WANITA BERCADAR

WANITA BERCADAR
Kesabaran Tak Terbatas


__ADS_3

Setelah pulang sekolah, Afiza mencium tangan ibu guru dan berkata " Assalamualaikum Bu, Fiza pulang duluan ya Bu." dan beranjak pergi meninggalkan ibu guru yang masih berdiri di depan sekolah. Tak pernah ia lupa kegiatan yang harus ia jalani selepas pulang sekolah, Dengan berjalan santai dan membawa tempat kue yang sudah habis ia jual tadi. Dengan perasaan yang sangat gembira hati karena dagangan yang ia jual hanya tersisa sedikit dan telah ia beri kepada ibu kantin sekolah.


Tak terasa langkah demi langkah ia telah berjalan menelusuri kota dan melewati rambu-rambu lalulintas, Dengan bercucuran air keringat yang membasahi pipinya, Terik panas matahari yang menyengat kedalam kulit putih dan badan mungil itu yang tak pernah menjadi alasan dan rintangan untuk dia terus berjalan hingga sampai kerumah sederhana yang ia miliki bersama keluarga kecilnya itu.


Sesampainya dirumah, Ia tak melihat keberadaan ibunya yang entah pergi kemana. Afiza terus mencari keberadaan ibunya sambil memanggil. " Ibu.. Ibu.. Ibu dimana Bu. Fiza sudah pulang sekolah dan sudah laku keras dagangan kita hari ini."


Ibu menjawab dengan wajah yang sangat lelah bekerja seharian dirumah. " Ia Fiza ibu di belakang rumah, lagi membersihkan halaman rumah kita yang sudah lama tidak dibersihkan, Sambil mencabut rumput yang telah panjang di belakang rumah."


Afiza berlari menemui ibunya, Sambil berkata. " Ibu, Tempat kue yang Fiza bawa ke sekolah tadi sudah Fiza cuci dan Fiza letak di dapur ya Bu. Fiza ingin pergi mandi dulu dan bersiap pergi ke ekskul olahraga ya Bu."


Ibu berkata. " Ya sudah Fiza kalau ingin langsung bersiap-siap untuk pergi ekskul tidak apa-apa. Tapi kamu jangan lupa makan yang banyak ya syang, agar tidak sakit dan kelelahan berolahraga di sekolah nanti."


Baik Bu. Jawab Fiza sambil beranjak pergi meninggalkan ibu yang berada di belakang rumah..


Sesudah mandi, Fiza langsung bersiap-siap mengenakan pakaian olahraga yang akan di pakainya untuk ekskul tersebut. Dan di lanjutkan dengan makan siang yang telah di sediakan ibunya di lemari makan. Ibunya hanya bisa memasak apa adanya yaitu Ikan Asin, dengan sayur daun ubi dan tak lupa dengan sambal terasi yang menjadi kesukaan Afiza setiap makan masakan ibunya..


Fiza tak pernah mengeluh dengan apa yang dimasak ibunya. Karena Fiza paham dan mengerti bagaimana ekonomi mereka dirumah. Ayah yang berpenghasilan rendah sebagai karyawan tidak tetap di perusahaan negara, dan ibu yang harus bekerja sampingan memasak kue yang di jualkan oleh putri dan suaminya hanya dapat membantu sedikit untuk keperluan keluarga mereka. Belum lagi untuk biaya adiknya yang masih berusia 5 Tahun dan sebentar lagi akan masuk ke bangku TK.


Sebagai anak pertama dan menjadi harapan keluarganya. Ia harus bekerja keras berjuang untuk bisa membantu ibu dan ayahnya dengan menghemat uang yang iya miliki, serta membantu ibu berjualan dan tidak pernah meminta uang kepada kedua orang tuanya menjadi peluang baginya bisa mengumpul uang dan membayar biaya SPP dan ekskul sendiri tanpa dibantu ayah ibunya... Namun, selalu berkata kepada ayah ibunya bahwasanya ekskul yang ia ikuti dari sekolah semua tidak ada yang membayar dan di tanggung sekolah yang membuat perasaan ibunya tenang dan tidak terlalu memikirkan biaya sekolahnya.. Tanpa sepengetahuan ibunya ternyata iya mengumpulkan uang setiap hari untuk biaya itu semua, Dan rela tidak pernah jajan di sekolah untuk biaya itu semua.

__ADS_1


Ibunya Afiza tinggal memikirkan biaya masuk sekolah adiknya yang bernama Afifah, Afifah akan masuk sekolah TK di depan rumahnya agar tidak menambah biaya transportasi untuk pergi dan pulang sekolah. Selain itu juga ibu bisa sambil memasak dan membersihkan rumah tanpa harus terburu-buru menemani Afifah untuk disekolah.. Dan selalu mencoba mencari tempat untuk menitip kue kue yang telah ia masak dirumah dengan harapan dapat laku di jual dan juga di minati guru-guru yang mengajar disekolah itu.


