
Setelah selesai berbelanja di Indomaret, Afiza pun berpamitan kepada ayahnya untuk kembali kerumah sakit dan menemui nenek paruhbaya itu, Ayahnya pun memberi izin dan berkata. " Afiza nanti kalau sudah selesai dirumah sakit. kamu jangan lupa pulang terlebih dahulu kerumah ya sambil mengganti pakaian kamu yang dari kemarin tidak di ganti itu. lalu temui ibumu agar hatinya bisa lebih tenang lagi tidak khawatir kepadamu."
" Baik ayah, Sahut Afiza menurut perkataan ayahnya itu dan pergi meninggalkan ayahnya yang masih di depan Indomaret itu.
Setelah sampai dirumah sakit, Afiza langsung menemui nenek paruhbaya itu dan meminta izin untuk pulang kerumahnya sebentar dan akan kembali menemui nenek dirumah sakit. Nenek paruhbaya itu pun mengerti keadaan Afiza yang juga harus pulang menemui ayah dan ibunya.
Nek, Fiza pamit pulang ya. assalamualaikum nek. Sambil mencium tangan nenek paruhbaya di hadapan nya itu..
iya Fiza waalaikumussalam. Kamu hati-hati di jalan ya Fiza jangan sampai kenapa-kenapa dan jika ada yang memanggil atau meminta kamu untuk berhenti dengan alasan yang tidak jelas nenek mohon kamu abaikan saja ya. Nenek takut kasus penculikan anak itu terjadi kepada mu. Nenek paruhbaya itu menasehati Afiza yang hendak pulang.
Baik nek, Afiza akan jaga diri kok. Nenek hati-hati yah disini, Air minum dan juga makanan sudah Fiza sediakan di atas meja dekat nenek itu ya nek. jangan lupa meminum obatnya agar bisa cepat pulih kembali. jawab Afiza sambil mengingatkan nenek itu.
Iya Fiza nenek pasti bisa kok disni sendirian, Lagian kan ada juga suster yang menjaga nenek. Jawab Nenek paruhbaya itu.
Fiza berangkat ya nek Assalamualaikum, Lalu berjalan meninggalkan Nenek paruhbaya itu.
Sampailah di parkiran rumah sakit. Afiza melihat ke arah Indomaret dan ternyata ayahnya belum juga kembali kerumah mereka dan masih terlihat menunggu Afiza keluar dari rumah sakit.
Afiza mendatangi ayahnya dan ingin mengajaknya pulang kerumah.
__ADS_1
" Ayah, Ayok kita pulang kerumah. siapa lagi yang ingin ayah tunggu disini. " Afiza mendekat dan bertanya kepada ayahnya.
" Tidak ada yang ayah tunggu Afiza, Ayah hanya menunggu kamu disini agar bisa kembali pulang kerumah bersama ayah. Sambil berdiri dan menjelaskan kepada Afiza.
Afiza dan ayahnya pun bergegas pulang kerumah mereka bersama-sama. Karena Afiza melihat ayahnya sangat lelah, Dia pun mengajak Ayahnya untuk naik bus agar lebih cepat sampai dan juga tidak lelah berjalan.
.
.
.
Tok.. Tok.. Tok..
Assalamualaikum. Ucap Afiza dan ayahnya bersamaan..
Namun keadaan rumah tidak ada yang menjawab salam mereka berdua. Afiza pun merasa sangat bingung karena tidak ada yang menjawab salam dan tidak melihat ibunya.
Ayahnya juga terdiam dan sangat bingung kemana kepergian istrinya itu, Padahal tadi pagi istrinya hanya berkata ingin mengantar anaknya Afifah kesekolah dan tidak ada izin hendak pergi kemana pun. Lalu kemana istrinya pergi?
__ADS_1
Emir pun berfikir dan kembali merasa bingung, Kemarin aku bingung memikirkan putri ku Afiza yang tidak ada kabar dan tidak pulang kerumah, Dan hari ini aku kembali di buat bingung oleh istri ku yang tidak tau entah kemana perginya. Kenapa istriku tidak izin dan berkata kalau dia ada keperluan atau pun hendak pergi kemana saja. kalau sudah begini kan aku juga yang kembali pusing harus memikirkan gimana caranya agar ketemu dan kembali mencari yang tidak tau tujuannya kemana.
Afiza yang juga terdiam dan berfikir harus bagaimana dan berkata kepada ayahnya.
" Ayah, Apa kita sebaiknya mencari ibu? " Tanya Afiza kepada ayahnya.
" Sebaiknya kita menunggu saja terlebih dahulu Fiza, Mana tau kan ibumu hanya pergi sebentar saja ke warung atau menjemput adik mu kan kita tidak tau. " Jawab Emir mencoba menenangkan Afiza. walaupun di lubuk hati yang terdalamnyaa juga sangat merasa khawatir kepada istrinya itu.
" Baiklah ayah kalau begitu, Mari kita duduk sambil menunggu ibu kembali. " Afiza mengajak Ayahnya duduk di teras rumah mereka.
" Yasudah Ayuk kita duduk. " Jawab Emir sambil mengambil posisi duduk yang dia merasa nyaman.
Afiza juga mengikuti langkah ayahnya untuk mengambil posisi duduk yang tidak terkena pancaran cahaya matahari yang sangat menyengat kulit mereka.
Afiza dan Emir pun saling terdiam dan menyelam pikiran mereka masing-masing.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya 🤔🤔
Nantikan episode selanjutnya ya teman-teman 🥰🥰
__ADS_1
Semoga para pembaca suka dengan ceritanya🤗🤗