WANITA BERCADAR

WANITA BERCADAR
BUAH TANGAN


__ADS_3

Keesokan harinya Afiza ingin pergi kerumah nenek paruhbaya itu dan melihat keadaan nenek itu, Apakah sudah membaik atau semakin parah. Di perjalanan Afiza melihat toko buah yang sangat banyak sekali dan dia juga berniat membelikan buah sebagai buah tangannya menjenguk nenek itu agar dapat menikmati buah-buahan segar dan juga dapat mempercepat kesembuhannya.


Afiza pun berhenti di sebuah toko buah dan memilih-milih buah apa yang akan dia bawa, Dia juga tidak tau buah seperti apa yang disuka nenek itu. Lalu Afiza memutuskan untuk bertanya kepada penjual buah karena dia tidak pernah menjenguk orang sakit dan membawa buah tangan seperti buah-buahan..


" Permisi pak, Saya ingin bertanya. Buah apakah yang sering di bawa setiap orang untuk menjenguk orang sakit?? " Tanya Afiza kepada penjual.


" Semua itu tergantung orangnya non, Kalau yang di jenguk itu masih remaja dan belum menikah dia biasanya di bawakan buah Anggur, Pir atau yang lainnya " Jawab penjual kepada Afiza.


" Lalu kalau sudah tua! buah apa yang cocok di bawakan pak? " Afiza kembali bertanya.


" Jeruk juga bisa non. karena dia tidak keras untuk dimakan " Jawab penjual buah.


" Yasudah pak kalau begitu saya pesan buah jeruknya 1 kg ya pak " sambil menunjuk buah yang berada di depannya.


" Baik non saya akan membungkusnya terlebih dahulu " Sambil memasukkan satu persatu buah kedalam plastik. Lalu memberikan kepada Afiza.


" Terimakasih pak. " Ucap Afiza sambil memberikan uang dan pergi.


Di perjalanan, Afiza dengan semangat membawa buah tangan itu dan ingin segera sampai dirumah nenek itu.


Setelah sampai dirumah nenek paruhbaya itu Afiza pun mengetuk pintu dan mengucapkan.


Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


Assalamualaikum...


Assalamualaikum...


Krekk.. krekk..


Terdengar suara pintu terbuka..


" Waalaikumussalam, ternyata Kamu Fiza yang datang " ucap nenek paruhbaya.


" Iya nek, Emangnya nenek sedang menunggu siapa ya nek? " Tanya Afiza merasa heran.


" Tidak ada Fiza. Hanya saja nenek merasa heran siapa yang datang menjenguk nenek. "


Di dalam rumah, Afiza memberikan buah yang di belinya di toko tadi. Nenek pun tercengang heran melihat Afiza membawa buah-buahan segar dan memberikan kepadanya.


" Kenapa kamu membawa buah Fiza? " Tanya nenek kepada Afiza.


" Tidak apa-apa nek, Hanya buah tangan saja dan semoga nenek cepat sembuh. " Jawab Afiza.


" Nenek sudah sembuh Fiza dan tidak perlu makan buah sebanyak ini " ucap nenek paruhbaya.


" Nenek, Fiza tau nenek sudah membaik kesehatan nya. Tapi kan nek makan buah juga sangat perlu nek apalagi buah jeruk memiliki banyak manfaat dan juga vitamin untuk tubuh. "

__ADS_1


" Iya Fiza tapi kan kamu masih sekolah dan tidak memiliki uang. lalu untuk apa kamu membelikan buah? Sebaiknya kamu kumpul saja uang kamu itu Fiza. "


" Fiza memang belum bekerja nek. tapi kan Fiza punya tabungan untuk membelikan buah nenek. Jadi nenek gak usah khawatir ya nek. Fiza masih ada uang tabungan untuk keperluan lainnya " Ujar Afiza mencoba memberikan penjelasan kepada nenek paruhbaya itu.


" Baiklah Fiza kalau begitu mari kita nikmati bersama buah-buahan segar yang kamu bawa ini " Sambil menyodorkan buah jeruk kepada Afiza.


" Afiza menerima buah itu dan mengupas satu persatu buah jeruk. "


Sambil mengupas buah tersebut Afiza menatap wajah nenek paruhbaya itu seakan merasa sangat senang sekali bisa bertemu dan berbicara sedekat ini.


Di dalam hati Afiza dia sangat bertanda tanya siapakah sebenarnya nenek paruhbaya ini? dan kenapa saya merasa sangat dekat dan juga seperti mengenal nya sejak awal. padahal kan kami bertemu secara tidak sengaja dan bahkan untuk namanya saja saya tidak tau. Lalu kenapa perasaan saya seperti ini kepada nenek paruhbaya itu.


setelah selesai mengupas buah Nenek paruhbaya dan Afiza itu pun menikmati buah yang sudah di kupas tadi. Sambil bercerita dan bersenda gurau.


Afiza juga terfikir kontak batin apa yang sebenarnya terjadi antara mereka berdua??


.


.


.


Next Episode selanjutnya 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


Selamat membaca 🥰🥰


__ADS_2