Visual Prison : Night Sky With Red Moon

Visual Prison : Night Sky With Red Moon
Menghilangnya Azura dan Daisy


__ADS_3

Tepat tengah malam, kakak beradik pergi tanpa izin dan hanya meninggalkan sepucuk surat yang Azura tinggalkan di meja tamu.


"Dek, ayo jalankan misi kita!" gumam gadis bersurai panjang perlahan.


"Ok kak!" respon Daisy seraya mengacungkan ibu jari. Namun saat ingin melangkahkan kaki, Hyde keluar dari kamar, "CEKLEK!" Otomatis Azura dan Daisy sembunyi di balik sofa berharap lelaki bersurai kuning tidak memergoki mereka.


Usai salah satu kakak sepupu kembali ke kamar dua kakak beradik bergegas keluar. Mereka mengunjungi makam kedua orangtuanya kemudian masuk ke kamar istana guna melakukan ritual yang mematikan bagi seorang dark magic. Namun untungnya ada beberapa item yang kurang jadi ritual tersebut diundur esok hari.


Sementara itu, Kuro baru saja tersadar dari pingsannya. Ia melihat sekeliling disertai perasaan khawatir. Lelaki bersurai perak pun memeriksa kamar anak dari tuannya dan benar saja dua gadis dark magic menghilang. Dengan keadaan baru pulih, ia membangunkan Dimitri dan Hyde seraya memasang wajah risau.


"Dimitri! Hyde! Bangun!" serunya dengan nada panik.


"Yawn...doushita?" sahut lelaki berawak tegap sambil mengusap kedua matanya.


"Kuro...ini masih tengah malam. Sana kembali tidur!" timpal lelaki bersurai kuning masih mengumpulkan nyawa.


"AZURA DAN DAISY HILANG!" teriaknya lagi singkat. Sontak mata dua manusia vampir terbelalak sembari berkata.


"NANI! Bagaimana bisa!" Dimitri dan Hyde memgecek ruang tamu dan menemukan sepucuk surat.


Isi surat :


Dear my cousin...


Kak Dimitri, kak Hyde gomen ne. Kami harus melakukan sesuatu untuk menyelesaikan masalah ini. Aku tidak mau menyusahkan kalian lagi. Maaf kalau aku dan adik ku punya salah sama kalian. Tolong jangan cari kami lagi dan jaga Kuro untukku ya kak.


♡Salam sayang kami♡


Tertanda : Azura dan Daisy.


Usai membaca surat tersebut, Hyde mengumpulkan O☆Z dan LOSTEDEN guna membantu mencari dua domba kecil kesayangan mereka. Ketiga boy band pengikut ritual visual prison dan Kuro melangkahkan kaki menusuri kota Harajuku dengan berpencar.


TAP


TAP


TAP


TAP


Namun sangat disayangkan, mereka tidak menemukan Azura dan Daisy akhirnya kembali ke titik awal dimana bertemu.

__ADS_1


"Kita ke ilusi nightmare!" saran lelaki bersurai perak. "Un!" respon sepuluh manusia vampir serempak.


Setibanya disana Kuro terkejut melihat item khusus untuk melakukan ritual berbahaya.


"Gawat! Kita harus gagalkan ritual memanggil leluhur dark magic!" perintahnya lalu membawa O☆Z, ECLIPSE dan LOSTEDEN ke kamar dua kakak beradik.


"Azura! Daisy!"


Melihat kehadiran Kuro serta para manusia vampir, Azura dan Daisy hanya bisa bungkam. Sedangkan Kuro yang tengah geram langsung memarahi dua anak mendiang raja dan ratu dengan tujuan memberi pengertian.


"Apa kalian ingin menghancurkan kota nightmare! Apa kalian tidak memikirkan resiko kedepannya? Please jangan mengambil keputusan sendiri tanpa seizinku! Kalian adalah amanah yang harus kulindungi sampai akhir hayatku! You're understand!?"


"Maaf, tapi bukankah itu jalan satu-satunya agar dapat meraih kemenangan!?" timpal Azura mulai membuka suara.


"Aku sudah tidak kuat lagi! Ayah dan Bunda sudah tiada karena musuh kita dan kamu disakiti oleh musuh sampai hampir sekarat! Aku capek hiks...hiks...aku...aku tidak mau lagi kehilangan orang yang aku sayang...itu sangat menyakitkan...." sambung Daisy mulai menangis.


"Hey Daisy-san...dengar ya. Aku dan teman-temanku akan membantumu. Trust me!" ujar Robin berusaha menenangkan Daisy dan membawa ke dekapannya.


"Robin...arigatou gozaimasu hiks...hiks...," Sedangkan Ange berusaha meredam emosi Azura yang sedang memuncak.


"Azura, dinginkan kepalamu terlebih dahulu," sembari menggenggam tangan gadis di hadapannya.


"Diam! Kau tidak mengerti perasaanku Ange!" umpatnya kesal.


"A-Ange..." lirihnya tertegun akan perkataan lelaki berjaket orange


"Sudah, lebih baik kita kembali ke rumahku untuk membahas permasalahan ini!" tegas Guil.


