Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning

Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning
#12 : take and give


__ADS_3

Diego mengangkat tangannya. "Em, kupikir mungkin aku harus mengambil alih kembali."


Isabella dan Sky menjawab serempak. "Kami baik- baik saja."


“Glek!” Diego pun hanya bisa menelan saliva nya dengan bersusah payah.


“Baiklah, jika itu yang membuat kalian bahagia.” Ucap nya lalu kembali nyender di sofa.


"Aku melihat seorang pria meninggalkan kamar itu, ," jawab nya pada Sky.


"Gambarkan dia." Perintah Sky.


"Aku sudah menggambarkan pria itu pada Benjamin." Jawab Isabella dengan ekspresi wajah yang mulai tidak bersahabat.


"Lakukan lagi." perintah Sky.


Sky melihat mata Isabella berkilat. Seperti nya Isabella tidak suka diberi tahu apa yang harus dilakukannya.


Namun sayang sekali, dia berurusan dengan orang yang salah. Sky adalah tipikal orang yang suka memerintah.


" Pria itu bertubuh tinggi dan terlihat keren dalam balutan jas yang rapi dan terlihat seperti pria kaya kalau Isabella lihat dari cincin emerald di jari manis nya yang tadi dia gunakan untuk menutupi wajah nya," Isabella mulai menjelaskan apa yang Sky minta.


“Seberapa tinggi?” tanya Sky yang menuntut informasi yang lebih detail.


“Hm- mungkin 160- 170 cm. I guess.” Jawab Isabella.


"Dia menutupi wajah nya seperti ini, jadi aku tidak pernah melihat wajahnya." Tegas Isabella sebelum mengakhiri cerita nya.


“Tidak kah berjas rapi di subuh hari rasa nya sedikit aneh, nona Sovie??" tanya Sky.


Isabella menajamkan mata melihat Sky dan terlihat wajah lelah nya sudah benar- benar kesal.


"Capt Sky yang terhormat! Aku mendengar bokong ditepuk dan dinding terbentur begitu keras sampai membuat gigi-gigiku nyaris gemeletuk. Sejujurnya, menurutku sepanjang malam kemarin itu saja sudah sedikit agak aneh.” Ujar nya dengan senyum yang di paksakan.


Dari sudut matanya, Sky dapat melihat Diego sedang menatap langit-langit sambil menahan tawa nya.

__ADS_1


"Apakah kau yakin dengan tinggi tubuh pria itu?" tanya Sky selanjut nya.


Isabella terdiam, tampak berpikir. "Ya." Jawab nya pada akhir nya.


"Bagaimana dengan berat tubuhnya?"


Wanita itu menghela napas. "Aku benar-benar buruk dalam memperkirakan hal-hal semacam itu." jawab Isabella, malas.


"Berusahalah. Berpura-puralah ini adalah sesuatu yang sangat penting." Desak Sky.


Isabella menoleh ke arah Diego. "Berapa berat tubuhmu?" tanya Isabella pada Diego.


“Tunggu. Kenapa bukan Sky yang menjawab pertanyaan itu?" tahan Diego.


“Pria yang kulihat sepertinya memiliki tubuh lebih mirip denganmu.” Ujar Isabella.


"Oh, jadi dia adalah pria yang agak kecil, begitu?" kata Sky membantu menyimpulkan.


Diego berbalik. "Seorang pria yang agak kecil? Aku dua senti lebih tinggi dari rata-rata nasional. Lagi pula, aku gesit." Diego merasa tersinggung dengan kata-kata yang Sky ucap kan.


"Beratku delapan puluh kilo, Capt Diego sekitar tujuh puluh. Berdasarkan ukuran itu, berapa kira-kira berat pria itu?" tanya Diego.


Isabella menatap kedua pria itu, mempertimbangkannya. "Hampir delapan puluh."simpul Isabella.


Sky dan Diego bertukar pandang. Seperti nya mereka mendapat sesuatu dari jawaban yang Isabella berikan.


"Apa?" tanya Isabella heran. "Apa itu memberikan petunjuk pada kalian berdua?” tanya Isabella lagi karena penasaran.


"Mari kita rekap ulang semua yang kau katakan. Hm- Hanya untuk memastikan hal ini sekali lagi." ujar Sky.


"Pria yang kau lihat meninggalkan kamar tepat sebelum para petugas keamanan tiba bertubuh setinggi tinggi 160- 170 cm dan berbobot hampir 80 kilo. Itu yang kau katakan tadi, kan?" tanya Sky untuk memastikan apa yang di catat nya benar.


"Itulah yang kukatakan," Isabella setuju.


"Diego, aku rasa ini sudah cukup!" ujar Sky pada Diego

__ADS_1


"Aku pun merasa begitu." jawab Diego.


Kedua kapten tersebut seperti nya sudah selesai dengan interogasi mereka pada Isabella.


Namun tidak demikian dengan Isabella. Dia merasa kini saat nya dia tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Mengapa kasus ini melibatkan banyak sekali kapten.


Kalau ini hanya lah pembunuhan biasa seharus nya tidak perlu seheboh ini


Sudah banyak kasus- kasus pembunuh yang terjadi di kota ini, tapi tidak ada rasa nya yang memerlukan atensi sebesar ini.


So ada apa sebenarnya? Isabella sungguh ingin tahu. Apalagi karena kasus ini dia telah kehilangan 400 Euro nya dan juga terpaksa tidak tidur sepanjang malam.


"Well, aku rasa kalian sudah mendapatkan informasi yang kalian inginkan dariku. Jadi aku ingin mendapatkan beberapa informasi sebagai balasannya." la menatap Diego terlebih dahulu, yang sedang menatap Sky.


"Maaf, kami tidak bisa mengatakan apapun pada mu.. " jawab Sky dengan wajah no ekspresi.


"pasti ini kasus yang besar kan capt Sky?" Isabella terus memancing Sky untuk bicara.


"Kau akan segera tahu!" Jawab Sky yang tetap kekeuh dengan jawaban.


"Setelah semua yang aku cerita pada mu, dan jawaban mu hanya kau akan segera tahu? What Fu*ck answer that is.. " maki Isabella.


"Capt Sky aku ini adalah seorang jaksa. Aku berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi di wilayah ku! Apa lagi aku terlibat langsung." Desak Isabella.


Setelah berdebat selama beberapa saat, Sky bersandar di dinding. "Baik. Tapi hanya Ini yang bisa kukatakan padamu. Untuk informasi lain nya kau gunakan saja lebel jaksa mu itu untuk mencari tahu" Ujar Sky.


"Just go Ahead... Jangan terlalu banyak mukadimah Capt Sky. " Sela Isabella.


"Nona Sovie, apa pun yang akan ku ceritakan padamu harus tetap dirahasiakan," kata Sky padanya.


"Aku memberikan informasi ini pada mu karena kau adalah orang kejaksaan.” Kilah Sky, padahal sedari awal bos nya memang memerintahkan hal tersebut.


"Sangat jelas, Capt Sky," respon Isabella.

__ADS_1


__ADS_2