WANITA BERCADAR

WANITA BERCADAR
KEHENINGAN DI MEJA MAKAN


__ADS_3

" Assalamualaikum, Afza mengucapkan salam kepada putri dan suaminya itu. "


" Waalaikumussalam, Jawab Afiza sambil menatap ke arah ayahnya. "


Ayahnya pun menatap kembali Afiza dan terlihat bingung melihat ke arah ibunya yang sangat terlihat bahagia dan wajahnya yang berseri-seri seakan ada berita yang sangat baik untuk istrinya itu.


" Ibu dari mana saja sih, Afiza berdiri dan bertanya kepada ibunya seakan kesal melihat ibunya yang telah lama pergi dan kembali dengan membawa belanjaan yang sangat banyak. "


" Fiza, Seharusnya ibu yang bertanya kepada kamu. Kemana saja kamu kemarin? Kenapa tidak memberi kabar? dan kenapa kamu tidak pulang? " Ibunya kembali bertanya kepada Afiza.


Sedangkan adiknya Afifah dan juga ayahnya Emir saling menatap ke arah Afiza dan juga ibunya Afza yang lagi saling menatap dan melontarkan pertanyaan-pertanyaan mereka masing-masing.


" Afiza mengaku bersalah Bu, kemarin tidak izin dan memberi kabar bagaimana dan dimana Afiza semalaman. "


" Tidak maaf yang ibu tanya Fiza. ekspresi Ibunya seketika berubah melihat Afiza yang pulang tidak memakai baju seragam sekolah. "


" Iya Bu, Afiza kemarin dirumah teman. Menemani dia dirumah karena orang tuanya lagi tidak dirumah, sambil mengerjakan tugas-tugas sekolah buk. ketika sudah sore hari Bu, sebenarnya Afiza ingin pulang dan meminta izin kepada ibu, Namun bagaimana lagi buk disana hujan sangat deras membuat Afiza tidak bisa pulang kerumah. "


Jawab Afiza seakan menjelaskan dan mencoba menutupi hal yang sebenarnya terjadi dan bertanya.


" Lalu bagaimana dengan ibu? Dari mana saja ibu tadi dan darimana belanjaan yang ibu pegang itu? "


" Ibu dari tetangga sebelah yang baru pindah dan membantu mereka menyusun barang-barang yang mereka bawa. Dan ternyata tetangga yang baru pindah itu orang kaya yang sangat ramah dan tidak sombong. " Jawab ibu dengan perasaan sangat bahagia.


" lalu dari mana belanjaan itu? Afiza kembali bertanya.

__ADS_1


" Belanjaan ini juga dari tetangga sebelah, Kata mereka ucapan terima kasih telah ibu bantu dan juga sebagai buah tangan salam kenal tetangga baru. Ya sudah ibu terima saja belanjaan ini. kan lumayan untuk kita yang sangat jarang makan buah dan makanan yang enak seperti ini. jawab Afza seakan menjelaskan. "


Sedangkan Emir hanya bisa terdiam mendengar jawaban dari istrinya itu.. Seakan perkataan nya seperti pisau yang telah menusuk ke dadanya. Dan dia tidak berani berkata apa-apa karena dia juga paham dan sadar bahwa selama ini dia tidak bisa memberi kan buah dan makanan yang enak dan mewah.


Afza yang tidak merasa menyakiti hati suaminya pun terlihat santai dan tersenyum seakan tidak bersalah.


" Ayo Fiza kita masuk. mengajak Afiza dan juga menarik tangan Afifah. "


Sedangkan Emir masih terdiam di depan rumah dan duduk seakan berfikir harus mencari pekerjaan lain agar bisa memberikan makanan yang layak untuk keluarga nya.


Afiza yang telah masuk ke dalam rumah pun langsung berganti pakaian dan makan siang yang telah di siapkan ibunya itu. Sedangkan adiknya Afifah tengah asyik memakan buah apel yang di beri tetangga mereka.


" Ibu kalau kita bertemu nenek tua di jalan dan tengah pingsan. Apakah kita harus menolong nya? " Tanya Afiza kepada ibunya.


