WANITA BERCADAR

WANITA BERCADAR
KEPUTUSAN


__ADS_3

1 jam kemudian, Afiza dan nenek paruhbaya itu telah selesai menikmati buah jeruk dan buah yang belum di kupas Afiza letakkan di dalam kulkas agar bisa di nikmati nenek itu untuk besok lagi.


Afiza teringat kembali tentang maslaah rumah nenek paruhbaya yang di buat pamplet di jual itu. Afiza pun mencoba berbicara dengan nenek itu dan berkata " Nek, Bagaimana masalah tentang pamplet itu?? Apakah sudah tau siapa penyebabnya?? "


" Nenek belum tau Fiza bagaimana solusinya dan bahkan orang yang membuat pamplet itu juga nenek belum tau " Jawab nenek paruhbaya.


" Lalu kenapa Nenek tidak ingin mencari tau tentang siapa penyebab pamplet itu di buat? dan apa maksut mereka seperti itu? " Afiza kembali bertanya.


" Bagaimana ya Fiza, sebenarnya nenek ingin mencari tau siapa yang membuat pamplet itu. dan nenek juga sangat merasa penasaran tentang hal itu. Namun nenek harus memikirkan kesehatan nenek juga Fiza. kalau nenek terus mencari tau semuanya. nanti kesehatan nenek jadi semakin memburuk. makanya nenek tidak ingin mencari tau itu Fiza. " Ujar nenek menjelaskan kepada Afiza.


" Kalau begitu ceritanya nek. kapan nenek akan mencari tau semuanya itu?? " Afiza terus bertanya kepada nenek.


" Nenek akan mencari tau Fiza! Setelah keadaan nenek lebih membaik " Jawab nenek paruhbaya kepada Afiza.


" Oke deh nek kalau begitu " Afiza menjawab dengan penuh semangat.


Oia nek, Afiza tadi malam sudah berbicara dengan ayah dan ibu tentang kejadian nenek. Afiza jelasin kalau nenek lagi sakit terus tiba-tiba ada yang membuat pamplet RUMAH DI JUAL dan meminta izin juga nek kepada ayah ibu. Alhamdulillah mereka memberi izin nenek untuk tinggal bersama kami dan Fiza jadi punya nenek. Dengan rasa gembiranya Afiza langsung memeluk nenek paruhbaya itu.


" Apa Fiza! Kamu meminta izin kepada kedua orang tua kamu agar nenek bisa tinggal bersama kamu " Tanya nenek dengan terkejut.

__ADS_1


" Iya Lo nek, kan Fiza sudah jelasin tadi. dan ayah ibu juga tidak keberatan kalau nenek tinggal bersama kami. Afiza juga senang kalau nenek dirumah kami. kan Fiza jadi punya temen dan nenek dirumah. " Jawab Afiza penuh semangat.


" Tapi Fiza! " Nenek seketika terdiam tak bersuara lagi.


" Tapi kenapa nek? " Afiza mulai merasa sedih dan tidak enak perasaan mendengar jawaban nenek.


" Nenek belum bisa memastikan ikut kerumah kamu atau tidak Fiza. "


" Kenapa begitu nek? " Afiza langsung memotong pembicaraan.


" Apa nenek tidak ingin dan tidak suka kalau semakin dekat dengan Fiza. " sambil menundukkan kepalanya.


" Gini loh Fiza " Nenek memegang pundak Fiza dan ingin memberi tahu penyebabnya.


Fiza...


Fiza..


Fiza..

__ADS_1


Dengarkan penjelasan nenek terlebih dahulu Fiza. agar kamu tidak salah paham seperti ini. bukan maksut nenek menolak tawaran dari kamu. nenek akan jelasin semuanya Fiza...


Nenek menjerit keras berharap Afiza mendengar nya. namun nyatanya. Afiza sama sekali tidak mendengar perkataan nenek.


Afiza! Andai kamu mengerti posisi dan keadaan nenek disni. kamu pasti akan paham dan terima kenyataan dan jawaban nenek. kamu yang tidak mengerti apa yang nenek pikirkan menjadi penyebab kesalah pahaman ini terjadi Fiza. Nenek paruhbaya itu pun berbicara dalam hati.


Tiba-tiba nenek paruhbaya teringat kepada suaminya yang telah meninggal dunia. Andai saja kamu belum meninggalkan ku di dunia ini. pasti kita sudah melewati masalah ini dengan sama-sama dan saling menguatkan satu sama lain. Namun kenyataannya sekarang sudah berbeda. kamu yang sudah tenang di alam sana sedangkan aku yang masih berjuang sendiri tanpa ada niat sedikitpun untuk mencari penggantimu.


Jujur saja pak saya seakan ingin melihat dan kembali bersama kamu dan selalu di sisi kamu bersama putri-putri cantik kita yang pastinya sudah menikah dan memiliki anak yang sangat tampan dan juga cantik..


Tuhan berikan hamba kekuatan untuk melewati semuanya ini, rasanya hamba sudah berada di titik terendah. Tolong beri hamba penyemangat untuk menjalani hari-hari ini sendirian dan tolong berikan pengertian kepada Afiza Tuhan tentang keadaan hamba yang membuat sulit untuk pergi bersamanya. Engkau yang maha membolak-balikkan hati dan perasaan manusia dan engkau yang berhak atas segalanya izinkan hamba memohon agar bisa berjuang kembali dan bisa membuat Afiza tidak kecewa dengan saya.


Nenek paruhbaya itu terus berdoa dan berkata di dalam hati agar Tuhan yang maha kuasa dapat memberikan jawaban dan juga keyakinan kepada Afiza bahwa ada sesuatu penyebab dengan terjadinya hal seperti ini.


Bagaimanakah cerita kelanjutan nya?


Apakah Afiza akan kembali bersikap baik kepada nenek paruhbaya itu? Atau bahkan Afiza sudah kecewa dan tidak ingin tau lagi tentang nenek itu..


Mari kita simak dan lanjutkan kisahnya di episode selanjutnya..

__ADS_1


Selamat membaca dan jangan lupa dukungannyašŸ¤—šŸ¤—


Salam kenal Autor🄰🄰


__ADS_2