
Flash back off.
"Aku tidak sedang berpikir tentang apa pun. " ucap Diego seolah tertangkap basah karena melihat Sky yang hanyut dalam pikiran masa lalu.
“Benarkah? ?!
“ ya! Aku melihat mu karena mobil ini sudah berhenti tiga menit yang lalu dan kita hanya duduk di sini, di depan rumah itu. So??” Diego berhenti bicara.
Sky memandang ke sekelilingnya untuk melihat di mana ia berada. “Rumah siapa ini? Ini bukan rumah nya setahu ku?” Batin Sky.
la berteriak ke balik bahunya. "Kau boleh pergi, Ms.Sovie."
Tidak ada jawaban.
la memutar tubuh ke belakang.. "Dia benar- benar dalam keadaan shut down," kata Diego padanya.
"Kalau begitu lakukan lah sesuatu!!."
Diego melirik lewat kaca spionnya. "Hallo... Isabella...."
__ADS_1
"Hallo? Kau kira ini hallo 911? Kenapa tidak kau tirukan bunyi sirine sekalian. " cemooh Sky.
"Hei, aku polisi yang baik. Dan kau selalu berhasil membangun image itu.." Diego berbalik untuk melakukan tugas itu.
"Isabella, kita sudah sampai." Ucap nya lembut pada Isabella.
Ia menoleh ke arah Sky, berbisik. "Menurutmu apakah dia keberatan jika aku memanggilnya Isabella?"
"Saat ini menurutku kau bisa memanggilnya apa pun sesuka mu." Jawab Sky sesuka nya.
"Oke, waktunya beralih ke rencana B," Diego memutuskan. "Seseorang harus ke belakang sana dan membangunkannya." Ucap nya pada Sky.
"Maksudku, kau yang ke belakang Sky." Ujar Diego sambi memberi isyarat dengan tanpa dosa. "Maaf. Aku harus tinggal di sini dan mengurus kemudi."
Sambil menggerutu pelan, Sky membuka pintu mobil dan melangkah keluar. Mata nya masih tertuju pada rumah besar dan mewah itu. Atau paling tidak, tempat ini seharusnya adalah rumah Isabela. la menjulurkan kembali kepalanya ke dalam mobil.
"Kau yakin ini tempat yang benar?" tanya pada Diego.
"Dia bilang ini alamat nya.” Diego mengangkat sebuah kertas
__ADS_1
"Yeah, tapi ini...." Sky berputar dan mencoba memutuskan cara terbaik untuk menggambarkan pemandangan di hadapannya.
"Sebuah rumah yang sangat indah," sambung Diego seolah satu pikiran dengan Sky.
Itu cukup menjelaskan semuanya. Kenapa Sky sangat jarang bertemu dengan Isabella Saat dia datang ke rumah Isabela yang biasa dia datangi dulu saat mereka pernah bekerja sama. Ternyata itu bukan lah satu- satu nya rumah Isabela.
Saat Sky berdiri di sana, di tepi jalan depan rumah mewah yang menjulang megah di hadapan nya itu.
“Mirip dengan mansion – mansion milik keluarga ku!” Batin Sky yang sangat yakin jika rumah Ish
Pertanyaan pertama yang muncul di kepalanya adalah bagaimana mungkin gaji seorang jaksa pemerintahan mampu membeli rumah seperti ini. Setahu Sky, dahulu Isabella sangat menolak bantuan dari ayah nya.
Itu lah mengapa dahulu Sky tidak tahu jika atasan nya adalah ayah dari Isabella. karena Isabella sesederhana itu.
Diego sepertinya memikirkan hal yang sama. la mencondongkan tubuh di kursinya dan melongok dari jendela di sisi penumpang. "Apa yang kau pikirkan? Suami kaya? Atau ayah yang kaya.Tapi setahu ku nona Isabella sudah lama tidak berhubungan baik dengan keluarga nya."
Sky mempertimbangkan hal itu. Pasti ada seseorang yang kaya, karena wanita itu pasti tidak akan sanggup membeli rumah semacam ini. Atau, ia belum jauh melewati batas saat mengucapkan ejekan itu tiga tahun yang lalu tentang wanita itu menerima bayaran dari Ellard.
"
__ADS_1