Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning

Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning
#15 : sepenggal cerita masa lalu (part 1)


__ADS_3

Sebenar nya Isabella ingin menolak saat Capt Diego menawarkan dirinya dan Sky untuk mengantarnya pulang. Namun dengan pertimbangan dia khawatir capt Diego berpikir diri nya masih terjebak pada peristiwa masa lalu yang melibatkan diri nya dan Sky, akhir nya Isabella pun setuju untuk di antar pulang oleh kedua capt tersebut.


Isabella duduk di kursi belakang mobil Diego. Hm ya paling tidak Isabella berpikir ini pasti lah mobil Diego karena Diego lah yang mengemudikan mobil ini.


Selain itu rasa nya juga tidak mungkin Sky punya mobil semahal ini setelah pangkat nya di turun kan tiga tahun yang lalu.


Isabella menyandarkan kepalanya pada kursi dengan jok kulit itu sambil membiarkan mata nya melihat ke keluar jendela.


Sesekali Isabella merasakan sinar matahari menyilaukan mata nya. Dan disaat itu lah dia sadara jika diri nya sudah tidak tidur selama tiga puluh jam.


Mata Isabella bela pelan- pelan terlayang. Jujur sajar gerakan mobil mewah yang berjalan smoothly serta alunan musik yang sangat enak di telinga nya, membuat Isabella ingin segera beranjak ke duni mimpi.


Tapi tentu nya dia tidak boleh tertidur saat ini. Dengan cepat dia membuka kembali mata nya, dan ia pun mengalihkan tatapannya dari jendela. Dengan kepala tetap menempel pada sandaran tempat duduk, ia mengamati pria yang duduk di depannya dengan mata setengah terpejam.


“Skyaleden Hardata.” Gumam Isabella dalam hati.


Rasa nya, Isabella ingin tertawa melihat betapa ironisnya situasi ini, hanya saja tenaga untuk tertawa saja dia sudah tidak punya. Semua nya terserap habis oleh dua pria yang menginterogasi nya sejak tadi. Pada hal jelas- jelas dia tidak tidur semalaman.


“Sungguh Ironis!” Seru nya sekali lagi dalam hati.


Isabella tahu kalau Sky juga tidak nyaman berlama- lama di dekat nya. Seperti nya bukan nya diri nya yang belum move on dari masa lalu. Pria itu pun pasti merasakan hal yang sama.


Terbukti setelah beberapa tahun di copot dari jabatan nya semula lalu kembali lagi ke kota ini dengan pangkat yang lebih rendah yang kapten, Sky berkali- kali bermasalah dengan nya. Atau mungkin juga dia yang sengaja menciptakan masalah dengan Sky.

__ADS_1


Entah lah...


Yang pasti hidup kedua nya tidak pernah tenang selama setahun ini. Tiba- tiba Isabella teringat awal mula hubungan nya dan Sky ini menjadi buruk seperti ini. Persis seperti minyak dan air, yang tidak dapat di satu kan di dalam satu wadah yang sama.


Hal itu terjadi tiga tahun yang lalu, saat Isabella masih menjabat asisten jaksa di kota itu. Suatu hari di hari akhir minggu Isabella dipanggil oleh atasan nya, Donald Harrison, jaksa Milan kala.


Pria itu memberitahunya bahwa ia ingin membicarakan kasus Ellard dan Isabella berasumsi mereka akan membicarakan tuntutan yang akan diajukannya untuk melawan bermacam-macam anggota organisasi Ellard. Namun apa yang disampaikan Donald padanya malahan membuatnya sangat terkejut.


"Aku memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan," Ungkap Donald tepat setelah Isabella duduk, seolah ingin menyelesaikan pembicaraan itu secepat mungkin.


“Apa yang terjadi? Aapa kau lelah melawan anak buah Ellard atau Ellard sendirian?" tanya Isabella, awalnya ia berasumsi Donald telah membuat perjanjian imunitas dengan seseorang atau beberapa orang sebagai pertukaran kesaksian mereka.


"Aku lelah melawan semua orang," kata Donald dengan sangat jelas.


"Aku tahu kau akan terkejut dengan hal ini." Balas Donald, singkat.


