
Episode sebelumnya
Keesokan harinya mereka berkumpul di cafe milik Guil untuk bersantai sekaligus mengisi waktu luang hingga ritual visual prison berikutnya. Namun hari itu juga Azura, Daisy dan Kuro harus kembali ke ilusi nightmare dan menata kembali kehidupan disana.
"Minnasan, aku dan Daisy harus kembali ke dunia kami. Kalian jaga diri ya," celetuk gadis bersurai panjang. Suasana sedih mulai menyelimuti cafe tersebut. Dengan cepat Ange dan Robin membantah seraya menampilkan puppy eyes.
"Ikanaide...," lirih mereka berdua menahan tangan kekasih masing-masing. Alhasil dua kakak beradik harus menenangkan hati pria idaman mereka.
"Kita pasti akan bertemu lagi my Robin" -Daisy-
"Ange, kau bilang padaku kalau kamu percaya kita pasti bisa bersatu. Tolong pegang kata-katamu okey?" -Azura-
"Un!" -Robin & Ange-
"Kak Hyde, kak Dimitri tolong jaga mereka ya," pinta Daisy.
"Pasti domba keciku" timpal Dimitri mengiyakan. Setelah merasa lebih baik,
"Kuro, kita pergi sekarang!" ucap Azura memberi perintah.
"Baik nona," ucap Kuro lalu membawa Azura dan Daisy menghilang.
"Azura!"
"Daisy!"
Guil menahan badan Ange sedangkan Jack menahan sang adik yang pernah ia benci agar mengikhlaskan kepergian Valkyrie dan Kuro. Percintaan Ange x Azura dan Robin x Daisy harus terpisah lantaran beda dunia.
["Aku akan menunggu sampai kau kembali my dear!"] -Ange & Robin-
__ADS_1
Episode saat ini.
Setibanya di Ilusi Nightmare, dua kakak beradik memulai membangun kembali kota Nightmare sekaligus memperbarui peraturan di sana. Para warga ikut membantu membangun new city dengan kekuatan. Dengan adanya kerja sama, kota Nightmare menjadi rapi dan bersih dalam waktu singkat.
Era baru di dunia Ilusi Nightmare mulai berjalan. Aktivitas kembali berjalan sesuai keinginan. Azura dan Daisy yang memantau dari balkon istana merasa bahagia lantaran berhasil mengalahkan musuh bebuyutan dari kedua orangtuanya, Raymond.
"Akhirnya semua masalah selesai," celetuk Daisy mengungkapkan kegirangannya.
"Iya dek, semoga tidak ada yang menyerang Nightmare city dan membuat resah warga," timpal sang kakak seraya berharap.
"Un! Semoga saja." respon Daisy singkat.
Disisi lain, kota Harajuku, Jepang keempat anggota O☆Z tengah bersedih akan kepergian VALKYRIE terutama Ange dan Robin.
"Kapan mereka kembali?" lirih Ange seraya mengkespresikan wajah sendu.
"Apa mereka baik-baik saja?" sambung Robin melontarkan pertanyaan disertai perasaan cemas.
Tidak menjawab pertanyaan lelaki bersurai ungu, Ange dan Robin langsung masuk ke kamar.
"Apa aku salah bicara?" heran Eve seraya sedikit memiringkan wajahnya.
"Eve, apa kau tidak tau anak muda jaman sekarang?" protes Guil dalam mode cool.
"I don't know," jawabnya singkat.
"Yappari...," keluh Guil lalu meneguk kopi buatannya.
|Kamar Ange x Robin|
__ADS_1
"Apa mereka akan kembali?"
"Ange-san...,"
"Aku merindukan Azura..."
"Aku pun merindukan Daisy. Apa hubungan kita berakhir begitu saja?"
"Hufth...semoga saja tidak. Kita harus menempati janji kita kepada Azura dan Daisy."
"Un!"
Sedangkan di kediaman ECLIPSE, Dimitri dan Hyde sedang bersantai sambil melihat indahnya langit di pagi hari.
"Apa Azura dan Daisy baik-baik saja disana?"
"Aku percaya, mereka akan baik-baik saja"
"Bagaimana kalau kita mengunjunginya? Kita ajak Ange dan Robin juga."
"Tidak bisa. Apa kau lupa, Kuro sudah memblokir portalnya?"
"Benar juga..."
"Dimitri, lebih baik kita berharap untuk keselamatan mereka."
"Aku setuju denganmu Hyde."
"Un!"
__ADS_1
To be continue