
"Dimana saksi yang kita punya?" tanya Sky pada anggota nya yang memang datang lebih dulu ke tempat kejadian.
"Sesuai dengan instruksi yang capt berikan, aku sudah memerintahkan nya untuk tetap berada di kamar nya. No phone, atau yang lain nya. Aku jamin kali ini berita tidak akan tersiar keluar."
"Kerja bagus Benjamin. Apa kau bisa mengantar ke tempat saksi berada?"
"Tentu saja capt."
Benjamin dan capt Sky pun berjalan menuju kamar 16036 yang posisi nya tepat di samping kamar 16038.
Begitu Sky membuka pintu kamar itu mata nya langsung di suguhkan sebuah pemandangan yang sangat luar biasa menggoda iman. Sepasang paha putih nan mulus serta belahan dada yang nyaris terbuka sempurna terlihat menantang jiwa kelaki- lakian nya.
"SSSHhhhit!" Maki nya, yang langsung menutup pintu kamar itu dan berpesan agar tidak ada satu orang pun yang masuk ke dalam kamar itu selama dia berbicara dengan saksi.
Jakun Sky turun naik. Sebagai laki- laki normal rasa nya sangat wajar jika dia merespon untuk hal- hal yang seperti itu. Kecuali jika dia penyuka sesama jenis alias jeruk makan jeruk baru lah mungkin alarm nya tidak akan berfungsi.
Tapi Sky tahu kapan dia harus menuruti hawa nafsu nya dan kapan dia harus bersikap profesional layak nya seorang polisi yang menjunjung tinggi martabat kepolisian tempat nya bernaung.
Oleh karena itu, Sky pun mengambil selimut yang ada di atas ranjang besar itu dan berniat untuk menyelimuti pemandangan surga dunia yang terpampang di hadapan nya.
Namun baru saja selimut akan mendarat ke tubuh wanita itu, sebuah pergerakan membuat tubuh Sky terbalik ke lantai dengan posisi tertelungkup dengan sebuah kaki menahan leher nya.
"Siapa kau? Apa yang kau lakukan di dekat ku? Apa kau berniat melakukan suatu hal yang jahat saat aku tidur?" Tanya wanita itu pada Sky.
Sky langsung mengernyitkan dahi nya. Entah ini hanya perasaan nya saja atau memang suara itu sangat mirip dengan seseorang yang sangat dia kenal.
Sky mencoba memasang telinga nya lebar- lebar sekali lagi. Karena kalau benar itu adalah suara wanita yang dia kenal, rasa nya sangat tidak mungkin mengingat tubuh wanita ini sangat seksi sedangkan wanita yang dia kenal adalah seorang perawan tua yang penampilan (fashion) yang sangat ketinggalan zaman.
"Bisa saja kan dua orang yang berbeda memiliki suara yang sama." Ujar Batin Sky.
__ADS_1
"Ooh.. ok! Jadi kau memilih untuk diam! Baik akan sendiri yang akan menjebloskan mu ke penjara dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan dan serangan percobaan pelecehan pada wanita. Jangan kira kau akan lolos dengan mudah." Tegas Isabella.
"Kenapa aku tidak bisa lolos dengan mudah?" Sky sengaja memancing wanita ini untuk terus berbicara guna menyempurnakan asumsi nya.
"Karena aku adalah seorang jaksa," Jawab Isabella dengan nada sombong.
Dengan cepat Sky melakukan pergerakan hingga membuat Isabella yang sedang lengah kini malah berada di bawah tubuh nya.
Namun di saat posisi Sky dan Isabella seperti itu, pintu kamar itu terbuka dan Benjamin muncul dari balik pintu yang terbuka itu.
"Capt Sky, pihak hotel ingin- " Benjamin yang masuk tiba - tiba ke dalam kamar Isabella dan melihat posisi Isabella dan capt nya seperti itu auto menutup kembali pintu itu tanpa banyak tanya.
