
Waktu pun terus berjalan, Emir yang masih duduk di pos ronda tidak tau harus kemana dan bagaimana lagi. sedangkan istrinya dirumah terus menunggu kedatangan suaminya dan Afiza.. Afiza yang masih tidur terlelap di rumah sakit tidak sadar lagi untuk memberi kabar kepada orang tuanya. Afiza sudah merasa lelah menunggu nenek itu pun menjadi tertidur sangat nyenyak dan tak sadar bahwa dia masih di rumah sakit.
Emir terus berfikir apa yang akan dia katakan kepada istrinya kalau sampai dirumah.. Tiba-tiba dia pun punya rencana untuk membohongi istrinya agar bisa baik-baik saja dirumah tanpa ada rasa khawatir lagi dan akan melanjutkan perjalanan mencarinya besok hari lagi.. Emir pun memutuskan untuk pulang kerumah berjalan kaki karena dia tidak membawa uang sedikit pun dari rumah tadi.
Setelah sampai dirumah, Benar apa yang di duga Emir sebelumnya. Afza masih menunggu kedatangan dirinya dan anaknya itu.. Emir pun mengucapkan salam sambil membuka pintu.
krek.. krek.. krek..
assalamualaikum Bu.
Afza berlari dari dalam menemui suaminya dan berharap Afiza juga telah bersamanya. Namun perkiraan nya salah. dia melihat ke arah suaminya dan merasa seketika lemas karena tidak melihat putrinya itu. Afza pun terduduk di hadapan suaminya sambil meneteskan air mata dan merasa putus asa karena tidak melihat putrinya itu..
Buk, Ibu kenapa tidak menjawab salam saya. Kan hukum menjawab salam itu wajib buk.
Tanya Emir sambil menghadap di depan istrinya itu
Iya pak ibu tau hukumnya wajib. Ibu tadi sudah semangat ingin melihat putri kita Afiza. Kan bapak tadi sudah berjanji akan membawanya pulang. Tapi nyatanya bapak tidak membawanya pulang juga. Jawab Afza sambil menunduk merasa sangat sedih..
Buk. makanya dari itu, Tadi ibuk jawab dulu salam dari bapak. Terus ibu tanya bagaimana kejadiannya dan putri kita sudah dimana. bukannya malah memutuskan apa yang ibu lihat saja buk. Kan kalau begini ibuk hanya sedih aja yang ada tanpa tau bagaimana cerita dari bapak. Jawab Emir berusaha menenangkan istrinya.
Iya pak maafin ibu tadi terus berfikir yang tidak-tidak tentang putri kita. Jadi pak apakah Afiza sudah ketemu? Tanya Afza dengan penuh semangat karena melihat muka suaminya yang terlihat tersenyum.
Alhamdulillah buk, Tadi saya ketemu sama Afiza. Ternyata Afiza sedang berada dirumah temannya.
Terus kenapa tidak pulang pak? Afza langsung memotong pembicaraan suaminya itu.
Afza Muna istri kesayangan saya. Dengerin dulu dong penjelasan saya. Sambil mencubit pipi Afza yang berada di hadapannya.
__ADS_1
Ieh bapak ini, Udah keadaan begini pun masih sempat nya menggoda saya😏 Afza menunduk tersipu malu..
Biarin saja Bu, saya begini kan hanya dengan istri saya saja. Jawab Emir dengan tersenyum.
Jadi bagaimana lagi pak kelanjutan cerita anak kita itu, Apakah dia baik" saja dirumah temannya?
Iya buk Afiza tidur dirumah temannya malam ini, Karena Afiza menemani temannya yang sendirian dirumah dan orang tuanya sedang tidak dirumah, Saya kurang tau juga si buk kemana orang tua temannya itu, hanya bertanya kenapa tidak pulang saja. Jawab Emir dengan hati-hati takut kalau istrinya itu curiga dengan apa yang dia katakan.
Yasudah pak kalau begitu syukurlah anak kita baik-baik saja. Ibu hanya khawatir saja dengan kesehatan dia. istrinya itu pun tersenyum dan bahagia karena mendengar putrinya baik-baik saja.
Iya buk bapak juga sangat bersyukur kepada Allah SWT telah menjaga anak kita, Semoga sampai kapanpun Allah SWT juga akan selalu menjaga dan melindungi anak-anak kita. Aamiin Ya rabbal Alamin.
Emir pun menyuruh Afza untuk masuk kedalam kamar dan langsung tidur. karena waktu pun sudah sangat larut malam. Sedangkan Emir masih duduk di depan rumah sambil berfikir kemana lagi dia harus mencari putrinya.
Emir terus berfikir apa yang akan dia lakukan besok hari. Karena tadi sudah berbohong dan menutupi bagaimana sebenarnya yang terjadi kepada putrinya. Jangan kan untuk tau keadaannya Afiza sekarang. Untuk bertemu dan mendengar kabarnya saja sangat susah dan teman-temannya juga tidak ada yang tau dimana keberadaannya sekarang..
