WANITA BERCADAR

WANITA BERCADAR
APA YANG TERJADI?


__ADS_3

Keesokan harinya, Setelah Afiza pulang dari sekolah. Dia langsung bergegas pergi kerumah nenek paruhbaya itu untuk bekerja dan menjaga cucu dari nenek paruhbaya itu tanpa sepengetahuan orang tuanya.


Dengan penuh semangat Afiza berjalan santai menuju rumah nenek paruhbaya itu, Meskipun jarak rumah nenek paruhbaya ke rumahnya itu lumayan jauh, Afiza tetap memilih berjalan kaki untuk sampai disana agar tidak menghabiskan uang untuk biaya ongkosnya pulang dan pergi.. Dia selalu berfikir bahwa uangnya harus Dia kumpul untuk biaya sekolah dan berusaha untuk bisa memberi kepada orang tua untuk membantu biaya sekolah adiknya dan keperluan dirumah mereka..


Sedangkan ibunya dirumah sama sekali tidak pernah tau apa yang dilakukan Afiza di luar sekolah, yang dia tau Afiza hanya sekolah, Menjual kue yang dia masak dan juga pergi ekskul yang selalu dia ikuti. Karena selama ini Afiza anak yang baik, jujur dan tidak pernah mengerjakan yang aneh ibunya itu selalu percaya dengan apa yang dia lakukan diluar rumah.


Setelah sampai dirumah nenek paruhbaya itu. Afiza langsung mengetuk pintu dan mengucapkan :" Assalamualaikum nek, Nenek.. Nenek.. ini Afiza nek:"


Tidak ada terdengar jawaban dan suara dari dalam. Afiza pun kembali memanggil.


Nek.. Nenek.. Afiza sudah sampai Lo nek.


Afiza terdiam dan merasa bingung " Kenapa tidak ada jawaban yah? Apa nenek lagi tidak dirumah? Tapi kan semalam nenek Uda menyuruh aku kesini, tapi kok gak ada jawaban yah " Katanya di dalam hati.


Uda ahh.. Coba aku buka saja pintunya, Mana tau nenek kenapa-kenapa di dalam rumahnya. Sambil membuka pintu yang tidak terkunci..


krek.. krek... suara pintu terbuka.


Nek.. Nek.. Nenek..


Afiza terus memanggil sambil mencari ke setiap Ruangan..

__ADS_1


Dan ternyata sesuai dengan apa yang dia rasakan. Nenek paruhbaya itu sudah tergeletak dan tak berdaya di kamar.. Dengen penuh kebingungan Afiza berlari keluar rumah dan meminta tolong..


Tolong... Tolong... Bapak.. ibu... Tolong nenek dirumah ini, Dia pingsan dan tak berdaya.. Afiza memanggil warga sekuat nada suaranya yang meskipun tidak terlalu kuat itu..


Warga pun berbondong-bondong berlari menuju rumah nenek paruhbaya dan bertanya: " Dimanakah nenek itu neng " Tanya salah satu warga disitu..


Nenek di dalam pak mari saya antar kedalam dan membantu membawa nenek kerumah sakit.


Warga bergegas masuk kedalam rumah dan segera membawa krumah sakit menaiki ambulance yang telah di panggil salah satu warga disitu.


Dengan beramai-ramai mereka menggendong nenek paruhbaya itu dan memasukkan kedalam ambulance di ikuti dengan Afiza yang sudah merasa takut nenek paruhbaya itu kenapa-kenapa..


Sepanjang perjalanan Afiza terus memanggil nenek paruhbaya itu agar dapat mendengar suara nya.. Dengan tetesan air mata yang membasahi pipinya itu terus dan terus menerus memanggil nenek. Entah kenapa Afiza merasa sangat sedih melihat keadaan nenek itu. Di sisi lain Afiza juga bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dan dimanakah cucu nenek itu? Kenapa tadi tidak terlihat. Apakah cucunya di culik? Entah lah dia selalu berfikir dengan keadaan yang masih membingungkan itu.


Afiza sangat bingung apa yang harus di lakukannya. Di satu sisi dia tidak tau siapa keluarga si nenek itu. bahkan dia masih bingung dengan keberadaan cucunya yang entah Dimana. Lalu apa yang terjadi dirumah nenek itu sebelum aku datang yah. Bahkan tidak ada 1 orang pun yang ada dirumah itu. kalau ada pencuri kenapa rumahnya tidak berantakan bahkan kalau ada masalah juga kenapa tidak ada pertanda yah. Kejadian yang aneh dirumah nenek itu.. Aku harus selidiki kejadian ini.. Katanya dalam hati..


Tiba-tiba keluarlah dokter dari ruangan dan menemui Afiza yang hanya seorang diri disitu. Dan berkata: " Apakah kamu saudara pasien."


