
Setelah sampai di hadapan Afiza dan juga nenek paruhbaya itu, Afiza hanya bisa terdiam dan menunduk karena dia tau bahwa dia sedang melakukan satu kesalahan.
Suster pun bertanya " Nenek, Apakah nenek sudah merasa baik-baik saja? "
" Sudah sus, Saya merasa lebih baik setelah menghirup udara segar dari taman ini " Jawab nenek paruhbaya itu.
" Lalu apakah nenek tidak merasa sakit atau lemas ketika keluar seperti ini? " Tanya suster kepada nenek paruhbaya.
" Tidak sus, Saya sudah baik-baik saja makanya tadi saya minta temani Afiza untuk ke taman dekat rumah sakit ini "
" Yasudah kalau begitu nek, Nenek segera masuk ya kedalam ruangan dan juga di antar cucu nenek ini "
" Kenapa cepat sekali sus? Saya baru beberapa menit berada di taman ini? " Tanya nenek paruhbaya merasa sedih.
" Sekarang sudah sore nek, Dan cuaca juga sudah mulai mendung. saya khawatir nanti tiba-tiba hujan nenek tidak sempat masuk kedalam ruangan. nanti malah sakit nenek kalau begini. " Suster mencoba memberi pengertian kepada nenek itu.
" Baiklah sus, Saya akan masuk kedalam ruangan saya. " ucap nenek paruhbaya
" Tolong ya dek Afiza, Nenek ini segera di antar kedalam ruangan. Dan untuk kamu temui saya setelah selesai mengantar nenek ini keruangannya. "
" Baik sus kalau begitu. Saya mengantar nenek ini keruangan dan akan menemui suster di ruangan resepsionis. "
__ADS_1
Afiza berjalan dan mengantar kan nenek paruhbaya kedalam ruangan. Setelah sampai di ruangan Afiza langsung bergegas menuju resepsionis untuk menemui suster tadi.
Seketika sampai di ruangan resepsionis. Afiza bertanya kepada suster itu. " Ada apakah sus, Suster mengajak saya bertemu empat mata seperti ini. Apakah keadaan nenek semakin memburuk atau bagaimana sus "
" Tidak mbak, Keadaan nenek sudah membaik dan maka dari itu. saya memanggil kamu kesni untuk segera melunasi biaya rumah sakit agar bisa secepatnya pulang dari rumah sakit ini. " jawab suster kepada Afiza.
" Ohh seperti itu ya sus, Baiklah saya akan membayar semua biayanya secepat mungkin. Saya akan kembali lagi nanti ya sus " Afiza menjawab dan pergi meninggalkan suster itu.
Afiza kembali bingung untuk biayanya itu. Dan perlahan-lahan Afiza berjalan menuju ruangan nenek paruhbaya itu dengan serius dan tatapan kosongnya.
Sampailah diruangan nenek paruhbaya itu dan Afiza langsung masuk kedalam ruangan itu tanpa mengucapkan salam sama sekali dan membuat nenek paruhbaya itu sangat merasa bingung apa yang sebenarnya terjadi dan yang sudah di katakan suster kepada Afiza. Afiza yang dikenal nenek paruhbaya itu sangat ceria dan tidak pendiam seperti ini membuatnya semakin bingung dan mencoba bertanya kepada Afiza. " Fiza, Apa yang telah di sampaikan suster itu kepada kamu?? "
" Tidak ada nek. " Fiza menjawab dengan singkat.
" Tidak ada apa-apa nek. " Afiza juga menjawab dengan singkat.
" Fiza, Nenek memang baru mengenal kamu, Namun nenek sudah tau kamu orangnya tidak pendiam seperti itu. Lalu apa yang terjadi Fiza? tolong ceritakan kepada nenek. "
" Iya nek, Suster sudah memperbolehkan nenek pulang Karena sudah membaik. "
" Alhamdulillah kalau begitu Fiza. Lalu apa yang membuatmu terdiam seperti ini?? " Nenek semakin bingung.
__ADS_1
" Biaya rumah sakitnya semakin membuatku bingung nek. Harus dari mana aku membayar agar nenek bisa secepatnya pulang. " Jaeab Afiza menunduk malu.
" Astaghfirullah Afiza! Nenek pikir tadi entah masalah apa yang kamu pikirkan sampai bisa diam seperti itu. dan ternyata hanya karena biaya rumah sakit nenek kamu bisa seperti ini. "
Afiza merasa sedih dan menjawab. " Iya nek, Afiza bingung harus uang dari mana. jika pakai tabungan Fiza pun tidak cukup juga nek. "
" Sudah Afiza. Nenek punya uang simpanan kok. Tolong kamu ambilkan di tas nenek. disitu ada ATM nenek dan nenek yakin uangnya cukup untuk biaya rumah sakit ini. " Sambil menunjuk tas yang di atas meja.
Afiza pun berjalan dan mengambilkan tas itu yang berisi ATM di dalamnya. lalu membayarksn semua biaya rumah sakit dan bersiap-siap untuk pulang dari rumah sakit.
Setelah selesai membayar biayanya. Afiza menyusun barang-barang nenek paruhbaya itu dan juga merapikan semua yang berserakan di ruangan itu. serta membawa tas dan juga mendorong nenek yang masih duduk di kursi roda.
Setelah sampai di parkiran. Afiza menunggu Taxi yang lewat dari depan rumah sakit. menatap ke arah kanan dan kiri apakah ada Taxi yang melewat. dan setelah beberapa menit kemudian Afiza dan nenek mendapatkan Taxi dan segera berjalan pulang menuju rumah nenek itu.
Di perjalanan Afiza bercerita banyak dengan nenek itu. mereka juga bercanda dan tertawa terbahak-bahak bersama dengan perasaan yang sangat senang. Afiza juga bernyanyi di depan nenek itu dan seperti sedang menghibur nenek yang lagi sakit di sampingnya ini..
Beberapa jam kemudian. Sampailah Afiza dan nenek itu dirumah nenek itu. dan hal yang sangat menyedihkan pun terjadi.. ada pamplet di depan rumah nenek itu yang bertuliskan RUMAH INI DI JUAL. membuat nenek sangat bingung siapa yang telah menjual rumah nya bersama suaminya itu. Nenek langsung bergegas turun dan melihat kearah rumahnya itu dan ternyata???
Apakah rumah nenek itu di jual?? Lalu siapakah yang menjualnya?? bacalah episode selanjutnya agar semakin tau ceritanya dan juga jangan lupa like coment dan dukung selalu ya cerita aku 🤗🤗
selamat membaca 🥰🥰🥰
__ADS_1
dan
Sampai jumpa 😘😘😘