WANITA BERCADAR

WANITA BERCADAR
RUMAH NENEK PARUHBAYA


__ADS_3

Setelah sampai dirumah. Afiza dan nenek itu langsung turun dari Taxi dan mendatangi rumah nenek itu. Benar saja bahwa rumah nenek paruhbaya itu sudah ada pamplet RUMAH INI DI JUAL. Namun, Nenek paruhbaya itu sangat bingung. siapakah yang telah menjual rumah nya itu. lalu dengan cara apa mereka menjualnya. sedangkan kunci rumah dan juga sertifikat rumah itu di simpan nenek paruhbaya. bagaimana caranya bisa terjual kepada orang lain? Nenek paruhbaya itu terus berfikir dan mengingat apakah Surat rumah beserta kuncinya telah dia berikan kepada orang? dan dia yang tidak mengingat.


Nenek dan Afiza pun terduduk di depan teras rumah sambil menyelam pada pikiran mereka masing-masing. Lalu Nenek teringat bahwa dia sempat menyimpan kunci cadangan itu di dalam tas nya. nenek pun segera mengecek apakah ada kunci di dalam tas nya atau dia hanya salah mengingat letak kunci itu dimana..


Dan ternyata betul saja bahwa ada kunci yang dia simpan di dalam tas nya.. Nenek paruhbaya itu langsung mengambil kunci dan membuka pintu. Sedangkan Afiza mencabut pamplet rumah di jual yang telah tertera di depan rumah nenek itu. Afiza juga membawakan barang-barang nenek itu dan mendorong nenek paruhbaya itu.


Setelah sampai didalam rumah. Afiza dan nenek itu pun berbicara santai.


Afiza : " Nek bagaimana bisa rumah nenek ada pamplet seperti itu? "


Nenek paruhbaya : " Nenek juga bingung Fiza. siapa yang tega membuat pamplet seperti itu, Padahal kan ini rumah harta satu-satunya yang nenek punya. Jadi kalau ada yang menjual rumah ini, Nenek mau tinggal dimana Fiza? : "


Afiza : " Afiza juga bingung sih nek kalau benar saja rumah nenek di jual. Afiza coba izin kepada ibu sama ayah nanti nek kalau rumah nenek bener di jual. Jadi Fiza dan nenek bisa dekat terus kebetulan Fiza juga tidak punya nenek. jadi kalau ada nenek kan Fiza merasa senang dan lebih ada temannya lagi. "


Nenek : " Nenek ingin tinggal bersama Fiza dan juga keluarga Fiza. tapi kan tidak mungkin sekarang tiba-tiba nenek ikut dengan mu kerumah untuk bertemu ayah dan ibu. Nanti ayah dan ibumu berfikir yang jelek terhadap nenek. "


Afiza : " Yasudah nek, Kalau begitu nenek disini aja dulu sampai kita tau siapa yang tega buat pamplet seperti itu. Dan Afiza juga akan sering menjenguk nenek kesini. "


Nenek : " Benarkah Fiza ingin menemani nenek dirumah ini "


Afiza : " Benar nek, Karena Afiza juga sangat merasa nyaman dekat dengan nenek. Afiza juga merasa sangat senang kalau punya nenek. "


Nenek : " Baiklah Fiza kalau begitu, Nenek tunggu setiap hari kedatangan mu Fiza. "

__ADS_1


uhuk.. uhuk... uhuk...


Nenek pun tiba-tiba batuk.. Afiza langsung bergegas menuju dapur untuk mengambilkan air minum untuk nenek. Tanpa sengaja, Afiza melihat foto-foto di dinding rumah nenek. ada seorang laki-laki dan juga perempuan.. Afiza jadi penasaran dan ingin bertanya kepada nenek itu tentang foto keluarga itu.


Setelah mengambil air minum, Afiza memberikan kepada nenek dan nenek pun langsung meminum nya perlahan-lahan. Dan Afiza pun bertanya kepada nenek


" Nek, Tadi Afiza lihat ada foto keluarga di dinding rumah nenek dekat pintu. kalau Fiza boleh tau itu siapa ya nek? " Tanya Fiza ingin tau.


