WANITA BERCADAR

WANITA BERCADAR
RUMAH SAKIT


__ADS_3

Keesokan harinya, Afiza, Adiknya, Ibunya dan juga ayahnya pergi bersama-sama dan melaksanakan kegiatan masing-masing. Ayahnya yang bekerja, Ibunya mengantar adiknya sekolah sedangkan Afiza juga pergi ke sekolah.


Setelah pulang mengantar Afifah sekolah. Ibu Afza langsung bergerak membuat kue-kue dagangannya seperti mana biasanya. Untuk kali ini Afza memasak kue itu semua dengan sendiri tanpa ada yang membantu. Karena sudah terlalu lama libur berjualan Afza takut pelanggan-pelanggan nya itu pada kabur dan tidak membeli dagangannya lagi. jadi ia memaksakan untuk kembali membuat kue walaupun sendirian.


Setelah selesai membuat kue. Afza langsung membersihkan rumah dan peralatan-peralatan yang dia gunakan untuk memasak kue tadi. Lalu pergi berjalan kaki menjual kan kue-kue yang telah dia Bawak serta menitipkan kue-kue itu ke tempat-tempat yang dekat dengan rumahnya dan juga ramai dikunjungi orang.


Sedangkan nenek paruhbaya itu masih dirawat dirumah sakit tanpa ada yang menemaninya dan cucunya juga tidak tau dimana keberadaannya.. Nenek paruhbaya itu menunggu kedatangan Afiza yang selalu menemaninya dan membuatnya terhibur layaknya seperti cucu dan nenek.


Suster pun datang keruangan nenek paruhbaya dan berkata " Bagaimana keadaan nenek? apakah masih ada yang terasa sakit. "


Menatap nenek itu dengan serius.


" Sudah mendingan sus, Memang masih terasa sakit tapi tidak seperti kemarin. rasa saya sudah lebih membaik dari pada hari yang kemarin. " Jawab Nenek paruhbaya itu.


" Lalu bagaimana untuk obatnya nek? Sudah diminum semua kan? " Tanya suster kepada nenek paruhbaya.


" Sudah sus. " Jawab nenek paruhbaya dengan singkat.

__ADS_1


" Alhamdulillah kalau semuanya sudah nenek laksanakan. Mudah-mudahan nenek lekas sembuh dan bisa pulang secepatnya. " kata Suster kepada nenek paruhbaya


Tapi nek kenapa selama nenek dirumah sakit ini tidak ada yang menjenguk nenek? Hanya anak remaja yang saya lihat menemani nenek disni mulai nenek masuk rumah sakit, Tidak sadarkan diri juga dia yang menemani nenek. lalu kemana keluarga nenek? Suster bertanya dan sangat merasa heran.


" Saya sudah kehilangan anak dan juga cucu-cucu saya sus, Semenjak anak saya menikah dengan pilihannya saya terpisahkan dengan mereka karena pada zamannya dahulu suami saya tidak menyetujui mereka untuk menikah. " Nenek paruhbaya tertunduk dan menceritakan kepada suster di hadapannya.


" Tega sekali anak nenek meninggalkan nenek sendirian tanpa memikirkan kesehatan nenek. " Jawab suster sangat kesal.


" Anak saya tidak ingin meninggalkan saya sus, Hanya saja suami saya yang sangat keras mengusir mereka berdua dari rumah ini. Sehingga anak saya yang sudah menikah harus menurut dengan suaminya. "


" Kasian sekali anak nenek kalau begitu. Harus memilih antara ibunya ataukah suaminya. itu pasti pilihan berat bagi anak nenek. "


" Jadi sampai saat ini nenek dan anak nenek tidak bertemu lagi? " Tanya suster dengan rasa penasaran.


" Tidak sus, Saya rasa anak saya sudah bahagia dan tidak mengingat saya lagi. Atau mereka berfikir bahwa saya sudah tiada di dunia ini " Jawab nenek itu sambil menetes air mata.


" Nenek sabar yah, Saya yakin dan percaya pasti anak nenek sudah mencari nenek hingga saat ini. namun belum ketemu saja. Mana mungkin seorang anak melupakan ibunya tanpa ada salah. " Suster mencoba menenangkan hati nenek itu.

__ADS_1


" Mudah-mudahan saja ya sus, Anak saya masih mencari saya dan akan menerima saya kalau bertemu nantinya. " Nenek paruhbaya itu berkata sangat penuh harapan.


" Yasudah nek saya kembali bekerja ya nek, Ingin melihat keadaan-keadaan pasien lainnya juga. "


Selamat beristirahat nek. Sambil berjalan dan pergi meninggalkan nenek di dalam ruangan.


Setelah pulang sekolah. Afiza langsung pergi kerumah sakit dan menjenguk nenek yang masih di ruang rawat inap. Afiza menaiki bus untuk pergi kerumah sakit karena dia merasa sangat lelah dan merasa tidak sanggup untuk berjalan sangat jauh. Sambil menunggu bus, Afiza melihat ke kanan dan ke kiri berharap tidak bertemu dengan ibunya. Sedangkan ibunya masih berjalan kaki menyusuri jalan dan melewati rambu-rambu lalulintas untuk menjual dagangannya.


Setelah sampai dirumah sakit, Afiza mendatangi administrasi rumah sakit ingin melihat berapa biaya rumah sakit yang akan dia bayar untuk berobat nenek paruhbaya itu. Dan ternyata biayanya sangatlah mahal..


Bagaimana aku bisa membayarnya kalau biaya rumah sakit ini sebesar itu. Afiza terdiam dan membisu harus mencari uang kemana lagi untuk biaya rumah sakit itu. Membongkar celengannya sajapun tidak cukup. Apakah aku harus meminta kepada ayah ibu dan menceritakan kejadian ini. rasanya tidak mungkin karena ayah dan ibu pasti juga tidak memiliki uang sebanyak itu.


" Oh tuhan bantu hamba untuk biaya rumah sakit nenek ini. Hamba ingin membantu nya namun tidak memiliki uang. tolong hamba ya Allah. " Afiza berdoa kepada Allah SWT


Darimanakah Afiza mendapatkan uang untuk biaya rumah sakit nenek paruhbaya itu???


Ingin tau kelanjutannya 🤔🤔

__ADS_1


Nantikan episode selanjutnya...


Selamat membaca 🤗🤗🤗


__ADS_2