WANITA BERCADAR

WANITA BERCADAR
NENEK PARUHBAYA


__ADS_3

Cuaca pagi itu tidak seperti biasanya yang sangat cerah. Pagi ini awan sangat gelap dan hujan rintik-rintik yang membuat Afiza terlelap tidur sangat lama dan membuat dia kesiangan dan berfikir masih subuh..


Dengan terburu-buru, Afifah langsung mandi dan berwudhu untuk melaksanakan shalat subuh. Walau pun cuaca pagi ini tidak seperti biasanya, Namun tak pernah menjadi halangan untuknya melaksanakan ibadah dan membaca Alqur'an setiap paginya..


Setelah selesai melaksanakan shalat subuh, Afiza langsung mendatangi ibunya yang telah siap-siap dan berdandan rapi yang tak seperti hari-hari kemarin, diam-diam Afiza memandang ibunya dengan tatapan yang sinis dan berfikir apakah sebenarnya yang ingin ibunya lakukan? Membuat perasaan Afiza seketika berubah melihat ibunya seperti itu yang tidak biasanya..


Kenapa Fiza melihat ibu seperti itu? Tanya ibu nya dengan tatapan yang bingung.


Ibu kenapa pagi-pagi sudah rapi dan berdandan seperti ini, tidak seperti biasanya Fiza lihat. jawabnya dengan nada yang kesal karena ibunya tidak memberi tahunya dari awal.


Fiza.. Apakah kamu lupa bahwasanya adikmu sudah berusia 5 tahun. kata ibunya dengan lemah lembut


Iya Bu. Fiza ingat dan tau kalau Afifah sudah berusia 5 Tahun. Terus apa hubungannya dengan ibu berdandan seperti ini.. jawabnya dengan penasaran dan semakin mendekati ibunya.


Apa kamu tidak mengerti Fiza apa yang ibu maksut dengan berkata seperti tadi. jawab ibunya sambil menghela nafas panjang.


Dengan nada kesal Fiza pun menjawab: " Ibuuu, kan ibu tidak memberi tahu Fiza jawabannya, Lantas darimana Fiza bisa tau maksut dari dandanan ibu ini..


Sambil menarik tangan Fiza dan menjawab. " Afiza Ghani putri kesayangan ibu. Kan adikmu sudah berusia 5 Tahun, Jadi sudah seharusnya dia bersekolah juga sama seperti kamu Fiza. Hanya saja kamu kelas 3 Madrasah Tsanawiyah dan adikmu masih TK..


Sekolah TK Bu? Kenapa tidak langsung sekolah dasar aja Bu seperti Fiza dahulu. Tanpa sekolah TK Fiza bisa seperti sekarang. selalu mendapat ranking di sekolah. Kata Fiza dengan bingung.


Afiza anak ibu. Kalau masa kamu dahulu kan sekolah TK memang sudah ada, Namun tidak di haruskan anak-anak untuk sekolah TK dan sekarang ini Fiza. Anak yang sudah berusia 5 Tahun di wajibkan untuk sekolah TK terlebih dahulu baru memasuki bangku sekolah dasar. Maka dari itu, adikmu Afifah harus sekolah juga.. Faham kan Afiza Ghani?


Iya Bu, Fiza mengerti sekarang jawabnya dengan wajah tersenyum manis.


Yasudah kalau begitu ibu pergi duluan ya mengantar adikmu sekolah agar tidak terlambat datang. Sambil berjalan keluar rumah dan meninggalkan putrinya yang masih duduk di meja makan itu..


Terlintas dipikiran Afiza..


adik Afifah sudah masuk ke sekolah TK hari ini, sedangkan aku juga sebentar lagi lulus dan masuk ke sekolah Aliyah yang aku inginkan sejak dulu. Namun😔 Bagaimana dengan biaya sekolah kami berdua nantinya ya? Apakah ayah dan ibunya akan sanggup membiayai mereka? Atau bahkan suatu saat nanti Afiza harus mengalah untuk tidak lanjut ke sekolah Aliyah yang dia harapkan itu.. sambil menunduk dan mengalirkan air mata. Perasaannya terus bercampur aduk antara harus melanjutkan sekolahnya atau berhenti di tengah jalan.. Jika Aku terus menerus sekolah seperti ini. Tidaklah mungkin biaya lulus nanti akan bisa terbayar.


kring.. kring.. kring..

__ADS_1


bunyi telepon yang membuatnya berhenti berfikir.


Dia beranjak pergi dan mengangkat telepon yang berbunyi itu dan berkata: " Assalamualaikum, dengan saya Afiza Ghani. putri dari bapak Mhd Emir dan juga ibu Afza Muna.


Lelaki itu pun menjawab teleponnya dan berkata: " Fiza ini paman dari kampung. Apakah ada ibu atau bapak? Karena ada yang ingin paman sampaikan kepada mereka.


ohh ini paman ya.. Tidak ada paman. Ayah telah pergi kerja dari subuh tadi kata ibu tadi kepada ku dan juga ibu sudah berangkat mengantar adik sekolah.. sedangkan aku hanya sendiri dirumah karena tidak sekolah.


Mengapa tidak sekolah Afiza? Apa kamu sakit atau ada masalah apa Fiza jawab pamannya dengan rasa cemas..


Tidak kok Paman, Hanya saja libur karena semua guru yang di sekolah ada rapat mendadak dan juga pelatihan. Jadi kami di liburkan dari pihak sekolah.. Jawab Fiza menjelaskan kepada pamannya.