:Tapi Donal, polis sudah mengerjakan kasus ini selama lebih dari dua tahun. Dengan semua informasi yang dikumpulkan Capt Sky selama penyamarannya, kita memiliki banyak bukti untuk menyingkirkan Ellard seumur hidup. Kenapa kita tidak mengajukan tuntutan?" tanya Isabella kemudian.


"Kau masih muda dan bersemangat, Isabella, dan itu yang kusuka darimu. Itu adalah salah satu alasan aku menarikmu dari kantor pengacaraa itu dan menjadikan mu asisten Jaksa.” kata Donald, menyebutkan firma hukum tempat Isabella bekerja sebelum bergabung dengan kantor kejaksaan Milan.


Benar, ia masih baru dalam pekerjaan ini dan ia memang sangat bersemangat. Tapi ia sudah menjalani empat tahun pengalaman percobaan sebagai seorang penuntut sipil sebelum menjadi seorang jaksa. Meski diri nya adalah putri seorang berpangkat tinggi di kepolisian.


Walaupun demikian, jika Donald berpikir ia belum siap, ia tidak ingin harga diri menghalanginya.

__ADS_1


"Tunggu dulu, Donald. Jika ini karena kau pikir aku belum memiliki cukup pengalaman untuk mencoba kasus ini, maka berikanlah pada orang lain. Mungkin, aku akan merasa sedikit tersinggung, Aku akan mengacuhkan mu beberapa hari karena aku marah, tapi percaya lah aku pasti akan tetap membantu siapa pun yang kau tugaskan pada kasus ini dan...." Donal menangkat tangan ya meminta Isabella untuk berhenti bicara.


"Tidak ! kantor kita tidak akan mengajukan tuntutan sama sekali. Keputusan ku sudah bulat.” Ucap Donald.


“Isabella dengarkan aku, aku sudah cukup lama berada di bidang ini. Aku sangat mengetahui bahwa persidangan seperti ini dengan cepat akan naik hanya akan memicu dua hal saja! Pertama pertujukan untuk santapan media. They will make like a circus! Dan yang kedua sebuah jalan buntu di akhir semua usaha mu.” Lanjut Donald menjelaskan.


Isabella mendengarkan dengan seksama hal yang dia sampaikan oleh atasan nya itu. Dia mencoba memahami kata demi kata dari setiap penjelasan yang Donald berikan.


“Kau pikir kau punya banyak bukti saat ini, tapi itu semua bisa saja tidak bersama mu lagi di akhir – akhir persidangan Isabella.” Lanjut Donald.


“ Setelah kau secara terbuka mengumumkan perang melawan Ellard, kau akan mendapati para saksi berpaling darimu, atau lebih buruk lagi, menghilang secara misterius atau mati. Dan sebelum kau menyadarinya, kau berada dua minggu sebelum persidangan tanpa satu pun bukti yang kuat untuk mendukung semua tuntuntan yang kau berikan pada para juri dalam pernyataan pembukaan mu." Terang Donald supaya Isabella paham akan situasi apa yang Isabella hadapi.


Isabella tahu seharusnya ia menyerah pada saat itu juga. Tapi ia tidak dapat menahan diri. "Tapi dengan kesaksian Capt Sky saja akan cukup bukti untuk...."


"Capt Sky melihat banyak hal, tapi sayang sekali penyamarannya terbongkar terlalu dini," Donald memotongnya.


"Dan walaupun aku sangat menghargai dua tahun yang dihabiskannya untuk menginvestigasi kasus ini, jika kita tetap mengajukan tuntutan dan tidak mendapatkan penghukuman, akibat buruknya akan jatuh pada kita, bukan Capt Sky ataupun orang lain di kepolisian. Aku tidak ingin kantorku menerima risiko itu."


Sekarang Isabella terdiam.


Boy Ellard dan antek-anteknya bertanggung jawab atas hampir sepertiga dari semua perdagangan obat terlarang di kota Milan; mereka mencuci uang mereka melalui lebih dari dua puluh perusahaan palsu; dan mereka melakukan pemerasan, penyuapan, dan mengancam semua orang yang menghalangi mereka. Belum lagi, mereka membunuh banyak orang.


Memburu penjahat seperti Boy Ellard awal-nya adalah alasannya bergabung dengan kantor kejaksaan MILAN

__ADS_1


__ADS_2