkah sang adik, Azura menggandeng tangan dan membawanya ke balkon.


Setibanya di balkon kedua saudara itu menyasikan bulan merah. Untuk menjernihkan pikiran, sang kakak mulai menyanyikan lagu yang diikuti oleh sang adik.


🎶🎶


Di langit malam yang gelap nan sunyi


🎶🎶


Kami menatapmu


🎶🎶


Berharap keajaiban 'kan datang


🎶🎶


Membawa suka dan tawa


🎶🎶


Happiness and miracle


🎶🎶


Percayalah perasaan terbelenggu akan segera pergi


🎶🎶


Membawa kebahagiaan tak kunjung padam


🎶🎶


Masa depan cerah akan kami raih sekuat tenaga


🎶🎶


Tuk mengembalikan senyuman terbaik


Setelah bernyanyi A 'n D melontarkan harapan masing-masing dalam hati sembari menatap bulan merah.


Azura


Semoga semua persoalan ini segera terselesaikan..... Kasihan adikku, hatinya terlalu lembut untuk menghadapi masa sulit saat ini...


Daisy


Kenapa semakin tambah umur semakin banyak beban? Apakah ini ujian untuk tambah dewasa? Aku sudah tak sanggup lagi menahan perasaan sakit ini dan karena masalah ini, ayah dan bunda tiada...,"


"Dek jangan khawatir, ada kakak yang jagain kamu. Hapus air mata kamu ya," ucap Azura lemah lembut seraya menyeka air mata adik satu-satunya dengan lembut.


"Kakak...tapi kenapa harus kita kak? Aku berharap kalau kita hanya manusia biasa," protes sang adik.


"Kakak juga berharap yang sama dek tapi kehendak berkata lain. Jadi, kita hadapi semua ini sama-sama ya?" lanjut Azura memberi pengertian. Namun Daisy hanya merespon dengan anggukan.


"Kalian tidak sendiri, masih ada kami yang akan membantu kalian," celetuk Saga berdiri di pintu balkon diikuti dengan 3 rekannya, O☆Z serta dua kakak sepupunya.


Mendengar suara tersebut, kedua kakak beradik itu menengok arah suara kemudian mengangguk. Azura dan Daisy selalu mendapat dorongan untuk bangkit dan itu membuat kedua gadis itu merasa sedikit lebih tenang.


"Minnasan, arigatou gozaimasu...."


Setelah perasaan kedua kakak beradik merasa lebih tenang, mereka memutuskan untuk tidur. Sementara itu O☆Z dan LOSTEDEN kembali ke kediaman masing-masing.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2