WANITA BERCADAR

WANITA BERCADAR
KEKHAWATIRAN SEORANG IBU


__ADS_3

Dirumah yang sangat sederhana itu. Ibu Afiza terlihat lagi kebingungan sambil menemani anak nya Afifah bermain di halaman rumah.. Ibunya yang sangat khawatir dengan Afiza karena tidak ada kabar sehabis pulang sekolah.. Bahkan selepas pulang sekolah dia tidak pulang kerumah. Afza hanya berfikir bahwa anaknya Afiza sedang ada kegiatan sekolah makanya tidak pulang kerumah dan langsung melaksanakan kegiatan nya.. Karena selama ini pun Afiza juga pernah tidak pulang kerumah karena ada kegiatan di sekolah hingga sore hari. Namun kenapa sangat berbeda dengan hari ini. Afiza yang tidak pulang kerumah setelah usai sekolah dan tidak memberi kabar apa pun membuat ibunya merasa cemas dan khawatir apa yang sebenarnya terjadi padanya.. Dia melamun terus-menerus dan berfikir apa yang terjadi.. Sedangkan anaknya yang tidak mengerti apa-apa yang sedang terjadi tengah asyik bermain di hadapannya..


beberapa jam kemudian yang telah menunjukan pukul 6.30 sore. Emir pun pulang dari kerjaannya yang telah habis seharian penuh di kantor. Hari itu Emir juga tidak pulang kerumah dan sudah memberi kabar kepada istrinya Afza bahwa dia tidak bisa pulang karena banyak kerjaan di kantor yang harus selesai hari itu juga.


Emir mengucapkan " Assalamualaikum "


Afza hanya terdiam dan melamun.


Emir kembali mengucapkan Assalamualaikum. Dan dia berfikir bahwa istrinya itu akan mendengar


Namun, masih sama saja. tidak ada jawaban dari istrinya itu. Dan Emir mendekati istrinya dengan lembut dan berkata: " Buk, Kenapa kamu tidak menjawab salam ku. apakah yang sedang kau pikirkan buk?


Maaf pak, ibu tidak menjawab salam dari bapak. Ibu khawatir pak dengan keadaan putri kita Afiza. Sampai jam segini dia juga belum kembali dari pulang sekolah tadi. ibu takut dia kenapa-kenapa pak, Apalagi jaman sekarang sudah banyak kasus penculikan anak dan korbannya juga sudah banyak pak, ibu takut hal itu terjadi pada Afiza pak. ibu menjelaskan kepada Emir sambil menetes air matanya perlahan-lahan.


Ibuk.. Dengerin bapak yah buk, Mudah-mudahan anak kita tidak terjadi apa-apa. kita berdoa ya buk kepada Allah SWT agar dia melindungi anak kita dimana pun berada. Bapak tau anak kita sangat pintar dan cerdik, bapak juga yakin anak kita tidak terjadi apa-apa. kemungkinan dia ada masalah di jalan atau sedang membantu temannya kan kita tidak tau buk. jawab Emir sambil menenangkan hati istrinya itu.


Iya pak ibu tau kemampuan anak kita, Untuk masalah jaga diri juga ibu yakin padanya, Tapi kan pak


Sudahlah buk. Jangan berfikir aneh yaa sambung Emir agar tidak memperpanjang perkataan istrinya itu.


Mari kita masuk buk sudah adzan juga itu, dan kita shalat berjamaah ya buk, nanti selepas makan malam kita bergerak mencari putri kita itu, ibu sabar dulu ya. Jangan pikir yang aneh dulu ya buk, harus berdoa agar Fiza baik-baik saja.


Lalu Emir menggendong putrinya Afifah dan menarik tangan istrinya itu untuk masuk kedalam rumah. Silahkan Bu terlebih dahulu berwudhu dan siap-siap shalat ya, Biar bapak menjaga Afifah lalu bergantian dengan ibuk nanti. Afza pun menurut kepada suaminya itu dan bergerak wudhu.


Selepas shalat berjamaah, Mereka pun makan malam bersama Tanpa putrinya Afiza. Istri Emir masih terus saja melamun dan memikirkan gimana keadaan putrinya, Bahkan untuk makan malam saja dia tidak selera sama sekali karena masih kepikiran dengan keadaan putri nya yang tidak pernah begini sebelumnya.

__ADS_1


Emir dengan penuh perhatian menyuapi istri dan anaknya Afifah. Tanpa ada pilih kasih antara anak dan istri. Emir selalu bersikap adil dengan anak-anak dan istrinya itu. Tak pernah ada yang dia beda-beda kan karena baginya keduanya adalah kesayangan dan juga malaikat-malaikat yang dia temui dan sangat berarti di hidup nya..


