
Keesokan harinya, Afiza mencoba untuk datang kerumah nenek paruhbaya itu dan mencari-cari informasi apapun dari tetangga maupun orang-orang yang sering melintasi daerah situ.
Setelah sampai dirumah nenek paruhbaya itu. Afiza mencoba mengetuk pintu.
Tok..
Tok..
Tok...
Assalamualaikum...
Assalamualaikum..
Afiza terus mengucap salam namun tidak ada suara jawaban dari dalam rumah. Afiza terlihat bingung dengan keadaan rumah nenek paruhbaya itu. Apa nenek itu sudah tidak dirumah itu lagi, ujarnya dalam hati. Lalu dia pun mencoba bertanya kepada tetangga nenek itu dan berharap ada jawaban.
Tok.. Tok.. Tok... ( Suara mengetuk pintu )
Permisi, Permisi, Ucap Afiza berulang kali.
krekk. Krekk, Suara pintu terbuka.
" Ada apa ya kak? " Ujar Suara cewek remaja yang keluar dari dalam rumah.
" Maaf ya Mbak kalau mengganggu, Saya hanya ingin bertanya tentang nenek yang rumahnya di sebelah itu. " Afiza mencoba menjelaskan maksutnya.
" Oh seperti itu ya kak, Saya pikir ada hal yang ingin kakak cari dirumah saya ini "
" Tidak kok mbak, hanya ingin menanyakan sesuatu saja tentang tetangga yang diseblah itu. "
" Yasudah kalau seperti itu, pertanyaan apa yang ingin Kakak pertanyakan kepada saya tentang nenek itu? "
" Begini kak, Saya sudah memanggil dan mengetuk pintunya berkali-kali namun tidak ada jawaban. Apakah kakak tau nenek itu pergi kemana? "
" Oh, begitu ya kak, tapi maaf ni Kak sebelumnya. Saya juga tidak tau nenek itu pergi kemana dan sama siapa. "
" Yasudah kalau seperti itu mbak saya izin pamit pulang dulu ya mbak. Terimakasih untuk informasinya mbak. "
" Iya Kak sama-sama "
Assalamualaikum, Afiza melangkahkan kakinya dan pergi meninggalkan rumah itu.
Dia kembali pulang kerumah nenek itu sambil berfikir apa yang terjadi dengan nenek itu. mengapa bisa rumah nenek itu kosong dan kemana nenek itu pergi. dia mencoba kembali mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
Tok...
__ADS_1
Tok...
Tok...
Assalamualaikum
Assalamualaikum
Tidak lama kemudian terdengarlah suara pintu yang terbuka...
Krek.. krekk..
" Ada apa kamu datang kesini Fiza? " Tanya nenek paruhbaya itu.
Fiza: " Fiza khawatir keadaan nenek dan Fiza juga ingin tau alasan nenek tidak ingin ikut tinggal bersama Fiza "
Nenek: " Nenek pikir kamu sudah tidak ingin bertemu nenek lagi. Karena semalam nenek sudah menungguin kamu 1 harian penuh dari pagi hingga larut malam dan berharap kamu akan datang. tapi nyatanya kamu tidak datang juga. "
Afiza: " Fiza minta maaf ya nek sudah bersikap seperti itu kepada nenek. Maafkan Fiza ya nek. " Sambil menunduk merasa bersalah.
Nenek: " Yasudah Fiza tidak apa-apa kok "
Afiza: " Lalu nenek pergi kemana tadi? kenapa Fiza ketuk pintu tidak ada jawaban? "
Nenek : " Nenek tidak pergi kemana-mana Fiza, Hanya berdiam diri di kamar tanda ada yang menggangu dan yang nenek lakukan. "
Nenek : " Nenek fikir tadi hanya ilusinasi nenek saja mendengar kamu datang. Makanya nenek tidak membukakan pintu. "
Fiza : " Kenapa nenek bisa berfikir seperti itu? "
Nenek : " Ahhh sudah lah Fiza lupakan saja permasalahan itu. Mari kita masuk, Ajak nenek paruhbaya kepada Afiza.
" Baik nek, Afiza mengikuti langkah nenek itu kedalam rumahnya. "
Di dalam rumah, Keadaan yang sunyi senyap selalu membuat suasana menjadi hening seakan tak ada penghuninya. Afiza yang terlihat canggung kepada nenek itu pun sangat bingung harus mencari topik pembicaraan seperti apa.. Lalu dia pun teringat masalah yang harus dia selesaikan kepada nenek itu dan dia bertanya.
