Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning

Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning
#17: Sejujur nya aku menyesal


__ADS_3

Sky mengamati saat Diego memeriksa dari kaca spionnya. Penumpang di kursi belakang terdengar diam untuk beberapa saat. Membuat dua Sky dan Diego saling pandang. Seolah – olah sedang merencakan sesuatu.


"Apakah dia tertidur?" tanya Sky pada Diego.


Diego mengangguk. "Sungguh sebuah maalam yang panjang untuk nya.” Sambung Diego.


"Benar. Ayo beli segelas kopi lagi sebelum kembali. Kopi yang mereka sediakan di kantor rasanya buruk sekali.." ajak Sky.


"Ucapan ku tadi bukan untuk mu Sky, tapi untuk nya. Sungguh sebuah malam yang panjang bagi nya." Ulang Diego dengan tegas.


Sebenar nya Sky tahu pasti apa maksud Diego. Tapi ia berusaha untuk tidak memikirkan wanita itu sebisa mungkin.


"Agak aneh kalian berdua bertemu lagi dalam keadaan seperti ini." Diego sepertinya tidak menangkap pesan tidak usah membicarakannya lagi dari Sky. Meski Sky mengatakan hal itu secara langsung saja pada Diego. Tapi dia tidak enak jika ternyata Isabella tidak benar-benar tertidur.


Sky melirik ke kaca spionnya untuk mengecek ulang apakah Isabella benar-benar tertidur. "Rasa nya cukup aneh karena akhir nya kami benar- benar bertemu lagi dalam keadaan seperti ini. Setahun ini aku tidak benar- benar pernah bertemu dengan nya langsung kecuali perkelahian antara kami yang terjadi yang dibatasi oleh pintu. Baik itu pintu ruang kerja nya atau pintu rumah nya setiap kali aku ngamuk ke sana.," katanya, tetap memelankan suaranya.

__ADS_1


“Ya! Setelah semua, jauh sebelum itu, apa kau menyesal Sky telah mengatakan sesuatu yang buruk tentang nya serta telah mencium nya di depan umum?” tanya Diego kembali dengan suara pelan.


“Tidak sama sekali.” Jawab Sky dengan nada dingin.


Diego menggeleng. "Wow! Ternyata saat kau gelap mata kau sangat berbahaya juga Sky! Ingatkan aku untuk tidak menyinggung sisi jahat mu."


"Aku ingat kan saat ini juga! Jangan pernah menyinggung sisi jahat ku." Ujar Sky sambil mengerlingkan mata nya.


"Terima kasih, mohon di ingatkan lagi di lain waktu." Balas Diego tanpa beban seperti biasa nya.


Sky memang tidak langsung suka saat pertama kali dia di pasangkan bersama Diego.


Sky ragu-ragu sebab Diego jauh lebih muda dari nya dan yang paling Sky benci adalah Diego baru saja lulus dari akademi.


Apalagi setelah Ia setelan mahal yang dikenakan Diego pada hari pertama mereka bertemu, mutlak lah keraguan itu. Sky tentu saja sangat mengenal semau stelan mahal itu, sebab nama ibu nya tertulis dengan jelas di bagian dalam jas itu.

__ADS_1


Tapi seiring jalan nya waktu kebersamaan mereka, Sky akhir nya bisa memahami di balik seringai dan leluconnya, Diego jauh lebih cerdas dari pada penilaian awal yang diberikan Sky padanya.


Sejak itu Sky lebih menghargai Diego.


Apalagi Diego orang nya sangat luwes! Tidak seperti rekan terakhir Sky yang sangat jarang bicara. Dia tambah Sky juga tidak ubah nya seperti batu yang bermuka masam. Lengkap lah sudah tim itu. TIM BATU ABADI! Sky menamai nya seperti itu.


Sky melirik sekali lagi dari spionnya untuk memastikan kan Isabella masih tertidur di kursi belakang.


Ia tidak sepenuhnya jujur berkata pada Diego bahwa ia tidak memiliki penyesalan sedikit pun tentang apa yang terjadi tiga tahun yang lalu.


Tentu saja ia merasakan penyesalan apa yang diucapkannya sama sekali tidak pantas. Ia menyadarinya beberapa detik setelah kata-kata itu keluar dari mulutnya.


Lalu ciuman itu juga. Dia sedikit menyesali nya.


Sky melihat ke arah Isabella. “aku menyesal. Aku tidak tahu kalau kau adalah tunangan nya Aaron Ryan. Satu dari dua puluh anggota ku yang meninggal dalam penyerangan malam itu. Aku menuduh mu menerima suap. Serta menjual diri mu kepada penguasa demi dapat membuat ku turun jabatan dan dipindahkan ke kota lain. Padahal ternyata, atasan ku saat itu adalah ayah mu. Tidak mungkin kau menjual diri mu pada ayah mu sendiri. Lalu bukan salah mu jika kantor kejaksaan akhir nya memilih mundur. Sayang nya nasi sudah keburu menjadi bubur. Aku saja yang tidak peka untuk mencari tahu apa awal mula kemarahan mu pada ku. Kau murka atas keras kepala diri ku yang menyebabkan tunangan mu gugur waktu itu. Dan itu adalah hal yang wajar dan manusiawi jika aku pikirkan dengan kepala tenang saat ini.” Batin Sky.

__ADS_1


Sky menghela nafas. Sky ingat! Saat dia tahu bahwa dirinya dipindahkan kembali ke Milan, ia bersumpah untuk menganggap semuanya itu sebagai masa lalu. Sayangnya, ia tidak memperhitungkan akan bertemu lagi dengan Isabella Sovie dalam minggu pertamanya setelah kembali. Berada di dekat wanita itu membawa kembali banyak kenangan lama.


__ADS_2