WANITA BERCADAR

WANITA BERCADAR
Prolog


__ADS_3

Pagi itu, Afza terbangun dari tidurnya, ia pun melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 04.00 WIB pagi. Lalu ia bergegas mencuci muka dan membangunkan putri pertamanya yaitu Afiza Ghani wanita yang berkulit putih, cantik dan sangat taat beribadah.


Fiza.. Fiza.. bangun sayang shalat subuh! Panggil ibunya sambil mengetuk pintu. Afiza pun terbangun dari tidurnya dan menjawab, ia ibu,Sambil bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu.. lalu ibunya pun berkata: " nanti kalau sudah selesai shalat nya langsung turun ya syang tolong jagakan adikmu, ibu ingin masak untuk ayahmu. baik Bu nanti selesai shalat aku langsung turun jawab Afiza dengan lembut.


Setelah selesai shalat Afiza tidak pernah melewati waktunya untuk membaca Alqur'an dengan semangat dan suara yang sangat merdu. Tak terasa waktu terus berjalan dan ia teringat pesan ibunya bahwasanya harus membantu sang ibu untuk menjaga adiknya yang masih kecil, sedangkan ibunya memasak makanan untuk ia makan bersama ayahnya. Setelah selesai membaca Alqur'an, Afiza langsung merapikan tempat tidurnya dan menemui ibunya yang tengah asyik memandikan sang adik..


Sampai di kamar ibunya, Afiza langsung menggantikan pekerjaan ibunya yang memandikan sang adik dan terus menjaga sang adik yang sudah selesai iya mandikan dan mengajak adiknya untuk bermain.. ibu Afza pun pergi meninggalkan Afiza dengan tenang ke dapur untuk memasak makanan yang akan di nikmati oleh suami dan anak-anaknya


Afiza Ghani ialah putri pertama dari Ibu Afza Muna dan ayahnya Mhd Emir. Ia masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah kelas 3. Afiza mempunyai 1 adik perempuan yang bernama Afifah, Afifah masih berumur 5 tahun dengan kulit hitam manis dan hidung mancung, berbeda dengan Afiza yang memiliki kulit putih. Mereka adik kakak dengan fisik yang sangat berbeda. Afiza yang mirip dengan sang ibu sedangkan Afifah sangat mirip dengan sang ayah.

__ADS_1


Afiza termasuk wanita yang sangat pintar dan rajin. Tidak hanya di sekolah madrasah saja ia belajar, setiap pulang sekolah ia selalu mengikuti ekskul olahraga maupun pengetahuan yang ada di sekolahnya.. Bahkan ketika waktu sudah malam pun ia masih terus saja memiliki kegiatan yang tak pernah ia sia-siakan.. Selepas shalat Maghrib iya mengisi waktu kosongnya dengan membaca Alqur'an sambil menunggu shalat isya. Suara yang sangat bagus dan Tajwid yang pas membuat hati orang tuanya bersyukur memiliki seorang putri sepertinya dan Selalu berharap bahwa putrinya terus seperti itu sampai ia dewasa dan menjadi kebanggaan orang tuanya.


Sedangkan adiknya Afifah yang masih berumur 5 Tahun juga tidak kalah dengan kakaknya itu. Iya juga sangat baik Budi ketika di tinggal oleh ibunya.. Selalu diam dan tidak menangis ketika ibunya sedang sibuk dengan pekerjaan rumah..


Afza Muna seorang ibu rumah tangga sedangkan suaminya Mhd Emir hanya sebagai karyawan tidak tetap di sebuah kantor Pertanahan. Dengan pekerjaan nya yang sederhana, Afza Muna istrinya itu tidak pernah mengeluh dan bahkan selalu bersyukur atas apa yang suaminya lakukan, Baginya itu sudah yang terbaik di lakukan suaminya dan iya percaya bahwa suatu saat nanti Allah akan memberi ia keadaan yang lebih baik lagi untuk kehidupan dia dan keluarga kecilnya bersama 2 putri yang cantik dan suami yang sangat baik.