" Nek, Afiza mau bertanya kepada nenek. "
" Yasudah Fiza, Apa yang ingin kamu tanyakan kepada nenek? "
" Begini nek, Afiza mau tau apa sebenarnya alasan nenek tidak ingin ikut tinggal bersama saya dan juga keluarga saya. padahal nenek disini kan sendiri dan juga rumah nenek sudah di buat pamplet RUMAH INI DI JUAL " Afiza langsung to the point.
ekhem.. Nenek seketika batuk mendengar pertanyaan Afiza.
" Begini Fiza, Rumah ini harta satu-satunya yang nenek punya dan paling berharga di hidup nenek. dirumah ini juga banyak kenangan dan moment nenek bersama suami dan juga anak nenek. jadi nenek akan memperjuangkan rumah ini sampai kapan pun "
__ADS_1
" Walaupun rumah nenek sudah di pamplet seperti ini? "
" Iya Fiza. Apapun masalahnya dan bagaimana pun keadaannya nenek akan berjuang untuk hak rumah ini. karena rumah ini tidak pernah nenek berikan atau jual kepada siapapun. "
" Mau sampai kapan nek? "
" Sampai nenek mendapat hak rumah ini kembali dan tidak ada yang bisa mengganggu gugatnya. "
" Baiklah kalau seperti itu jawaban nenek. Afiza dapat menerima nya, dan Afiza juga akan membantu nenek untuk mencari solusi dan juga pelakunya. "
" Iya Fiza, semoga saja kita bisa mendapatkan siapa pelakunya itu. "
Aamiin ya rabbal Alamin 🤲🤲
Setelah pembicaraan itu usai. Afiza pun pamit dan pergi meninggalkan nenek paruhbaya itu.
Di bawah terik matahari, Afiza berjalan dari rumah nenek paruhbaya itu menuju sekolahnya dan ingin kembali ekskul. karena sudah lama ekskul itu dia tinggalkan... jam sudah semakin berputar dan membuat dia terlambat untuk latihan. dia berlari keras dan berharap agar tidak telat Samapi disana. Tapi nyatanya tetap saja dia kelamaan sampai disana dan latihan juga sudah di mulai.
Dengan nafas yang tersengal-sengal dia sampai di sekolah dan langsung menemui pelatihnya dan meminta maaf karena dia telah telat sampai di sekolah itu.
" Maaf pak pelatih, saya telat " Ujar Afiza kepada pelatihnya.
" Kenapa kamu telat Afiza. dan kenapa kamu sudah lama tidak ikut latihan? " Tanya pelatih kepada Afiza.
" Maafkan saya pak Karena telat datang dan juga saya minta maaf karena selama ini saya tidak ikut latihan dan tidak memberi tau kepada bapak pelatih disni. " Afiza menunduk meminta maaf.
" Apa masalah kamu Fiza? " Pelatih kembali bertanya.
" Saya ada sedikit maslaah pak yang harus saya selesaikan. makanya dari itu saya tidak masuk latihan dan juga terlambat datang. "
" Apa masalah kamu? Apakah saya bisa membantunya? " Tanya pelatihnya itu.
" Tidak pak, Ini hanya masalah keluarga yang saya tidak bisa ceritakan permasalahan nya dimana. Saya minta maaf pak "
" Baiklah kalau seperti itu. Kamu pulang saja dan beristirahat dirumah kalau memang ada masalah keluarga. "
" Tidak pak, Saya masih bisa melakukan latihan hari ini. "
" Saya tau kamu akan merasa rugi kalau tidak latihan. apalagi kamu sudah lama tidak ikut latihan kan. jadi untuk hari ini kamu saya izinkan pulang dan kembali lagi besok kalau sudah selesai masalahnya. "
" Baiklah pak kalau seperti itu, Saya izin pamit pulang ya pak, Selamat siang pak. "
Afiza pun langsung pulang dan meninggalkan sekolah serta pelatihnya itu.
Bagaimana kelanjutannya 🤔🤔🤔
__ADS_1
jangan lupa like koment and subscribe selalu ya teman cerita aku 🤗🤗
Salam kenal dan salam bahagia 🥰🥰