WANITA BERCADAR

WANITA BERCADAR
SEBUAH RENCANA


__ADS_3

Malam itu, Di bawah pohon dan angin yang berhembus kencang menyejukkan badan Afiza membuat dia semakin merasa nyaman berada di bawah pohon itu. Sambil bersandar di pohon Afiza seketika terdiam dan melamun. Afiza masih merasa kesal dengan nenek paruhbaya itu namun ibunya membuat dia kembali berfikir dan rasanya ingin menghilangkan sifat egois nya dan ingin mencari tau apa alasan nenek paruhbaya itu sebenarnya. Dengan perasaan yang masih ragu dia pun menyusun rencana untuk pergi kerumah nenek paruhbaya esok hari.


" Besok pulang sekolah aku akan kerumah nenek itulah dengan jam yang seperti biasanya " Afiza Berkata dalam hati.


Kalaupun nenek itu mempunyai alasan dan tetap bersikeras tidak ingin ikut tinggal bersama keluarga ku. Aku akan mencari tau semuanya siapa yang membuat pamplet dan kenangan apa yang membuat nenek itu sulit meninggalkan rumah nya itu. padahal kan dia dirumah itu sudah sendiri dan tidak ada temannya sama sekali. Aku juga gak akan memberi tahu nenek itu kalau aku mau mencari tau semuanya yang terjadi, Karena aku juga takut kalau nenek itu tau aku ingin mencari tau semuanya dia pasti kembali melarang ku untuk mengetahui semuany itu. aku yang perduli dengan nenek itu nantinya malah kesal dibuat nenek itu lagi dengan melarang ku tau semuanya. Aku akan merahasiakan rencana ini dan juga hanya sebentar saja disana lalu melanjutkan langkah mencari tau itu.


Andai saja nenek ingin tinggal bersama kami, pasti aku tidak perlu repot-repot untuk mencari tau masalah ini dan juga tidak harus menambah kegiatan seperti layaknya seorang Intel yang lagi menyelidiki sebuah kasus. Ahhh rasanya seperti mimpi kejadian ini namun yah bagaimana ini memang sudah nyatanya.


Langkah demi langkah akan aku jalani untuk mencari tau, Pertama kerumah tetangga nenek yang dekat rumahnya dan juga kepada satpam maupun orang-orang yang sering melintasi daerah itu akan aku tanyakan juga.


Afiza pun kembali bersemangat untuk memulai semuanya dan juga akan menyiapkan apa yang harus dia bawa. Sambil berjalan ke dalam rumah. Afiza mengingat-ingat barang apa saja yang akan dia bawa untuk di gunakan saat pencarian informasi nanti..


Setelah sampai di kamar Afiza, satu per satu barang akan dia siapkan untuk di bawa. barang yang akan dia bawa yaitu sebuah pulpen, Kertas, Tempat minum yang telah dia isi air untuk minumnya saat melakukan pencarian dan juga menyiapkan bekal apabila di jalan dia merasa lapar. dia sebisa mungkin untuk membuat rencana yang baik dan menyiapkan hal yang dia punya dan tidak mengeluarkan biaya sedikit pun..

__ADS_1


Di sisi lain, dia juga mencatat di sebuah kertas ke alamat mana saja yang harus dia tanyakan dan kerumah siapa saja yang akan dia datangi. karena dia sudah sering berada dirumah nenek paruhbaya itu membuat dia tidak sulit lagi harus melangkah kemana saja. karena orang-orang yang disana juga sudah pada mengenali dirinya karena terlalu sering berada disana dan menemani nenek itu.


Setelah selesai menyiapkan semuanya dia pun kembali mengecek hal-hal apa saja yang belum dia siapkan. Satu persatu dia ingat kembali apakah sudah semuanya di bawa atau masih ada yang harus dia bawa lagi, Dia sudah selesai mengecek semuanya dan Alhamdulillah telah siap siap bawa.


