
Setelah kuenya masak, Ibu langsung bergegas mengambil kain dan mengangkat kue dari oven yang di masak ibu tadi. Ayah pun selalu membantu ibu dalam memasak kue dan mengerjakan yang lainnya, Dengan inisiatif ayah langsung menyediakan tempat kue yang sudah siap masak tadi dan menyusun kedalam kotak yang ingin di jual besok pagi..
lalu ibu juga tak pernah lupa untuk membagi kue-kue yang telah di masak tadi untuk di bawa jualan oleh putrinya Afiza dan juga di bawa oleh suaminya ke tempat kerjaannya. Suaminya tak pernah keberatan seberapa banyak yang di beri istrinya untuk di titip ke kantin perusahaan, bahkan apabila kue itu tidak habis ibu Afiza tidak pernah marah sama sekali, Bahkan ibunya berkata kepada anak dan suaminya untuk berbagi kepada teman dan orang lain dengan cuma cuma tanpa harus di bayar. Dan berharap semoga Allah membalas semua kerja keras Mereka semua, lalu memberi rejeki yang berlimpah lagi dari apa yang mereka miliki sekarang agar mereka bisa berbagi kepada orang" sekitarnya, Tetangga, Kerabat maupun orang yang tidak mereka kenal namun membutuhkan makanan yang mereka punya...
Sesudah selesai semuanya, kue yang di masak tadi dan di siapkan juga kedalam kotak yang akan di Bawak anak dan juga suaminya, Mereka pun bergegas merapikan dapur dan pergi ke kamar untuk tidur..
kring.. kring.. kring...
alarm pun berbunyi tandanya sudah waktunya pagi dan untuk bangun dengan aktivitas seperti biasanya... Afza yang terbangun pun bergegas berwudhu dan shalat... setelah selesai shalat iya pun berniat memanggil putrinya Afiza untuk shalat juga.. Ternyata Afiza sudah bangun dan juga sudah melaksanakan shalat subuh di sambung dengan kebiasaannya setiap pagi yaitu membaca Alquran..
Afiza pun keluar dari kamar dan menemui ibunya sambil berkata, " ibu apakah kue yang ingin di jual sudah selesai ibu susun?
ibunya pun menjawab " Sudah Fiza, tadi malam sebelum tidur sudah ibu siapkan semuanya di bantu ayah mu.
Afiza berkata " Alhamdulillah Bu, kalau sudah selesai semuanya. Fiza juga mau berangkat ke sekolah dan menitip jualan kita ke ibu-ibu kantin sekolah. Mudah-mudahan rejeky kita hari ini lancar ya Bu dan habis semua kue yang ibu buat.
__ADS_1
Afiza dan Ibunya serentak menjawab " Aamiin Yaa Rabbal 'aalamiin "
Fiza berangkat ya buk, cium tangan ibu lalu beranjak pergi. ASSALAMUALAIKUM IBU
Ibu menjawab Waalaikumussalam wr.wb
Tak lama kemudian, Suaminya memanggil lagi. Ibu.. Ibu.. Kamu dimana Bu?
ibu menjawab:" Ibu di dapur ayah menyiapkan kue yang akan ayah Bawak ke kerjaan agar tidak terlalu lama menunggu nantinya. Yasudah ibu tidak apa-apa, Ayah juga sekalian pamit ingin berangkat kerja. Doain ayah ya Bu, lancar rejeky kita dan pekerjaan ayah baik-baik aja disana. aamiin.. sambil berjalan menuju keluar dan mencari taksi untuk jalannya pergi ke kantor tempat ia bekerja, di bantu dengan ibu membawa kue yang akan di bawa ayah ke kerjaan..
Kondisi Keluarga mereka juga tidak dari keluarga yang kaya, mereka dari keluarga sederhana yang tidak memiliki apa-apa sama sekali. orang tua mereka juga sudah lama tidak bersama mereka lagi karena telah dahulu meninggal dunia.. Ketika Afiza duduk di bangku SD Meninggallah orang tua Afza yang laki-laki, lalu 5 bulan kemudian di susul dengan orang tuanya yang perempuan juga meninggal.. Tak pernah ada memiliki penyakit namun mereka meninggal dengan waktu dan jarak yang tidak lama.. Ketika Afza hamil putri kedua yaitu Afifah, Disusul juga meninggal lah orang tua dari suaminya yang perempuan dengan penyakit jantung yang kami tidak pernah tau. Kalau untuk ayah dari Emir sudah lama meninggal bahkan sebelum mereka menikah ayah Emir sudah meninggal dunia karena kecelakaan dalam pekerjaan pada masa itu.
