WANITA BERCADAR

WANITA BERCADAR
PENCARIAN


__ADS_3

Di bawah terik matahari yang menyengat kedalam kulit, Afiza mencoba mencari informasi kepada tetangganya tanpa sepengetahuan nenek paruhbaya itu.. tujuan pertamanya ialah pos ronda yang tidak jauh dari rumah nenek itu. Setelah berjalan mendekati pos ronda, dia pun menghampiri pos ronda itu yang sedang rame orang.


" Permisi pak, bolehkah saya mengganggu waktunya sebentar? " Tanya Afiza kepada bapak-bapak yang berada di pos ronda.


" Apa itu neng yang ingin di tanyakan ? " seorang Bapak pos ronda itu pun menjawab.


" Begini Pak! Saya ingin bertanya tentang rumah nenek paruhbaya yang berada di ujung sana yang catnya berwarna hijau muda."


" Iya neng! Bapak tau rumah nenek yang berada di ujung jalan sana " Jawab bapak pos ronda.


" Baiklah pak kalau bapak sudah tau rumahnya. Saya ingin bertanya, Apakah bapak ada lihat siapa yang telah membuat pamplet di depan rumah nenek itu? " Afiza kembali bertanya.


" Pamplet apa yah neng yang tertulis di depan rumah nenek itu? Bolehkah saya tau lebih jelas? " Sahut bapak pos ronda yang lainnya.


" Ada tertulis di depan rumahnya. bahwa RUMAH INI DI JUAL saya dan nenek merasa bingung dan heran siapakah yang membuat tulisan itu. karena nenek juga tidak pernah membuat pamplet itu."


" Lalu kenapa bisa ada pamplet kalau si nenek itu tidak membuatnya? " jawab bapak pos ronda.


" Itu lah yang membuat pertanyaan kepada kami pak, dan itu yang ingin saya tanyakan kepada bapak-bapak apakah ada yang sengaja membuat pamplet itu? atau ada yang melihat siapa pelakunya? "


" Gimana Din! apakah kamu ada melihatnya? " Sahut bapak pos ronda kepada temannya.


" Aku gak ada lihat siapa pelakunya. karena selama ini pun aku hanya sekedar lewat dan tak pernah memperhatikan rumah nenek itu. Bahkan aku kira nenek itu telah pergi kerumah keluarganya makanya rumah nya itu di jual "


" Yasudah pak kalau begitu. Ternyata tidak ada yang tau yah pak. saya pamit pulang ya pak dan ingin mencari tau kembali ke tetangga-tetangga nenek. "


" Iya neng " kata bapak pos ronda.


" Kalau bapak ada yang tau pelakunya saya mohon bapak segera memberi tau informasi itu kepada saya untuk mendatangi kerumah nenek itu. "


" Baik neng! kalau kami ada informasi akan segera kami beri tau kepada Eneng. "


" Saya pamit ya pak. Assalamualaikum. "


Afiza pun beranjak pergi meninggalkan mereka semua di pos ronda.


Bapak pos ronda itupun kembali berbincang-bincang melanjutkan obrolan mereka dan sesekali juga bercerita tentang kejadian nenek paruhbaya itu.


Di perjalanan, Afiza melamun dan memikirkan gimana caranya agar dapat informasi secepatnya tentang kejadian itu. apa aku harus membuat pamplet seperti pencarian begitu? Ahh rasanya tidak mungkin cocok. timpalnya ucapan sendiri. Lalu aku harus bagaimana lagi agar mendapat informasi itu?

__ADS_1


Dia pun terus mendatangi rumah satu persatu tetangga nenek paruhbaya sambil mempertanyakan kejadian itu. namun tidak ada satu orang pun yang mengetahui siapa pelakunya dan apa maksutnya membuat seperti itu..


" Ya Allah ya Robbi tolong Afiza ya Allah. untuk mendapatkan siapa pelakunya dan apa maksutnya seperti itu. Afiza sudah mencari kemana-mana informasi namun tidak ada yang mengetahui nya ya Allah. " Afiza berdoa di dalam hatinya.


Setelah selesai mencari informasi kepada bapak pos ronda dan juga tetangga nenek paruhbaya itu. dia berjalan dan terus berjalan hingga dia bertemu dengan seorang laki-laki yang masih terlihat sangat muda seperti belum memiliki keluarga atau menikah. Lelaki itu sangat tampan dan juga terlihat memperhatikan Afiza. Anak muda itu pun mencoba membuka pertanyaan kepada Afiza dan berkata.


" Kamu berjalan ingin pergi kemana dek? " Tanya anak muda itu.


" Saya ingin pulang kerumah saja mas. " jawab Afiza dengan cuek.


" Kenapa kamu ingin pulang kerumah dan juga dari mana saja kamu. " Tanya kembali anak muda itu.


" Saya habis mencari informasi kepada tetangga-tetangga nenek paruhbaya yang rumahnya di ujung sana berwarna cat hijau. "


" Kalau saya boleh tau, Informasi apa yang kamu cari dan tanya kepada banyak orang? "


" Rumah nenek paruhbaya itu ada yang membuat pamplet yang bertuliskan RUMAH INI DI JUAL padahal nenek itu tidak pernah membuat seperti itu. bahkan anak-anaknya saja pun tidak berada dengannya dan itu yang membuat saya mencari tau agar nenek itu dapat tenang dirumahnya sendiri. " Afiza pun menjelaskan kejadiannya.