Seketika dia teringat dengan tugas yang di berikan gurunya dan dia pun melihat buku nya itu dan ternyata belum ada sedikit pun tugas yang dia kerjakan. dia terlalu memikirkan nenek paruhbaya itu sehingga membuatnya lupa akan mengerjakan tugas sekolah yang di beri gurunya. dia membuka buku mata pelajarannya itu dan mengerjakan satu per satu tugasnya itu. Perlahan-lahan dia kerjakan dan dia baca soalnya satu persatu bagian mana saja yang mudah di kerjakan itu yang terlebih dahulu dia selesaikan.. Tugasnya yaitu mata pelajaran matematika, soalnya yang memang sedikit Hanya terdiri dari 5 soal bagian essay test. namun jawabannya yang sangat panjang dan juga rumit. harus sesuai dengan rumus dan perkalian yang benar.


Pertama dia mengerjakan soal essay test yang nomer 5 karena soal itu bagian yang baginya mudah dan sudah dia pahami sejak lama yaitu soal tentang akar dan perpangkatan, dengan cepat dia menyelesaikan soal itu tanpa ada rasa ragu. di lanjutkannya dengan soal nomer 3 yang tentang persamaan dan juga fungsi kuadrat itu juga materi yang telah sering dia pelajari dan materi yang sangat dia suka. 2 soal telah selesai dia kerjakan dengan baik. hanya tersisa 3 soal lagi dan akan siap semuanya.


Soal yang nomer 1 dan juga 2 mulai sulit untuk di kerjakan dan juga ribet bagian pengerjaannya karena harus menggunakan rumus dan juga memahami bagian diameter ruang lingkaran. sedangkan soal nomer 4 berhubungan dengan logaritma sinus dan juga cosinus. semakin lama soalnya semakin sulit untuk di kerjakan sehingga membuatnya pusing dan tidak tau harus bagaimana cara menjawabnya.


Setelah selesai semua tugasnya, Dia tidak lagi mengecek jawaban yang dia kerjakan itu karena sudah merasa sangat lelah dan langsung dia simpan semuanya kedalam tasnya dan membedakan mana yang untuk sekolah dia buat di tas ransel sedangkan yang untuk pencarian informasi itu dia susun di sala paper bag dan mempermudah serta mempercepat dia berangkat besok hari. Tas ransel yang dia letakkan di atas meja belajar sedangkan paper bag nya dia letakkan di atas kursi di dekat meja belajarnya itu.


Sebelum tidur dia tidak lupa untuk mencuci kaki dan juga mencuci kedua tangan serta menggosok giginya. Kegiatan yang selalu dia lakukan dan tidak pernah dia tinggalkan karena ajaran dari ibunya agar selalu bersih sebelum beristirahat dan juga dia tidak lupa untuk berwudhu sebelum tidur.

__ADS_1


Setelah selesai dia mencuci kaki, tangan, gosok gigi dan juga berwudhu, dia langsung menaiki tempat tidurnya lalu menarik selimut yang ingin dia pakai sambil berbaring, berdoa sebelum tidur.


Beberapa menit kemudian dia pun tertidur lelap dan lupa mematikan lampu kamar. Ibunya yang terbangun pun melihat ke arah kamarnya itu langsung masuk dan melihat sekeliling nya yang sudah tersusun rapi tas dan juga paper bag di atas meja belajar, Ibunya hanya berfikir bahwa dia sangat banyak materi besok hari sehingga menyiapkan tas sebanyak itu. ibunya berjalan menuju saklar lampu kamar Afiza yang belum di matikan. Dengan langkah ibunya yang sangat pelan dan hati-hati agar putrinya tidak bangun mendekati Afiza melihat dan mencium keningnya sambil berkata.


" Happy nice dream Afiza kesayangan ibu "


langsung meninggalkan kamar dan lanjut masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat kembali.


Bagaimanakah rencana Afiza??


Apakah akan sukses dan berhasil untuk mencari informasi.??


Ayo baca kelanjutannya di episode berikutnya 🤗🤗🤗

__ADS_1


🥰Selamat membaca dan semoga suka 🥰


__ADS_2