Tak terasa waktu terus berjalan, Hari libur pun telah usai. Dan kembali dengan kesibukan masing-masing, Ayahnya kembali dengan pekerjaannya sebagai karyawan tidak tetap di kantor itu, Ibunya yang selalu menyiapkan kebutuhan suami dan anak-anaknya, Afiza juga melanjutkan kegiatan sekolahnya yang masih Madrasah serta adiknya Afifah juga hendak masuk ke sekolah Madrasah Ibtidaiyah yang dekat dengan rumah mereka. Ibu Afiza sengaja memasukkan mereka berdua ke sekolah agama dengan harapan anaknya dapat menjadi putri-putri yang Sholehah dan menjadi anak yang berguna serta kebanggaan baginya dan suaminya.


Malam semakin larut dan ia pun mulai merasa matanya mengantuk dan tak sanggup lagi menahan rasa ngantuk itu. Iya menyusun buku mata pelajarannya besok dan selalu mengecek alat tulis yang akan ia bawa kesekolah dan melihat tugas" yang ia kerjakan agar tidak ada yang tertinggal dirumah.. setelah selesai mengecek buku, alat tulis bahkan tugas sekolahnya yang telah ia siapkan semua, ia langsung tidur dan mematikan lampu..

__ADS_1


Sedangkan Ibunya Afiza sedang berada di dapur. Ternyata ibunya setiap malam membuat kue dan makanan ringan untuk ia jual ke kede" bahkan ke sekolah" yang akan Afiza bawa dan titipkan ke kantin" yang ia lewati ketika hendak berangkat ke sekolah. Banyak aneka macam kue yang ibunya buat untuk di jual yaitu: Kue donat, Kue bolu, Gorengan Kripik ubi maupun pisang dan masih banyak lagi makanan yang ibunya buat sendiri untuk di jual dan membantu ekonomi suami nya yang hanya bekerja sebatas karyawan tidak tetap.


Tak hanya Afiza yang menjual dan menawarkan kue itu, Bahkan ayahnya juga ikut membantu dan mensuport pekerjaan istrinya dengan cara menawarkan kepada rekan kerjanya dan menitipkan dagangannya kepada ibu kantin yang berada di kantor itu.. Tanpa rasa malu dan sungkan, Suaminya terus menawarkan dagangan istrinya dan selalu meyakinkan bahwa masakan istrinya itu enak dan tidak akan menyesal jika membeli kue yang ia bawa. Teman" Emir pun menjadi tertarik atas dagangan yang ia bawa dan menjadi peluang baik untuk istrinya agar membuat kue lebih banyak lagi dan dengan rasa yang sangat lezat.. Harga kue yang murah dan terjangkau menarik perhatian setiap pembeli yang telah mencicipi jualan mereka.. Tak pernah ada pembeli yang kecewa dengan dagangannya bahkan selalu mendapat pujian pujian baik dari pelanggan" Afza maupun suaminya Emir.. Belum pujian dari teman" sekolah Afiza serta guru" yang selalu memesan kue dari Afiza untuk sarapan pagi bahkan ketika ada acara pun kue buatan ibunya yang selalu menjadi makanan pokok yang mereka hidangkan dengan rasa yang lezat, Harga yang murah dan terjangkau namun kualitasnya selalu di atas bintang 5..


Untuk membuat kue itu ia tidak pernah sendirian, selalu di temani suami tercintanya Emir, yang sangat pandai mencari suasana agar tidak sunyi dan bosan untuk istrinya.. bahkan ketika suaminya melihat ia lelah dan berkeringat. Emir pasti menyuruh istrinya untuk duduk dan beristirahat sejenak, ketika sudah merasa tidak lelah baru melanjutkan masakan kue itu dan membuat Afza tertawa terbahak-bahak...


Assalamualaikum 🥰


Salam kenal dari aku, Jangan lupa like coment share and subscribe ya😊

__ADS_1


Pemula Cerita ku🤭🤭


Bersambung....


__ADS_2