Yasudah Fiza kalau begitu. Paman tutup telepon nya ya Fiza. assalamualaikum..


Waalaikumussalam paman jawab Fiza.


Tuutt... Tuutt.. Tuutt...


Suara telepon pun mati..


Perlahan-lahan Fiza berjalan dengan santai sambil melihat pamflet-pamplet yang terpajang di pohon ataupun tempat-tempat tertentu. Dengan penuh semangatnya dan gigihnya mencari kerjaan untuk biaya sekolahnya, Dia dengan teliti membaca satu per satu yang ada tulisan. Walau terkadang itu bukanlah tulisan untuk mencari lowongan pekerjaan hanya saja itu tulisan untuk pemberitahuan kepada warga agar semakin waspada dengan maraknya kasus penculikan anak di bawah umur...


Tak terasa iya berjalan sudah jauh dari rumahnya, Namun tak ada satupun yang dia dapat lowongan pekerjaan itu.. Ada pun lowongan yang dia baca tidak dengan kriteria yang dia punya dan masih sekolah. Bahkan masih anak di bawah umur yang belum pantas untuk bekerja...


Tiba" dia bertemu dengan sosok wanita paruhbaya yang hendak menyebrangi jalan dengan memegang tongkatnya itu.. Afiza yang melihat pun langsung membantu wanita itu menyebrangi jalan dan berkata:" Nenek ingin pergi kemana nek? Biar Fiza bantu panggilkan Taxi.


" Nenek sedang mencari cucu nenek, Nenek takut cucu nenek di culik orang-orang yang tidak bertanggung jawab. " Jawabnya dengan nada suara yang sedih.


"Nenek pulang dulu mana tau kan nek cucu nenek sudah sampai dirumah, hanya saja tadi nenek tidak bertemu di jalan ini. Kan jalan ini luas nek jadi bisa saja cucu nenek tidak lewat dari sini." Jawab Afiza mencoba menenangkan.


Baik lah kalau begitu, Tapi tolong yah kamu mengantarkan nenek pulang kerumah. Nenek takut juga akan nyasar di jalan ini, soalnya kan nenek sudah tua.


Baik nek kalau begitu. Saya panggilkan dulu Taxinya.

__ADS_1


Sambil menunggu Taxinya datang, Afiza membelikan minum untuk si nenek karena sudah terlihat lelah dan kehausan..


Tak lama kemudian Taxi pun lewat di depan mereka dan Afiza pun memanggil Taxi tersebut, Dan melaju dengan kencang menuju kerumah nenek itu..


Setelah sampai dirumah nenek paruhbaya itu. Afiza di persilahkan masuk dan di sugukan makanan serta minuman yang dia belum pernah nikmati, karena keadaan ekonomi nya yang susah membuat dia tidak pernah makan makanan yang enak dan juga mahal, Afiza pun duduk termenung.


Nenek pun bertanya: " Mengapa kamu terdiam seperti itu Nak, Apa yang sedang kamu pikirkan? Apakah ada masalah dengan keluargamu.


Afiza menjawab: " Saya teringat dengan ayah, ibu dan juga adik saya nek, Karena disni saya makan makanan yang mahal namun disana mereka semua saya tidak tau makan atau tidak.


Yasudah kalau itu masalahnya, Nanti nenek bungkus kan juga ya untuk ayah ibu dan adikmu, Tanda terima kasih nenek yang telah kamu tolong. Sahut nenek paruhbaya itu..


Terimakasih banyak ya nek sudah memberi saya dan keluarga saya makanan seperti ini, Sambil Fiza mencium tangan nenek paruhbaya dengan penuh tanda terimakasih.


Jadi kamu sekarang lagi mencari apa nak, Kenapa nenek lihat kamu seperti bingung dan mencari sesuatu..


Begini nek, Saya masih sekolah kelas 3 madrasah Tsanawiyah. Saya sebentar lagi lulus dan ingin sekali menyambung ke sekolah Aliyah yang banyak ilmu agamanya. sedangkan adik saya juga ingin masuk ke sekolah TK. jadi saya tadi lagi mencari pamflet-pamplet untuk bekerja nek biar bisa bantu orang tua, Tapi saya diam-diam dari orang tua saya agar mereka tidak melarang saya dan menjadi khawatir dengan sekolah saya.. Jawab Afiza dengan penjelasan yang dia jalani


Nenek paruhbaya seketika terdiam..


Dan berkata: " Ya sudah lah Afiza kalau begitu kamu mau bekerja dirumah nenek sepulang sekolah? Membantu nenek menjaga cucu nenek dan juga menemani nenek dirumah ini?


Afiza seketika berdiri dan berkata " Dengan senang hati dan Terimakasih ya nek, Fiza besok akan datang selepas pulang sekolah."


Sama-sama nak. Nenek paruhbaya menanggapi dengan tersenyum.


Fiza izin pulang yah nek, Takut ayah dan ibu khawatir. assalamualaikum nek, Sambil berjalan keluar rumah dan meninggalkan nenek paruhbaya tersebut.


Bagaimana kah pekerjaan Afiza selanjutnya?


Nantikan episode selanjutnya 🤗🤗


Terimakasih dan selamat membaca🥰🥰

__ADS_1


Silahkan baca dan ikuti episode selanjutnya 🤗🤗


Salam hangat dari penulis🥰🥰


__ADS_2