
Sore itu, Tepatnya Afiza telah sampai dirumahnya dan di sambut baik oleh ibu nya. adiknya yang asyik bermain dan ayah nya yang beristirahat karena baru saja pulang dari kerja. Afiza menghampiri adiknya yang bermain dan menemaninya serta mengajari adiknya untuk belajar menulis dan membaca.
Beberapa menit kemudian ibunya pun datang menghampiri Afiza dan adiknya yang sedang bermain sambil belajar. Ibunya tersenyum manis melihat anak-anak nya yang sedang akur itu dan melihat ke arah Afiza yang hanya diam saja terlihat melamun seperti ada yang di pikirkan. ibunya merasa heran dan penasaran apa yang sebenarnya terjadi kepada putrinya itu.
" Afiza, Kenapa kamu terlihat murung seperti ini? Apa yang sedang kamu pikirkan Fiza?? " Tanya ibu kepada Afiza.
" Tidak ada apa-apa Bu, Fiza hanya lelah habis olahraga di sekolah " Jawab Afiza singkat.
" Kamu sudah sering ikut ekskul olahraga setelah pulang sekolah. Biasanya tidak seperti ini Fiza. Apa yang sebenarnya terjadi?? " Ibu Afiza kembali bertanya.
" Ibu, Afiza tidak kenapa-kenapa Bu, hanya capek saja. Ibu gak usah khawatir ya Bu " Jawab Afiza sembari meyakinkan ibunya bahwa dia baik-baik saja.
Ibu : " Baiklah Fiza, Kalau kamu merasa hanya lelah. Masuklah ke kamar mu dan beristirahat sejenak. "
" Tidak ibu, Afiza tidak ingin tidur. waktu Maghrib sebentar lagi bu. Fiza takut kalau tidur pasti akan kesiangan untuk shalat. " Ujar Afiza kepada ibunya.
Ibu: " Tapi kamu merasa lelah Fiza jadi kamu tidur saja, Kalau untuk shalat Maghrib nanti akan ibu bangunkan untuk melaksanakan shalat. "
Afiza : " Sudah Bu tidak usah repot-repot. Afiza masih bisa kok bu menahan rasa lelah ini. Nanti kalau sudah selesai shalat baru Afiza akan tidur Bu. "
Ibu : " Kalau begitu tolong kamu lihat ya Fiza adikmu! Ibu ingin menyiapkan makanan dan minuman untuk makan malam kita bersama. "
Afiza: " Iya ibu, Fiza akan menjaga adik Disni. "
__ADS_1
" Yasudah Kalau begitu. Ibu pergi ke dapur dulu ya Fiza. " berjalan Sambil meninggalkan Afiza dan juga adiknya.
Afiza kembali teringat kejadian dirumah nenek paruhbaya itu. dia sangat merasa penasaran siapakah yang telah tega membuat pamplet seperti itu. Aku harus bisa mencari informasi tentang pamplet itu dan siapa yang telah berbuat seperti itu. ujarnya dalam hati. Lalu Afiza berniat untuk melakukan penyelidikan secara perlahan-lahan dan akan bertanya kepada tetangga nenek itu satu persatu apakah ada yang mengetahui perbuatan siapakah yang seperti itu. Dia mulai menyusun rencana satu persatu untuk di lakukan besok hari. dan harus kerumah siapa terlebih dahulu dia tanyakan.
Tiba-tiba terdengar suara Adzan berkumandang dari musholla dekat rumah Afiza. Afiza langsung bergegas mengambil wudhu dan bersiap-siap untuk melaksanakan shalat. Sedangkan ibunya masih asyik memasak dan menyiapkan makanan di dapur.
Setelah selesai memasak, Ibu Afiza pun bergegas bersiap-siap untuk melaksanakan shalat Maghrib.
Tok.. Tok.. Tok... Suara mengetuk pintu..
Ibu Afza langsung bergerak membukakan pintu dan melihat siapa yang mengetuk pintu. dan ternyata itu ialah ayah dari Afiza yang baru pulang dari kerja.
" Ayo pak kita masuk, Sambil menarik tangan suaminya itu "
Lalu ibu kembali berkata : " Buka lah pak sepatunya ibu akan menunggu bapak di meja makan dan menyiapkan semua masakan ibu tadi. "
" Baik Bu, setelah selesai membuka sepatu ini saya akan ke meja makan ibu silahkan duluan saja. "
Dan istrinya pun meninggalkannya di depan rumah yang sedang membuka sepatu.
Tidak lama kemudian, Mereka semua pun berkumpul di meja makan. Ada Afiza, adiknya Afifah, ayahnya Emir dan juga ibunya Afza.
Mereka menyantap makanan yang sudah tersedia di meja makan satu per satu.
__ADS_1
Afiza yang sangat suka dengan sambel terasi buatan ibu dan Adiknya yang suka sayur daun ubi. Berbeda dengan ayah dan ibunya yang tidak selalu memprioritaskan makanan favorit mereka. Bagi Emir dan Afza, Melihat anaknya suka dengan makanan sederhana itu saja sudah cukup.
Tiba-tiba Afiza pun bertanya kepada ibunya : " Ibu kalau saja kita bertemu dengan nenek-nenek paruhbaya yang lagi sakit, Apakah boleh kita membantunya Bu ?? "
" Tentu saja boleh Fiza, kita hidup di dunia ini harus saling tolong menolong Tampa melihat dia itu siapa atau latar belakangnya bagaimana. " Jawab ibunya memberi penjelasan.
" Kalau nenek itu tidak memiliki tempat tinggal. Apakah boleh Fiza mengajaknya untuk tinggal bersama kita Bu?? " Afiza kembali bertanya.
" Kita kenali dulu Fiza. apakah dia memang tidak memiliki tempat tinggal atau hanya bermoduskan seperti itu. soalnya jaman sekarang sudah banyak penipuan-penipuan seperti itu Fiza. Jadi kamu harus mengenalinya terlebih dahulu. jika benar tidak memiliki tempat tinggal. kamu boleh mengajaknya bersama kita disni. "
" Baik Bu kalau begitu " Afiza kembali menyantap makanannya.
Afiza jadi terpikir ingin mengajak nenek paruhbaya itu untuk tinggal dirumahnya. karena rumah nenek itu telah di beri pamplet rumah di jual. dan Afiza akan segera membicarakan hal ini kepada nenek paruhbaya itu.
Setelah selesai makan malam. Afiza membersihkan meja makan dan mencuci semua piring yang kotor. dan kembali masuk kedalam kamar mereka masing-masing.
Apakah Nenek paruhbaya itu mau di ajak tinggal bersama Afiza dan keluarganya??
Mari baca episode selanjutnya ya teman-teman aku🤗🤗
Selamat membaca dan sampai ketemu di episode selanjutnya...
Jangan lupa like koment and subscribe selalu ya cerita-cerita aku..
__ADS_1
Salam kenal Buat para Author 🤭🤭🤭