" ohh ternyata masalah itu yang sedang kamu cari tau " Jawab anak muda itu dengan santai.


" Lalu, Apakah kamu mengetahui siapa pelakunya?? " Afiza bertanya dengan penasaran.


" Tolong ceritakan kejadiannya dan juga pelakunya. " Afiza memohon kepada anak muda itu.


" Baiklah! saya akan menceritakan kejadiannya terlebih dahulu. "


" Yasudah ceritakan lah " sahut Afiza dengan cepat.


begini kejadiannya..


" Pada malam itu, Saya melihat ada 2 orang laki-laki yang bertopeng serba hitam. dan saya melihatnya seperti ada maling yang ingin mencuri dirumah hijau itu. Saya tidak tau siapa yang punya rumah hijau di ujung sana. namun saat saya melihat kejadian itu. saya berteriak dan memanggil kepada dua laki-laki itu. "


Lalu bagaimana kejadian itu? tanya Afiza


Setelah mereka mendengar suara saya. mereka pun pergi meninggalkan rumah itu dan tidak sempat mencuri barang yang ada didalam rumah. dari kejadian itu saya pun merencanakan untuk membuat pamplet RUMAH DI JUAL agar tidak ada lagi maling yang mendatangi rumah itu. karena saya lihat rumahnya seperti masih ada orangnya yang tidak tau pergi kemana. jadi saya simpulkan membuat pamplet tanpa izin yang punya rumah agar menyelamatkan keadaan rumah dari pencuri itu. setiap malam saya melihat ke arah rumah itu dan tidak ada lagi laki-laki yang ingin mencuri datang kerumah itu. Setelah kejadian itu berhari-hari berlalu. saya mulai tenang dan tidak ada pencurian yang terjadi.


" Baiklah kalau seperti itu kejadiannya saya mengucapkan terimakasih telah membuat seperti itu agar terhindar dari pencuri. "


" Tidak usah berterima kasih kepada saya, sudah seharusnya saya melakukan itu apabila ada yang terjadi tidak baik kepada siapapun. "

__ADS_1


Perkenalkan nama saya Nawi yang tinggal tidak jauh dari rumah nenek itu, dan cat rumah saya warna putih. apabila ada hal yang ingin di bantu silahkan datang kerumah saya.


salam kenal juga, saya Afiza. seorang pelajar kelas 3 madrasah Tsanawiyah dan sebentar lagi lulus.


wahh, ternyata kamu masih seorang pelajar yahh. ucap anak muda yang bernama Nawi itu.


Iya, saya seorang pelajar dan sudah memasuki ujian kelulusan dan sebentar lagi ingin lulus dan masuk kesekolah selanjutnya.


Kalau begitu. mari kita duduk sebentar dan berbincang di bawah pohon itu yang telah ada kursinya.


Afiza pun menurut dan mengikuti langkah Nawi sebagai bentuk terimakasih nya.


" Apakah sudah ada sekolah yang ingin kamu tuju selesai lulus nanti? " Tanya Nawi kepada Afiza.


" Saya masih bingung😔 " Afiza menunduk sedih.


Kenapa kamu sedih seperti itu? tanya Nawi kepada Afiza.


Saya memang ingin sekali melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi bahkan sampai ke perguruan tinggi. namun keadaan keluarga saya yang membuat saya bingung apakah harus melanjutkan atau harus membantu ekonomi yang sangat kurang itu. terlebih lagi adikku yang juga sudah Sekolah TK. dan biaya semakin banyak lagi yang kami habiskan untuk bersekolah.


begini Fiza. apakah kamu tertarik dengan sekolah agama? Tanya Nawi kepada Afiza.


Saya sangat tertarik dan sangat ingin sekolah pesantren. namun biayanya saya tidak sanggup mas.


Kalau kamu memang benar sangat ingin bersekolah pesantren. silahkan datang esok hari kerumah saya dan siapkan persyaratannya agar bisa saya daftarkan sekolah pesantren yang di biayai.


Apasaja persyaratannya. Agar saya bisa persiapkan semuanya mas?


Kamu hanya menyiapkan fotocopy KTP akta kelahiran dan juga pas foto mu 3×4 sebanyak 2 lembar. dan bawa kerumah saya.


baiklah kalau begitu mas. saya pamit dan ingin pulang kerumah dahulu dan sampai jumpa besok.


Afiza pergi berjalan kembali dan juga anak muda itu pergi melanjutkan perjalanannya.


Setelah sampai dirumahnya. Afiza langsung masuk kedalam kamarnya dan membersihkan badannya langsung melaksanakan shalat dan berdoa dengan penuh bersyukur karena telah menemukan jawaban dari kejadian-kejadian itu. selesai shalat dia pun mematikan lampu dan langsung tidur.


Nantikan episode berikutnya 🤗🤗🤗


Jangan lupa like koment dan dukung selalu ya cerita aku.

__ADS_1


salam kenal dan selamat membaca🥰🥰🥰


__ADS_2