"Benar! Tak ada gunanya ribut disini...," sambung Eve membenarkan pernyataan rekannya. Alhasil mereka pulang ke kediaman Guil dan memginap disana selama beberapa hari.


Setibanya di kediaman vampire bersurai kuning, bermanik ungu mereka langsung menyusun strategi guna menyelesaikan dua permasalahan yang ada sebelum final ritual visual prison dimulai.


Beralih keadaan musuh. Tim Yuito dan tim vampire ilusi nightmare menyatukan kekuatan mereka demi menggapai keinginan masing-masing. Namun pertarungan kali ini dipimpin oleh Raymond Akioshi selaku pemimpin vampire Red Castle. Rasa ingin membalaskan dendam semakin meronta-ronta. Bahkan Yuito sendiri telah bertekad menghabisi mantan sahabatnya, Guiltia Brion. Walau tak dapat dipungkiri bahwa mereka berdua pernah menjadi rekan seperjuangan dimasa suka maupun duka.


"Yuito Kanashii! Pastikan seluruh kota Harajuku menjadi vampire untuk kita jadikan sebagai bala bantuan!" perintah Raymond dengan mimik layaknya devil.


"Baik tuan!" sahutnya disertai berlutut sebagai tanda hormat.


"Tsk! Sebenarnya aku tidak suka diperintah oleh siapapun tapi, demi pembalasan dendam aku rela melakukan apapun!" batinnya merasa geram.


Yuito mulai berseru, "Mikaela! Siapkan pasukan untuk misi bloody war! Kita berangkat sekarang!" kembali memerintah tangan kanannya.

__ADS_1


"Baik tuan!" timpalnya dengan suara lantang dan bergegas memanggil kawanannya melalui kode lalu melesat secepat mungkin.


Sesampainya di tempat tujuan, suasana sunyi mulai menyelimuti kota. Tak ada satupun warga yang keluar dari rumahnya lantaran kala itu menunjukan pukul 00.00.


"Bagus! Kita bergerak sekarang!" celetuk Yuito kembali memberi perintah.


"Ha'i!" seru ke dua belas kawanannya.


"Berpencar!" sambung Mikaela ikut memberi perintah. "Baik tuan muda!"


Dari kejauhan Kuro dan Guil telah menduga hari ini akan terjadi.


"Huuft yappari...," keluh kedua lelaki tampan serempak. Ange, Eve, Robin, Saga, Mist, Elizabeth, Jack, Dimitri, Hyde, Azura dan Daisy sudah berada di tempat dengan kelompok masing-masing.


Tim O☆Z ke arah utara, tim LOSTEDEN ke arah sebaliknya sedangkan tim ECLIPSE melesat ke arah Timur. Sedangkan Valkyrie dan Kuro menunggu di titik dimana tempat jebakan berada.


Tak lama kemudian O☆Z dan LOSTEDEN berhasil mengalahkan lawan kemudian membawanya ke tempat Valkyrie berada.


"Jangan ada yang melawan!" seru Kuro mulai geram.


Sementara itu Dimitri dan Hyde masih bertarung dengan Yuito dan Mikaela. Di tengah pertarungan Yuito berhasil melarikan diri sedangkan Mikaela dibawa ke tempat jebakan.


"****! Dia berhasil kabur!" amuk lelaki bersurai biru seraya mengepalkan kedua tangannya.


"Sudahlah, kita bawa Mikaela ke kawanannya!" timpal Hyde membawa lelaki bersurai old yellow secara paksa.


"Nona Azura, nona Daisy silahkan memberi hukuman pada mereka," ujar Kuro mempersilahkan menjalankan sentuhan terakhir.


"Yosh! TWINS PURPLE SLASH!" Otomatis pihak lawan terbakar menjadi abu. "Clear!" sembari mengangkat pedang masing-masing.


Usai pertarungan mereka kembali ke rumah Guil sampai rencana terselesaikan. Yuito yang melihat binasanya rekannya tak terima.


"Tidak mungkin...., KALIAN HARUS MEMBAYAR NYAWA MEREKA!" batinnya mulai menjerit lalu menghilang bagai disapu angin.


"Tuan, saya kembali," celetuk lelaki bermanik merah merona dalam keadaan memyembunyikan amarah.


"Dimana rekan-rekanmu?" tanya Raymond seraya menaikkan salah satu alisnya.


"Mereka telah binasa tuan," keluhnya menundukkan kepala.


"NANII! BAGAIMANA BISA!?" shock vampire ilusi nightmare tak percaya bahwa lawan saat ini sangatlah kuat. Alhasil Yuito menceritakan peristiwa yang baru terjadi beberapa menit lalu.

__ADS_1


"Hmm...kalau begitu....bawa O☆Z, LOSTEDEN, ECLIPSE, VALKYRIE dan Kuro kehadapanku sekarang juga! Kita langsung eksekusi mereka!" sambungnya lagi sembari tersenyum penuh kesombongan.


To be continue


__ADS_2