Emir pun memutuskan untuk meminta cuti 1 hari ke kantor kerjaannya untuk mencari Afiza. Emir berniat akan cerita jujur kepada atasannya agar semuanya dapat mengerti kenapa dia tiba-tiba meminta cuti kerja disaat kerjaan lagi banyak.
Emir pun berjalan menuju kamarnya ingin beristirahat dan melanjutkan mencari Afiza besok lagi.
Keesokan harinya, Afza terbangun seperti biasanya dan menyiapkan makanan dan minuman untuk keluarga nya. setelah selesai semua pekerjaan rumahnya. Afza langsung memandikan Afifah dan menyiapkan Afifah untuk berangkat kesekolah TK. Tidak pernah ada yang berbeda kegiatannya selalu saja memasak dan menyiapkan anak-anak nya untuk berangkat ke sekolah..
Pagi itu, Afza langsung bergerak mengantar Afifah ke sekolah TK di depan rumahnya. Sedangkan Emir sedang bersiap" untuk mencari putrinya yang belum pulang hingga pagi ini. Afza tidak tahu bahwa Emir hari ini libur bekerja, Karena Emir sengaja tidak memberi tahu istrinya itu bahwasanya dia libur. kalau Istrinya tau bahwa Emir libur bekerja dia pasti bertanda tanya mengapa bisa libur mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
Setelah Afza pergi dari rumah. Emir pun langsung bersiap juga pergi mencari Afiza. Dia pergi berjalan kaki dan menelusuri sepanjang jalan dan tempat yang dia tau kesenangan Afiza. Tujuan pertama Emir ialah kesekolah Afiza, Mana tau Afiza sudah langsung bergegas ke sekolah. karena dia tau dari dulu anaknya tidak pernah ingin libur sekolah. bagi Afiza 1 hari tidak sekolah saja sudah ruginya seumur hidup Afiza. Perlahan-lahan Emir pun berjalan menuju sekolah Afiza, Dengan selalu berdoa di dalam hati agar bertemu dengan Afiza secepatnya biar tidak membuat dia berbohong kembali kepada istrinya itu.
Waktu pun terus berjalan, Emir juga tidak bertemu dengan Afiza di sekolah. Dia semakin merasa bingung harus bagaimana lagi, sambil berfikir dia pun berhenti di sebuah Indomaret tepat berada di depan rumah sakit nenek paruhbaya yang sedang Afiza tungguin.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, Afiza pun keluar dari rumah sakit dan ingin membeli sesuatu untuk keperluan pribadinya. Afiza tidak lagi berfikir untuk ke sekolah hari ini karena khawatir dengan nenek paruhbaya itu. Afiza menuju ke Indomaret dan bertemu dengan ayahnya yang sedang melamun di depan Indomaret.
Afiza pun melihat ayahnya dan berkata: " Ayah, Ngapain ayah duduk dan melamun di Indomaret ini yah?
Emir pun terdiam dan menatap Afiza sangat terkejut.
Afiza kembali menyapa ayahnya yang menatap serius dirinya : " Ayah, Afiza sedang bertanya kenapa ayah, Kenapa ayah hanya terdiam dan menatap Afiza begitu serius."
Emir pun berdiri dan berkata: " Kemana saja kamu nak, Ayah sudah lelah mencari mu. "
Afiza pun menunduk dan meminta maaf kepada ayahnya karena tidak pulang dan memberi kabar.
" Ayah Afiza bertemu nenek paruhbaya di jalan yang tengah pingsan dan tidak ada yang menolong nya, Jadi Afiza membantu nenek itu yah karena merasa kasian seperti itu. sampai-sampai Afiza lupa memberi kabar kepada ayah dan ibu bahwa Afiza baik-baik saja menunggu nenek itu dirumah sakit. "
Yasudah lah kalau begitu pernyataanmu Fiza, Ayah percaya kepada mu dan ayah juga bangga memiliki anak sepertimu. lain kali apapun yang terjadi kabari ya Fiza jangan sampai membuat khawatir lagi yaa. Emir mencoba menasehati dan mengingatkan Afiza.
" Iya ayah, maafin Fiza ya yah. Sambil memeluk ayahnya."
Tapi yah bagaimana dengan ibu? Fiza bertanya dengan sangat khawatir.
Kamu tenang saja Fiza. Ayah berbohong kepada ibumu tadi malam dan berkata bahwa kamu sedang baik-baik saja dan menginap dirumah teman mu karena orang tuanya tidak dirumah. Jadi nanti kamu jelasin dan minta maaf juga ya kepada ibumu seperti apa yang sudah ayah katakan kepada mu agar ibumu tidak curiga dengan jawaban kita berbeda.
Afiza pun sepakat dengan apa yang di katakan ayahnya...
Hello Guys..
Ikuti terus ya cerita aku🤗🤗
__ADS_1
Selamat membaca🥰🥰