"Hai jaksa Isabella?" Sapa Sky tersenyum sambil mengunci kedua tangan Isabella di lantai dengan posisi tertelentang.
"Capt Sky?" Teriak nya tidak percaya.
Wait! Isabella baru sadar kalau Isabella saat ini memang sedang berada di atas tubuh nya walau posisi nya dia sedang bertumpu dengan kedua lutut nya sehingga sama sekali tidak mengenai tubuh Isabella. Tapi tetap saja posisi mereka saat ini sangat lah -awkward.
"Kau kelihatan sangat berbeda dalam gaun tidur seseksi ini." Goda Sky.
"Kenapa? Apa kau merasa bergairah melihat ku saat ini ?" Balas Isabella dengan berani. Isabella bahkan menatap lurus ke dalam mata Sky.
"Hm- tadi nya sebelum aku tahu pemiliki sepasang kaki mulus dan indah itu serta belahan dada yang menggoda itu adalah diri mu, jujur aku bergairah melihat mu. Tapi setelah aku tahu itu adalah kau. Semua gairah ku sirna!" jawab Sky dengan santai.
"Kalau benar begitu tolong kau lepaskan kedua tangan ku. Karena aku mulai merasakan sesuatu yang tidak sinkron dengan kata- kata mu barusan." Ujar Isabella dengan mata yang mengarah ke senjata tak bertulang milik Sky yang ternyata telah mengalami perubahan wujud tanpa seizin Sky,
"Shiiiiiiit!" maki Sky buru- buru melepaskan tangan Isabella dan berdiri.
Isabella tersenyum. Dia senang bisa mempermalukan Sky, meski tidak ada saksi mata untuk hal memalukan ini.
__ADS_1
"Jadi kau saksi kasus pembunuhan ini?" tanya Sky yang tidak ingin ada kata- kata mukadimah lagi antara dia dan
Isabella.
"Hanya aku bukan- yang kau temukan di kamar ini." ketus Isabella, sambil memperbaiki kimono nya yang sudah tidak karuan bentuk nya itu.
"Baiklah kalau begitu jaksa Isabella, Kita mulai saja agar tidak banyak waktu yang yang terbuang." Ujar Sky yang kini telah duduk di sofa dengan sebuah bantal yang dia letakan di atas kedua paha nya.
"Aku akan mulai mengajukan beberapa pertanyaan standar. Aku harap kau dapat menjawab semua pertanyaan ku dengan jujur."
"Go head." Ujar Isabella yang ingin kini duduk tepat di depan Sky.
"Ehkm- Mungkin ada baik nya kau mengganti pakaian mu dulu nona Isabella."
Sky akui dia sedikit risih dengan penampilan Isabella yang terlalu menggoda iman nya.
"Apa kau terganggu akan sesuatu capt Sky?" tanya Isabella dengan maksud yang sangat mudah untuk Sky tebak.
Isabella menatap lurus pada Sky, Dia tahu Sky saat ini tidak nyaman dengan penampilan seksi nya.
Tapi hal itu akan Isabella pergunakan untuk membuat sesi tanya jawab ini segera berakhir agar dia dapat segera ke kantor nya.
"Hm- antara iya dan tidak. Tapi kalau kau nyaman dengan penampilan mu yang seperti itu, ya go Ahead." Jawab nya meniru jawaban Isabella sebelum nya.
Isabella berlagak cuek. Dari gerak gerik nya Sky bisa menyimpulkan jika Isabella masih betah berkimono seksi di depan nya.
" Oke., kalau begitu kita lanjutkan. Hm, Jaksa Isabella sepengetahuan ku kau memiliki rumah di kota Milan ini bukan?" Sky mengajukan pertanyaan pertama.
"Harus kah aku jawab pertanyaan konyol itu? Kau sendiri sering ker rumah ku kan capt Sky?" Balas Isabella jutek seperti biasanya.
__ADS_1