
Dengan tatapan mata Afiza yang melongo melihat ke arah surat yang dia pegang yaitu biaya administrasi rumah sakit yang dia minta kepada resepsionis rumah sakit. Dia sangat terkejut melihat jumlah biaya yang sudah tertera di atas kertas itu.
Afiza berdiri dan berkata :" Sus, Apakah bisa kurang biaya rumah sakit untuk nenek ini? "
Suster menjawab : " Maaf mbak. Tidak bisa kurang lagi untuk biayanya, Itu sudah semua termasuk dengan impus, ruangan dan juga obat-obatan untuk pasien. "
Afiza kembali bertanya : " Apakah saya bisa membayar setengah terlebih dahulu sus? "
Suster pun menjelaskan kembali kepada Afiza: " Maaf mbak ini rumah sakit. Tidak bisa sistem membayar setengah. Apabila pasien ingin pulang dari rumah sakit ini. Harus membayar lunas semua biaya tanpa ada yang di tinggalkan sisa biayanya. "
terimakasih sus kalau begitu, Afiza pergi berjalan dan meninggalkan suster itu dan kembali masuk kedalam ruangan nenek paruhbaya itu..
Sampailah Afiza di ruangan nenek paruhbaya. dan Afiza mengucapkan " Assalamualaikum nek "
" Waalaikumussalam jawab nenek paruhbaya dengan suara yang lembur. "
Afiza berjalan dan mendekati nenek paruhbaya itu sambil berkata.
" sudah bagaimana keadaan nenek? Apakah sudah membaik atau masih merasa lemas? "
__ADS_1
" Alhamdulillah Fiza, keadaan nenek sudah mulai membaik. hanya saja masih terasa lemas badan nenek untuk bergerak. " Jawab nenek paruhbaya kepada Afiza.
" Syukur Alhamdulillah kalau sudah membaik nenek, Berarti nenek sudah tidak lama lagi bisa untuk pulang kerumah. " Afiza berkata sambil menunduk dan berfikir.
" Iya Fiza semoga saja nenek bisa secepatnya pulang, Sudah bosan juga terlalu lama berada di ruangan ini dan tidak terkena panas matahari. " Jawab nenek dan merasa sedih.
" Apakah nenek ingin sekali keluar dari ruangan ini? " Tanya Afiza kepada nenek.
" Iya Fiza, Nenek sangat ingin keluar ruangan dan melihat suasana si luar. " Nenek menunduk dengan penuh harap.
" Yasudah nek kalau begitu. Fiza coba izin kepada pihak rumah sakit terlebih dahulu ya nek. " Jawab Afiza sambil berjalan ingin keluar dari ruangan itu.
Lalu, Nenek memanggil Afiza dengan keras.
" iya nek, Fiza berbalik badan dan menatap ke arah nenek paruhbaya itu. "
" Kamu jangan izin kepada pihak rumah sakit ya Fiza.. "
" kenapa nek? " Tanya Afiza sangat merasa heran.
__ADS_1
" Nenek takut Fiza kalau kamu izin kepada pihak rumah sakit nantinya, Mereka tidak akan memberi izin. malah melarang nenek untuk tidak keluar ruangan dan istirahat. " Nenek menundukkan kepala dan merasa sedih.
" Yasudah kalau begitu nek, Afiza tidak akan izin kepada pihak rumah sakit. Afiza keluar sebentar ingin melihat situasi di luar. apakah bisa untuk kita keluar tanpa sepengetahuan pihak rumah sakit. " jawab Afiza menjelaskan kepada nenek paruhbaya.
" Baiklah Fiza, Terimakasih sudah mau mengajak nenek untuk keluar ruangan. Jujur nenek sangat senang Fiza " Ucap nenek paruhbaya sambil memegang tangan Afiza.
" Iya nek, Afiza akan selalu lakukan yang bisa membuat nenek senang agar bisa secepatnya sehat dan pulang kerumah nenek. "
" Yasudah ya nek Fiza ingin melihat situasi di luar " Sambil berjalan ke arah luar dan melihat situasi rumah sakit.
Setelah situasi di luar aman dan tidak ada suster. Afiza langsung bergegas mengajak nenek paruhbaya itu keluar dari ruangan dengan menggunakan kursi roda yang berada di samping tempat tidur nenek itu.
Afiza pun mendorong kursi roda nenek paruhbaya sambil melihat ke arah kanan dan kiri apakah ada yang melihat mereka keluar ruangan atau tidak. Perlahan-lahan Afiza mendorong kursi roda hingga sampai ke taman dekat rumah sakit.
Beberapa menit kemudian Sampailah Afiza dan nenek paruhbaya di taman dan terlihat raut wajah nenek yang sangat bahagia karena telah keluar dari rumah sakit. Afiza pun tersenyum seketika melihat nenek paruhbaya itu tersenyum bahagia. layaknya seperti cucu dan nenek yang tengah asyik bermain dan bercanda tawa di taman itu.
Tidak lama kemudian terdengar suara hentakan kaki yang menuju ke arah taman dan tempat mereka berdua bermain itu. Semakin dekat suara itu dan ternyata itu ialah hentakan kaki suster yang telah melihat mereka tertawa lepas di taman itu.. Suster cantik itu pun mendatangi mereka berdua dan Afiza juga melihat kedatangan suster itu. Dengan rasa takut dan bersalah Afiza pun menundukkan diri karena takut suster akan marah kepada mereka..
Apakah Suster itu akan marah kepada Afiza dan juga nenek paruhbaya??? dan apa yang akan di lakukan suster itu sehingga mendatangi mereka???
__ADS_1
Ingin tau kelanjutan ceritanya mari kita simak bersama episode selanjutnya 🤗🤗
Selamat membaca dan semoga suka 🥰🥰