
Isabella menoleh pada Ivon dengan tatapan yang seolah- olah berkata, "kau jangan sampai ikut- ikutan seperti Thalita!!"
“tentu saja tidak! Aku tidak suka pada nya. Kau tahu sendiri kan, beb! Aku tidak akan suka pada orang- orang yang menyakiti sahabat ku.” Ivon meremas erat tangan Isabella.
“Thanks Von! Kau memang yang paling mengerti aku. Tidak seperti ~ “Isabella mengerlingkan mata nya dan mengarahkan nya pada Thalita.
“Apa?! Tidak ada larangan dalam undang- undang untuk jatuh cinta pada musuh sahabat mu kan? Yang tidak boleh itu kalau kau jatuh cinta pada suami sahabat mu! Dan Sky bukan suami mu kan Isabella?” Sarkas Thalita.
“Never! Walau pun makhluk di bumi punah dan hanya akan dia dan Ivon, aku lebih memilih untuk berkembang biak dengan Ivon.” Jawab Isabella dengan nada mengejek.
“Ivon! Pasti kan saklar bawah mu terus terpasang! Karena mana tahu someday semua makhluk bumi punah kecuali kau dan Sky!” balas Thalita lalu tertawa sedangkan Isabella dan Ivon menatap nya tajam.
“Come on! Itu hanya gurauaan saaja!” Ujar nya setelah melihat tatapan tajam Isabella dan Ivon.
“Oke! Let’s changer the topic!” seru Thalita yang tidak ingin mengundang kemurkaan dua orang di depan nya.
__ADS_1
"Well!! Sekali lagi maafkan aku. Aku pasti menelepon kalian berdua atau minimal salah satu dari kalian andai kan para polisi itu tidak membatasi teleponku. Dan maaf aku tidak menceritakan hal ini langsung pada kalian berdua." Isabella menoleh ke sebelah kiri dan kanan nya.
"Kali ini kami memaafkan mu. Tapi tidak untuk yang berikut nya. Aku yakin malam itu pasti sangat berat untuk mu. Yang lebih penting, bagaimana perasaanmu setelah kau bertemu langsung dengan nya?" tanya Ivon.
"Aku rasa kalian pasti tahu jawabannya. Ada sebuah pintu yang menghalangi kami saja aku adan dia sudah saling bertukar kata- kata mutiara. Apalagi malam itu kami bertemu langsung! Kami bertukar ejekan dan hinaan sarkastis sepanjang waktu. Sungguh sebuah pertemuan yang sangat mengesan kan!!” Sarkas Isabella lalu mengambil gelas jus nya.
"Apa bibir nya masih terlihat seksih Isabella?" tanya Thalita yang berhasil membuat Isabella nyaris tersedak, dan terbatuk-batuk mendengar nya.
"Kuanggap itu berarti iya." Jawab nya dengan wajah polos nya, sama sekali tidak merasa bersalah menanyakan hal itu saat Isabella sedang meneguk minumannya.
"Jangan tatap aku. Pertanyaan itu keluar dari mulut nya? Dan kau tahu sendiri, mulut nya memang suka sesuka nya.” kata Ivon.
"Sahabat ku Thalita, aku tidak sempat memperhatikan bibir Sky! Lagian untuk apa aku memperhatikan bibir nya!” gerutu Isabella .
“Kalian berdua masih ingat kan, di je*rk ini itu telah mempermalukanku di TV nasional." Tambah Isabella.
__ADS_1
“Dan karena dia juga, hampir setiap kapten di Milan menaruh dendam padaku selama tiga tahun belakangan ini. Yang membuat semuanya makin menyenangkan, mengingat aku bekerja dengan kepolisian nyaris setiap harinya." Tukas Isabella kesal.
"Tapi kau tidak perlu bertemu dengannya lagi, bukan?" tanya Ivon.
"Tidak, kalau ada malaikat yang menolongku." Jawab Isabella ketus.
"Maaf! Aku jadi terbawa emosi.” Isabella memenggang erat tangan Ivon. Dia menyesal menjawab pertanyaan Ivon dengan nada seperti itu.
“Hm- maksud ku, aku tidak tahu, mungkin jika ada pertanyaan lanjutan yang harus mereka tanyakan aku mau tidak mau harus bertemu lagi dengan nya. Karena dia adalah kapten yang menangani kasus ini.” Jelas Isabella cepat.
“Sepertinya kau tidak perlu bertemu dengan nya lagi Isabella. Lihat lah artikel ini. Baru di terbit kan satu jam yang lalu.” Ujar Thalita sambil menyerahkan handphone nya ke Isabella dan Ivon. Kedua nya pun langsung melihat berita yang Thalita katakan.
“Kenapa bisa secepat ini?” Batin Isabella. Dia mengendus sesuatu yang tidak beres dalam hal ini.
Namun seperti nya tidak hanya Isabella yang merasa ada yang aneh dengan pemberitaan itu. Ivon yang tidak tahu pasti apa yang terjadi pun merasakan ada yang aneh dengan pemberitaan ini. Kasus ini terlalu cepat terbongkar untuk ukuran kasus yang tidak pernah menarik di mata kepolisian. Ada begitu banyak kasus pembunuhan PSK dan tidak pernah satu pun terungkap. Tapi mengapa kasus ini cepat sekali selasai? Bahkan dalam hitungan hari? Bukan kah ini terlalu mencurigakan? Ivon yakin ada hal besar di balik semua ini.
__ADS_1