Pada saat itu lah titik terendah yang kami alami, Orang tua dan mertua meninggalkan kami semua. Di sambung dengan pekerjaan suami yang masih sama dengan sekarang tak pernah naik jabatan bahkan untuk mendapat uang tambahan pun sulit. Hanya dengan menjual kue dan makanan ringan lah yang bisa membantu ekonomi kami untuk membesarkan putri kesayangan kami..
Sampainya Afiza di sekolah, Iya menitip dagangannya kepada ibu kantin sekolah seperti hari biasanya. Sangat hebat dan bersabarlah perjuangan Afiza berjualan di sekolah dengan keadaan harus belajar dan di jalani nya juga sambil berjualan di kantin..
__ADS_1
Setiap jam istirahat, Afiza selalu pergi ke kantin untuk menjual dagangannya, bahkan iya tak pernah jajan dan gabung bersama teman-temannya karena harus berjualan setiap hari. Dengan hatinya yang sabar dan tak pernah menyesal dengan keadaan keluarganya, ia sangat senang dan bersemangat dalam berjualan.
Namun, Ada saja setiap harinya yang usil dan jahil kepadanya dan dagangannya. Siapa lagi kalau bukan Bandi dan gengnya yang super rese dan ngeselin... Mereka selalu mengejek, menghina bahkan memakan dagangan Afiza tanpa membayar sedikit pun. Padahal itu usaha ia dan keluarganya untuk bertahan hidup dan mencukupi kebutuhan mereka.. Ayah dan ibunya tak pernah tau keadaan ini. Afiza yang sengaja tidak memberi tahu orang tuanya bahwa dia di perlakukan seperti itu di sekolah dan memilih diam. Karena ia tak ingin membuat orang tuanya sedih dan kepikiran dengan apa yang telah terjadi. Ia memilih untuk diam dan bersikap seperti tidak ada masalah setiap harinya...
Begitulah cara Afiza agar kedua orang tuanya tak tau apa yang telah terjadi.. Afiza anak yang sangat baik dan tidak pernah menjadi beban orang tua. Malah Afiza selalu membantu ibu dan ayahnya sebisa tenaganya.. Bahkan ketika sekolah memberi surat tagihan uang SPP kepada Afiza agar di sampaikan kepada orang tuanya, Afiza malah tak pernah menyampaikan surat itu. Dia diam-diam dan membayarnya sendiri dengan uang jajan yang di beri orang tuanya setiap pagi hari dan terkadang ibu memberinya uang sebagai tanda lelahnya ia berjualan di sekolah. Semua dari hasil kerja kerasnya untuk biaya sekolah Hingga orang tuanya berfikir di sekolah tidak pernah ada lagi tagihan SPP makanya mereka tidak menerima surat itu lagi..
Kring... Kring... Kring...
Bel berbunyi tandanya jam istirahat telah habis... Afiza langsung bergegas menyusun dagangannya yang tersisa sedikit lagi dan menitip nya kepada ibu kantin. Di karena kan tidak boleh membawa dagangan kedalam kelas dan ketika jam pelajaran berlangsung.. Sedangkan teman-temannya sudah berlari menuju kelas masing-masing. Namun, Afiza dengan santai dan telitinya dalam menyusun dagangan yang ia punya dan Alhamdulillah semuanya tersusun rapi. Bahkan dagangan yang tadinya tidak habis, iya berikan kepada ibu kantin Tanpa harus membayar dan ibu kantin pun bersyukur atas rejeky yang ia dapat.
Lalu Afiza beranjak dari tempat duduknya di kantin dan berlari menuju kelasnya, iya selalu merasa takut ketinggalan pelajaran kalau dia lama masuk kelas, karena baginya itu sudah Rugi besar pada dirinya kalau dia terlambat untuk belajar. Iya pun sampai di kelas dan Alhamdulillah guru belum datang untuk memulai materi hari ini..
Tak lama kemudian gurunya pun datang.. Langsung memulai pelajaran dengan membuka buku Matematika dan memeriksa tugas yang telah gurunya beri sebelum libur tiba itu.. Afiza yang rajin dan pintar selalu selesai mengerjakan pekerjaan sekolahnya dengan tepat waktu.
Bersambung...
__ADS_1