" Harus di tolong itu Fiza. Apalagi sudah nenek-nenek dan pingsan di jalan. " Jawab ibunya.


" Iya Fiza. kamu kenal atau tidak dengannya harus tetap membantunya. kita sesama umat muslim harus saling tolong menolong kenal maupun tidak. karena pada umumnya kita sesama hamba Allah dan juga ummat nabi Muhammad Saw harus tetap berusaha membantu manusia lainnya. " Afza menjelaskan kepada Afiza.


" Yasudah Bu kalau begitu. Afiza mengerti "


Afifah dan juga Afiza tengah asyik makan di meja makan. sedangkan Ayahnya tidak kunjung masuk kedalam rumah dan masih tengah melamun di depan rumah.


" Fiza, Tolong lihat adikmu. ibu ingin melihat ayahmu. kenapa tidak ikut masuk bersama kita tadi. " Sambil berjalan menuju teras rumah.


"Bapak, Mari kita masuk pak dan makan siang bersama anak-anak. apakah bapak tidak lapar? atau sudah makan di kantor makanya tidak ingin makan masakan ibu. " Sambil menunduk sedih.

__ADS_1


" Tidak Bu, Bapak juga lapar dan sebentar lagi akan masuk kedalam rumah. Ibu Luan saja masuk dan liat tuh anak-anak kita lagi makan dengan akur. "


" Baiklah pak, " Istrinya pun meninggalkannya di teras rumah.


Dengan perasaan sedihnya. Afza telah di cuekin suaminya itu membuat dia tidak cerita dan merasa sangat bingung apa penyebab suaminya seperti itu. Dia terus berfikir dan mengingat kembali kesalahan yang dia perbuat. Atau karena aku tidak izin kepadanya sehingga dia seperti ini. Tanyanya di dalam hati.


Bagaimana kalau bukan itu penyebabnya. Ada hal lain yang membuatnya terdiam saja. apakah tentang pekerjaannya dikantor Atau bahkan tentang Afiza?


Jika tentang Afiza. kenapa tidak cerita kepada ku. dan kalau pun tentang pekerjaan dia pasti langsung cerita bagaimana kerjaannya hari ini, Sama seperti hari-hari lainnya, yang dia selalu bercerita tentang kerjaan dan juga yang lainnya.


Perasaannya seketika semakin khawatir melihat suaminya yang terus diam dan tidak banyak kata dan rayuan seperti biasanya. Emir yang telah dikenal lama istrinya itu dan tau bagaimana sifat asli suaminya membuat dia bertanya-tanya apa masalah yang sebenarnya terjadi.


Apakah aku harus bertanya kepadanya? apa yang telah menjadi penyebab nya terdiam tanpa banyak berkata-kata. dan hanya diam seribu bahasa seperti angin yang telah menyentuh hati nya untuk terdiam.


Bagaimana kalau dia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. dan bagaimana kalau dia hanya mencuekin saya begitu saja. bisa-bisa saya yang akan ikut terdiam dan tidak akan membuat suasana menjadi membaik. Afza terus menerus berusaha berfikir untuk mengetahui penyebab suaminy itu. dan seketika pikiran nya ikut terdiam membisu.


Beberapa menit kemudian. Emir pun masuk kedalam rumah dan langsung duduk di meja makan. dan menyendok nasi perlahan lahan tanpa meminta bantuan istrinua itu.


Istrinya semakin terdiam dengan sikap suaminya yang sangat berubah 100% dan tidak seperti biasanya mengambil makanan sendiri dan menikmati masakan itu dengan keadaan melamun tanpa ada kata.


Setelah selesai makan. Emir langsung beranjak pergi dari meja makan dan langsung masuk kedalam kamar untuk beristirahat sejenak. sedangkan Afza membersihkan meja dan di bantu dengan Afiza. Afifah yang masih TK pun ingin membantu mereka dengan cara menyimpan piring satu per satu agar tidak berat dan tidak pecah.


Setelah selesai Membersihkan meja makan, Ibunya Afza pun masuk ke kamarnya, Dan Afiza pun ke kamarnya juga bersama adiknya.


Selamat membaca 🤗

__ADS_1


Jangan lupa Suport nya teman-teman 💕💕


__ADS_2