" Ohh foto yang itu ya Fiza. Itu foto keluarga nenek bersama anak dan juga suami nenek. Nenek memiliki 2 anak dan keduanya itu perempuan.. Sedangkan lelaki itu ialah suami nenek. " Jawab nenek menjelaskan.


" Lalu dimana keberadaan anak-anak nenek? pasti mereka sudah besar dan juga menikah bahkan bisa jadi mereka sudah mempunyai cucu juga. " Afiza kembali bertanya kepada nenek.


" Anak pertama nenek bertempat tinggal di Bogor, Dan anak kedua nenek entah dimana sudah tinggalnya nenek tidak tau. " Nenek menunduk merasa sedih.


" Kok bisa nek? nenek tidak tau dimana keberadaan rumah dan kabar anak kedua nenek itu? " Afiza terpelongo merasa heran


Lalu nek apa yang terjadi? Tanya Afiza dengan wajah yang serius.


" Suami saya marah besar kepadanya dan berkata jika kamu menikah dengan dia silahkan pergi dari rumah ini. anak saya itu pun tetap memilih menikah dan pergi bersama lelaki itu meninggalkan kami berdua. "


" Sedih sekali nek cerita anak nenek itu. Dia sudah menikah ya nek? pasti dia sudah punya anak yang cantik dan ganteng ujar Afiza tersenyum.


" Iya Fiza. kalau sampai sekarang nenek juga merasa bahwa dia sudah punya anak yang cantik-cantik dan baik hati. mungkin dia satu usia dengan kamu Afiza. Jawab nenek paruhbaya menatap Afiza dengan serius.

__ADS_1


" Benarkah nek?? Afiza akan senang kalau bisa bertemu dengan cucu nenek itu, pasti semakin seru dan ramai dirumah nenek ini kalau ada kami. Jawab Afiza sangat senang! "


Nenek paruhbaya itu pun terdiam.


" Lalu anak pertama nenek kemana? " Afiza kembali bertanya kepada nenek paruhbaya itu.


" Anak pertama saya juga di Bogor dan jarang sekali pulang kerumah. Mereka sudah lama berada disana dan sering pulang kesni itu 2 tahun sekali paling cepat. bahkan sempat sampai 5 tahun mereka tidak pulang karena beralasan telah memiliki anak dan tidak bisa kembali secepat itu. "


" Jadi anak-anak yang kemarin nenek cari itu sebenarnya siapa nek? " Afiza merasa bingung 😕


" Itu anak tetangga nenek. rumahnya juga tidak jauh dari sini. dia sering bermain bersama nenek disni dan menemani hari-hari nenek. "


ohh begitu ya nek, Fiza kira itu cucu kandung nenek. tapi ternyata hanya anak tetangga yang sudah dekat sekali dengan nenek. Mendengar seperti itu. Afiza menjadi sedih dan terharu dengan keadaan nenek paruhbaya itu.


Lalu Afiza memutuskan untuk setiap pulang dari sekolah dia akan menemui nenek paruhbaya dan juga berniat membawakan bekal masakan dari ibu nya itu..


Namun, Bagaimana caranya Afiza bisa membawakannya ya. Afiza berpikir sejenak. dan memiliki ide. " Aku meminta ibu memasak aja setiap pagi dan beralasan bahwa aku ingin membawa bekal kesekolah. Tampa sepengetahuan ibu aku akan memberinya kepada nenek. jadi Nenek bisa makan masakan ibu dan tidak merasa kesepian lagi. " Ucap Afiza dalam hatinya..


Nenek aku antar ya kekamar agar bisa istirahat dan lebih cepat sembuhnya. Afiza juga ingin pamit pulang karena hari juga sudah semakin gelap. Afiza takut kehujanan dan membuat ibu khawatir lagi. Afiza pamit ya nek sambil mencium tangan nenek paruhbaya itu dan meninggalkan rumah nenek sambil mengucapkan " Assalamualaikum nek "


" Waalaikumussalam jawab nenek itu dengan wajah sedih. "


ini Kelanjutan episodenya ya teman-teman..

__ADS_1


jangan lupa like dan dukung aku terus. salam kenal dan sampai ketemu di cerita selanjutnya 🤗🤗🤗


Selamat membaca 🥰🥰


__ADS_2