Afiza menjawab dengan jujur. " Saya tidak saudaranya dok, Saya baru ingin kerja dirumah nenek itu namun saya datang keadaan nya telah pingsan di dalam ruangan tamu, Saya juga tidak tau kejadiannya dok.


Dokter bingung dan berkata di dalam hati. Dengan siapa saya harus memberi tahu penyakit nenek ini? kalau dengan anak ini saya pikir dia gak akan mengerti. Harus ada orang dewasa yang saya ajak berbicara serius masalah penyakit nenek ini. Namun dengan keadaan anak kecil yang masih sekolah ini. Apakah dia mengerti dan paham? Dokter itu terus berfikir dan merasa bingung.

__ADS_1


Dok, gimana keadaan nenek ini? kenapa terdiam begitu. Kata Afiza dengan penasaran..


Tidak apa-apa kok dek harus istirahat yang cukup saja. dan kalau kamu tau keluarga nya tolong suruh jumpai saya ya jawab dokter itu dan meninggal kan Afiza.


Afiza jadi penasaran jawaban dokter itu. sebenarnya apa yang terjadi dengan nenek itu, Kalau nenek tidak kenapa-kenapa pasti sudah boleh pulang. Namun kenapa malah disuruh istirahat yang banyak🤔


Ahh sudah lah Fiza jangan mikirin kesitu dulu, Kamu harus jagain nenek dan fokus untuk kesehatan nya saja. Kalau benar nenek itu ada penyakit aku harus temani nenek itu sampai bisa sembuh dan tidak ada penyakit lagi, Rasanya kasian juga melihat keadaannya yang tidak memiliki siapa-siapa.. Ternyata bener kalau kekayaan itu tidak selamanya bahagia. Aku masih bersyukur memiliki adik ayah bahkan ibu yang walaupun pekerjaan nya sederhana. Dengan ekonomi kami yang miskin. Makanan dan minuman yang apa adanya bahkan aku juga harus bekerja keras untuk membantu orang tua. itu saja sudah membuatku bahagia dan sangat bersyukur. Rasanya lebih baik tidak memiliki uang dari pada tidak memiliki keluarga..


Oia aku Uda terlalu lama diluar, Coba liat lah gimana keadaan nenek di dalam. Sambil beranjak dari tempat duduknya menuju kedalam ruangan..


Ternyata nenek itu belum siuman juga. Penyakit apakah yang di derita nenek ini. hingga saat ini dia tidak siuman juga. Jadi semakin bingung aku dengan keadaan nya. baru juga kemarin kenal dengan nenek ini, Dan baru juga hari ini aku ingin kenal lebih dekat dan bekerja dirumah nya.. ehh malah begini kejadiannya.. Terus bagaimana yah dengan pengobatan si nenek ini.. Aku tidak punya uang.. Ada tabungan pun sepertinya tidak cukup untuk biaya rumah sakitnya. Andai aku punya uang untuk membayar biaya nenek ini. pasti semakin cepat nenek sembuhnya. Karena kan kalau tidak ada uang dokter juga tidak akan mengobatinya.. Apa yang harus ku lakukan yah?


Apakah harus mencari pekerjaan lain untuk pengobatan nenek ini. kalau aku bekerja siapa yang menjaganya dirumah sakit. siapa yang akan membantunya kalau ingin sesuatu. Oh tuhan kenapa aku jadi serba salah gini. Aku bingung dengan yang terjadi dan apa yang harus aku ambil jalannya.. Bekerja tempat lain untuk pengobatan nenek atau menjaganya terus dirumah sakit?? Kalau aku hanya menjaga dirumah sakit, dari mana uang untuk membayar biayanya...


Apa sebaiknya aku menceritakan pada ibu dan ayah saja tentang kejadian ini. Tapi kalau aku cerita pada ibu. Gimana dengan keadaan nya nanti, sedangkan aku dan adik saja masih sangat susah ayah mencari uang apalagi di tambah untuk biaya rumah sakit yang tidak lah mudah biayanya. Rawat inap saja nanti sudah berapa biayanya. belum lagi obat-obatan yang harus di minum tiap hari. Ahh sudahlah rasaku tidak perlu memberi tahu ibu kejadian ini. Nanti jadi semakin bingung dan membuat mereka susah saja. Coba nanti aku cari solusi yang lain mana tau ada yang lebih baik lagi tanpa harus memberi tau ibu.


Bantu hamba tuhan, Apa yang seharusnya hamba jalani dan bagaimana harus mencari keluarga nenek.. Afiza berdoa dan tanpa di sadari dia meneteskan air mata di pipinya.


Ikutin episode selanjutnya ya teman-teman..


Jangan lupa untuk selalu like coment dan dukung ya karya-karya aku🤗🤗

__ADS_1


Selamat Membaca dan semoga tertarik 🤲🤲


Terimakasih 🥰


__ADS_2