Setelah selesai makan. Emir berpamitan kepada istrinya untuk mencari Afiza. Lalu istrinya itu memohon kepada suaminya agar di izinkan ikut membantu mencari putrinya. Namun, Emir tidak memberi izin kepada istrinya untuk ikut mencari. karena baginya keselamatan istri dan putri nya Afifah juga sangat di utamakan. jadi Emir memutuskan untuk mencari nya seorang diri..


Afza istrinya itu yang sangat keras kepala tetap ingin mencari Afiza. lagi dan lagi Emir selalu ada cara untuk berkata lembut dan memberi pengertian kepada istrinya agar tetap dirumah dan menjaga Afifah yang masih kecil. Emir juga berjanji untuk membawa Afifah pulang dengan keadaan selamat dan baik-baik saja dengan syarat dia tetap dirumah bersama Afifah untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk melindungi putrinya Afiza. Emir pamit kepada istrinya dan meninggalkan istrinya dirumah.


Diperjalanan Emir masih bingung dan harus kemana dia mencari Afiza. Dia yang tidak begitu kenal kepada teman-teman sekolahnya bahkan hanya beberapa teman Afiza yang dia tau rumahnya itupun karena anak nya dengan anak teman kantornya satu kelas.


Lalu Emir memutuskan untuk mendatangi kerumah itu dan bertanya apakah ada yang melihat Afiza satu harian ini..


Berjalan terus dan berjalan hingga sampailah kerumah temannya itu mengetuk pintu dan mengucapkan


Tok.. Tok... Tok..


" Assalamualaikum "


" Assalamualaikum "


krek.. krek...


Ingin cari siapa ya om, Tanya Anak remaja yang seusia dengan Afiza.


Maaf ya dek mengganggu malam begini, Bapak ingin bertanya tentang anak bapak Afiza. apakah kamu mengenalnya??


Iya pak benar, saya mengenal Afiza, Namun ada apa ya pak? Teman Afiza bertanya dengan rasa yang bingung

__ADS_1


Begini nak, Afiza dari pulang sekolah tadi belum kerumah. Jadi bapak ingin bertanya apakah ada dia bertemu dengan kamu atau berkata dia ingin pergi kemana. soalnya bapak takut juga dia kenapa-kenapa. jawab Emir sambil menjelaskan yang terjadi..


Begini pak, Tadi di sekolah kami bertemu dan pulang sekolah kami juga bertemu. Namun, Dia tidak ada berkata ingin pergi kemana dan bertemu dengan siapa. hanya saja saya melihat dia seperti bahagia gitu ingin pergi kesuatu tempat. Namun saya tidak tau apa yang terjadi. Saya kira dia ingin memberi kejutan atau hadiah makanya bahagia gitu.


Oh seperti itu ya nak, Bapak ucapkan terima kasih ya nak untuk informasi nya. bapak pamit yah nak.


assalamualaikum..


waalaikumussalam jawab anak remaja itu.


Dan Emir pun berjalan meninggalkan rumah itu..


Emir terus berjalan dan mendatangi kerumah teman-teman Afiza yang dia kenal. Namun, Tidak ada satu pun yang mengetahui kemana dia pergi. Bahkan berita terakhir pun semua hanya melihat Afiza berjalan sendiri namun tak tau ingin kemana.


Emir yang sudah merasa lelah berjalan terus pun istirahat sekejab. Sambil berdoa


Ohh Tuhan tolong jaga putri hamba, Lindungi dia ya Allah dimana dan bersama siapa pun dia berada. Tolong pertemukan kami ya Allah. Afiza anak yang baik jangan sakiti dia ya Allah.. Aamiin


Emir masih bingung harus kemana lagi setelah mendatangi rumah teman-teman Afiza yang dia ketahui.. Rasa lelahnya pun semakin terasa. Emir yang sudah bekerja satu harian di kantor dan sekarang mencari putrinya berjalan kaki membuat rasa lelah di badannya semakin terasa. Namun bagaimana jadinya kalau dia pulang belum membawa putrinya pulang. Apa yang akan di katakannya kepada istrinya tercinta itu. Dan bagaimana kalau istrinya tau bahwasanya Afiza belum di temukan. Sudah pasti istrinya nanti semakin khawatir dan ingin mencari Afiza sampai ketemu.. Sambil berfikir Emir duduk di pos ronda pinggir jalan.


Tak terasa waktu terus berputar, Dan hari telah gelap. Afiza yang masih berada dirumah sakit menunggu nenek paruhbaya yang dia sama sekali tidak tau nama nya siapa dan keluarganya gimana. Namun hati baik dan tulusnya itu ingin membantu nenek dan selalu menjaganya dalam keadaan apapun. sampai-sampai dia tak sadar telah tertidur pulas dengan keadaan duduk dan kepalanya di dekat tangan nenek itu...


Bagaimana kah kelanjutan ceritanya 🤔🤔


Jangan lupa Suport selalu ceritanya ya teman-teman 🥰

__ADS_1


__ADS_2