Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning

Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning
#22


__ADS_3

“Come on Ivon! Kau jangan memasang muka seperti itu lagi!” Seru Isabella sambil melihat ke arah sahabat nya itu.


“Jangan sebut atau panggil lagi nama ku Isabella! Aku ini sedang marah pada mu!” Jawab Ivon lalu menolehkan wajah nya ke arah lain. Dia malas melihat wajah Isabella saat ini. Kecantikan natural yang Isabella miliki tidak membuat hati Ivon sebagai makhluk yang di lahirkan dalam perwujudan laki- laki goyah.


“Aku berjanji! Lain kali aku akan menelpon mu atau Thalita.” Bujuk Isabella.


“Jadi kau berharap hal seperti ini terjadi sekali lagi? Begitu? Benar seperti itu?!” sat set sat set amarah itu pun keluar dari mulut Ivon. Dan Isabella pun auto menutup rapat mulut nya. Dia tahu ini adalah saat yang tepat untuk tidak bicara satu patah pun lagi.


Perumpamaan diam itu emas memang sangat di perlukan saat ini.


Ivon melihat Isabella dengan tatapan tidak percaya dan geleng- geleng.


“Bella!! Aku masih tidak percaya kau tidak menelepon ku ! Oke lah! Anggap kau lupa dengan sahabat mu yang belok ini, tapi Thalita? Kenapa kau juga tidak menelpon nya????” Seru Ivon geram. Rasa nya Isabella mau di unyel- unyel nya seandai nya bisa.

__ADS_1


“Aku tidak-“


“STOOP! Jangan beri alasan apapun lagi! Aku tidak dalam mood untuk mendengar alasan apapun setelah kejadian sebesar ini terjadi beb!” Potong Ivon cepat, dan Isabella kembali menutup rapat mulut nya.


Isabella tahu kalau Ivon kali ini benar- benar kesal. Isabella sebenarnya sudah biasa membuat Ivon kesal, tapi seperti nya kali ini level kesal Ivon berada lebih atas lagi dari pada langit ke tujuh. Jika langit tujuh lapis maka kekesalan Ivon berada di lapis ke delapan atau ke sembilan.


“Seperti nya percuma saja ku membela diri ku saat ini! Ivon pasti tidak akan mendengarkan nya.” Gumam Isabella dalam hati. Apalagi Ivon tahu nya selang beberapa hari setelah peristiwa itu terjadi.


Dan tahu nya pun karena kenalan Ivon. BUKAN DARI MULU ISABELLA LANGSUNG! Jadi Isabella sedikit bisa memaklumi kemurkaan Ivon pada nya.


“Brrruk!!” Suara fals tas mahal yang di hempaskan di atas meja oleh Thalita.


“Apa kau sudah memarahi nya Von?” Tanya Thalita sambil melipat tangan nya di dada.

__ADS_1


“Aku hanya belum menyambal nya dan memakan nya saja! Kalau hanya sekedar memarahi nya sudah aku lakukan bahkan sebelum aku sampai di restoran itu.” Sembur Ivon dengan tatapan mata tajam pada Isabella.


“Bagus! Kalau begitu, sekarang giliran ku!” Thalita pun mendarat kan pantat nya di atas kursi di yang ada di samping Ivon. Dia sengaja mencari posisi di mana dia bisa mengunci langsung pandangan nya dengan pandangan Isabella.


“Kita mulai.........” Ucap nya mengalahkan BAP polisi.


“Oghey! Mulai dari detik ini akan ada amukan combo!” gumam Isabella dalam hati.


Isabella melihat ke dua makhluk di depan nya. Kedua nya terlihat siap untuk mem - BAP Isabella saat ini juga.


" Apa aku boleh minta secangkir kopi? Seperti nya ini akan lama. " Ucap nya sambil pasang puppy eyes terbaik yang dia punya.


"Tidak!! " Jawab Ivon dan Thalita serentak.

__ADS_1


"Baik lah. Lagi pula kopi tidak baik untuk magh!" cicit Isabella yang hanya bisa pasrah saat ini untuk mendengar khotbah panjang dari duo maut ini.


__ADS_2