Dan Alhamdulillah, Sekolah TK yang akan di masuki Afifah menerima ibunya untuk menitip kue dagangannya dan di tawarkan kepada guru-guru disekolah bahkan kepala sekolah dan orang tua murid juga sangat menyukai kue ibunya itu, dengan harga jual yang murah dan rasa yang lezat kue buatan ibu laku keras dan banyak peminatnya.. Semua kue di pasarkan ibu dengan harga 1.000 ataupun 2.000 agar tidak memberatkan orang-orang yang ingin menikmati kuenya itu... Bahkan ibunya berpesan kepada gurunya kalau ada siswa maupun siswi TK yang ingin makan lalu tidak memiliki uang tolong berikan saja sedikit kue itu walaupun tidak membayar agar si anak yang tidak memiliki uang jajan juga bisa menikmati kue-kue yang lezat itu.


Tak terasa waktu terus berputar dan ayahnya pun sampai dirumah selepas pulang kerja dan mengucapkan " Assalamualaikum Bu."


Ibu menjawab " Waalaikumussalam ayah " Sambil berjalan dan mencium tangan suaminya itu.


Ayo masuk ayah ibu sudah menyediakan makanan untuk ayah, Fiza juga sudah berangkat ekskul sejak tadi. katanya kepada ayah sembari mengajaknya ke meja makan.


Iya ibu timpal ayahnya sambil memegang tangan istrinya itu dan beranjak menuju meja makan.


istrinya menjawab: " Iya ayah ibu juga belum makan, Daritadi menunggu ayah pulang kerja baru ibu makan."


Yauda Bu ayo kita menikmati masakan ibu ini, Pasti enak dan rasanya juga lezat. Kan ibu pandai sekali memasak makanan yang lezat.. jawab suaminya sambil memuji istrinya itu.


istrinya pun tersenyum manis dan malu-malu ketika suaminya berkata seperti itu.. Membuat iya bahagia dan menjadi hilang rasa lelahnya sesudah bekerja seharian sambil menjaga putri kecilnya itu..


Begitulah cara Emir untuk menyenangkan hati istrinya, Walaupun hanya dengan kata-kata pujian dan suara yang lemah lembut sudah membuat istrinya bahagia dan sangat merasa nyaman saat berada didekat suaminya itu.. Emir memang selalu perhatian kepada istrinya itu. Apalagi kalau Emir sudah melihat istrinya lelah dan bermandikan keringat di sepanjang wajahnya yang cantik itu. pasti membuat hati Emir ingin membahagiakan istrinya sekejab walaupun hanya dengan pujian. Karena hanya itulah cara Emir yang bisa membuat istrinya senang.

__ADS_1


Padahal di lubuk hatinya yang terdalam Emir ingin sekali membahagiakan istrinya dengan Hadiah walau itu murah. Namun, Apalah daya Emir yang tidak memiliki uang untuk memberi hadiah apapun kepada istrinya itu. Hanya bisa memberikan perhatian dan pujian yang tulus untuk istrinya tercinta yang sudah melahirkan putri-putri cantik dan mungil itu.


Afza pun tidak pernah meminta pemberian apapun dari suaminya karena iya juga sadar dengan keadaan suaminya yang belum memiliki apa-apa. Walau terkadang ia juga berharap di dalam hatinya seperti tetangganya yang mendapat hadiah dari suaminya. Namun apalah daya Afza yang menjadi istri Emir hanya seorang karyawan pegawai tidak tetap itu. Sedangkan tetangganya mempunyai suami yang bekerja sebagai manajer dan bahkan pendiri perusahaan.. Sangat jelas jauh berbeda dengannya yang hidup sederhana namun memiliki suami yang amat sangat perhatian kepadanya dan Putri-putri kecilnya itu..


Sedikit demi sedikit dia menyuapkan nasi yang telah di siapkannya tadi, Sambil berkata kepada suaminya. " Ayah bagaimana nasib sekolah putri kita Afifah? Sebentar lagi dia sudah masuk ke sekolah TK sedangkan keuangan kita saat ini lagi susah! Apakah kita tunda Afifah untuk masuk sekolah TK?


Jangan Bu, Bagaimana pun keadaan uang kita, Anak-anak kita harus tetap sekolah dan belajar layaknya anak-anak seusia dia. Jangan sampai mereka berdua tidak sekolah dan menjadi seperti kita jawab Emir dengan penuh semangat.


Iya Ayah, Ibu mengerti apa yang ayah maksut tadi. Tapikan yah!


Tidak ada kata tapi Bu, kita pasti bisa memberikan pendidikan yang tinggi untuk Putri-putri kecil kita itu. Percaya ya Bu sama ayah sambung Emir sambil memegang tangan istrinya, Berharap agar istrinya bisa tenang.


Yasudah yah kalau begitu, Ibu percaya kan semuanya sama ayah. Kita berdoa sama-sama ya ayah agar bisa mendidik anak-anak kita


Bagaimana kelanjutannya🤔🤔


Silahkan tunggu dan terus ikuti ceritanya🥰


Dan jangan lupa untuk dukung terus cerita aku ya🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2