Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning

Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning
#26


__ADS_3

DI tempat lain terlihat Sky sedang menutup mata nya. Sekilas pria itu seperti tertidur tapi percayalah, tidak ada orang yang tidur dengan seribu kerutan di dahi nya.


“Sky? Apa kau benar- benar tidur?” Diego pelan- pelan menggoyangkan tubuh Sky.


“Jangan mengganggu ku untuk saat ini Diego! Aku sedang pusing!” Ujar Sky tanpa membuka mata nya.


“Pusing karena kasus ini harus berakhir seperti ini?” Tanya Diego memberani kan diri. Sebenar nya dia juga merasa was- was untuk menyenggol masalah kasus ini karena dia tahu dengan pasti kalau Sky saat ini sangat sensitif dengan kasus ini. Sky benar- benar menolak opsi case closed itu.


“Menjadikan seseorang sebagai kambing hitam hanya untuk menyelamatkan nama baik seseorang yang memiliki kekuasaan, aku rasa negara kita malah lebih buruk dari pada negara konoha di ujung dunia sana.” Ucap Sky lagi dan tetap dengan mata yang tertutup.


“Bahkan polisi India di zaman tuan takkur sings jauh lebih baik dari pada ini.” Ucap nya marah tapi tanpa penekanan pada setiap kata nya sehingga terdengar seolah dia tidak sedang marah.


“Aku tidak bisa berpendapat apa- apa Sky. Maaf kan aku. Tapi kalau kau ingin kita mengerjakan kasus ini secara Rahasia maka aku akan pasti kan aku akan bersama mu hingga akhir.” Tegas Diego.

__ADS_1


“Tidak ada yang bisa kita lakukan lagi Diego! Mereka sudah menutup nya dan uang sangat berkuasa di sini. Lagi pula Lusa aku akan pulang ke Jakarta. Sahabat ku akan menikah. Akan ada serangkaian acara menjelang hari H nya. Lusa salah satu nya.” Ucap Sky yang akhir nya membuka mata nya. Terlihat sekali rasa kecewa dalam mata biru nan indah itu. Tapi keputusan tetap lah sebuah keputusan. Tidak ada yang bisa Sky lakukan. Saat ini dia tidak ada berencana untuk pindah ke tempat terpencil lagi seperti beberapa tahun yang lalu ketika dia tetap bertindak meski keputusan telah di keluarkan. Cukup sekali Sky melakukan hal yang menghancurkan karir nya seperti itu. Dia tidak ingin melawan arus lagi.


“Besok aku akan memberikan surat izin cuti ku. Tolong kau jaga kota ini dari para monster yang menyerang, Diego!” Ucap Sky yang masih bisa- bisa nya bercanda di saat kekesalan dan kekecewaan yang luar biasa seperti saat ini.


Dia tidak mengamuk saja sebenarnya sudah sangat baik, mengingat tempramen nya cukup tingga.


Ya, anggap lah Skyaleden Hardata sedang muak dengan dunia politik yang sedang sekali mencekal tangan hukum.


***


"Aku tidak yakin Thalita bisa sampai di pernikahannya tanpa merasakan gangguan kecemasan. Aku terus berkata padanya agar mengizinkanku lebih banyak membantu."


"Kau tahu bagaimana dia. Dia sudah merencanakan. ini sejak usia lima tahun," kata Ivon.

__ADS_1


"Omong-omong soal rencana, bagaimana perkembangan rencana pesta lajangnya?"


"Aku sudah menemukan sebuah tema yang pas! Malam panas bersama para pria! Kau pasti akan sangat senang dengan pesta lajang yang aku rencana kan ini." Ujar dengan sangat yakin.


Ivon melingkarkan tangannya di bahu Isabella. "Kau yakin ingin mengangkat tema sepanas itu di negeri orang, Isabella? Ini jakarta beb! Bukan Italia! Kau tidak bisa sevu*lgar itu disini." Cegah Ivon yang sebelum sampai ke Jakarta membawa banyak buku tentang Indonesia. Dia memang belum pernah pergi ke negara yang Indah itu sekali pun.


“Kenapa tidak?” jawab Isabella lalu tertawa.


“JAKAAAARTA!! I AM COMING!” teriak nya lepas. Dia benar- benar akan menjadi kan ini sebagai refreshing dalam hidup nya.


***


YANG MAU TAHU KELANJUTAN NYA IKUTI SEASON 2 NYA DENGAN JUDUL MEMPELAI SANG CAPT. Gak pakai lama,udah tayang.. yuk kak Upe tunggu di sana...

__ADS_1


__ADS_2