Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning

Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning
#16 : sepenggal cerita masa lalu (part 2)


__ADS_3

Bagaimanapun, ada satu aspek sebagai seorang jaksa yang tidak diantisipasi Isabella, yakni bahwa politik sering mencampuri pekerjaan pemerintah.


Ketika duduk di hadapan Donald hari itu, membicarakan alasan pria itu menarik diri dari kasus Ellard, ia sadar bahwa kantor kejaksaan Milan. juga tak terkecuali. Ia bisa menduga masalah Donald yang sebenarnya: hanya menghindar. Pria itu tidak ingin coba-coba dan kemungkinan kalah dalam persidangan yang akan diliput oleh setiap media. Dan di zaman sekarang akan tersebar dengan cepat. Lalu apa yang terjadi setelah nya, opini publik pun akan ikut memperburuk hal ini. Yang tentu nya akan berpengaruh pada seputasi Donald.


Isabella terkejut dengan keputusan atasannya. Dan merasa tertekan. Juga merasa jijik saat memikirkan seseorang seperti Boy Ellard akan tanpa pengawasan dan bebas melakukan bisnisnya seperti biasa.


Tapi sayangnya dia tidak bisa berbuat apapun kecuali ia berencana merelakan lencana asisten jaksa Milan nya dalam waktu dekat, kedua tangannya kali ini terikat erat.

__ADS_1


Isabella baru bergabung dengan kantor ini selama setahun secara terang-terangan menentang bosnya akan kasus sebesar itu pasti nya itu bukanlah langkah yang wise bukan.


Jika ia ingin tetap bekerja sebagai petugas yang melawan kejahatan. Jadi ia menyimpan pendapatnya dalam hati. Seperti saat kita bermain catur. Ada kala nya kita maju dan menyerang. Namun tidak jarang pula kita memberikan tumbal untuk mencapai tujuan. Dan dunia hukum juga seperti itu. Tidak setiap saat kita harus maju. Kadang mundur atau bertahan serta mengorban kan sesuatu juga perlu kita pertimbang kan.


"Baiklah. Tak ada tuntutan." Isabella setuju meski hati nya menolak. Ia merasa perutnya mulas, saat mengucapkan kata-kata itu keras-keras.


"Aku senang kau mengerti," kata Donald sambil tersenyum.

__ADS_1


"Menurutku akan lebih pantas jika Capt Sky mendengar ini langsung darimu, Donald. Apalagi mengingat semua hal yang telah dilaluinya dalam penyelidikan ini." Tolak Isabella halus. Dia tidak ingin menyebabkan tunangan dalam masalah dengan capt yang keras kepala seperti Sky.


"Sky pasti mengerti. Terkadang begitulah hal-hal terjadi di dunia ini. Dan Sky bukan lah pemain baru." Ungkap Donald.


Donald menatap kedua matanya. "Dan Isabella ingat! satu-satunya hal yang perlu diketahui Kepolisian adalah bahwa tidak akan ada tuntutan yang diajukan untuk melawan Ellard dan anak buahnya. Kantor ini memiliki peraturan keras bahwa kita tidak diizinkan memberi komentar pada proses pengambilan keputusan internal."


Saat Isabella masih belum mengatakan apa-apa, Donald memiringkan kepalanya. "Aku membutuhkanmu sebagai seorang pemain tim dalam hal ini, Isabella. Apa kau mengerti?" tegas nya di akhir perkataan nya.

__ADS_1


“ya! Aku sangat mengerti.” Jawab Isabella .


Isabella menarik nafas dalam dan panjang. Tentu saja ia mengerti. Donald sedang berencana untuk mengambinghitamkannya, membiarkannya menerima akibat dari keputusan pria itu untuk mundur dari Ellard. Tapi memang seperti ini lah permainan dimainkan. Donald adalah bos nya, tidak perlu disebutkan bahwa pria itu adalah orang yang sangat penting dan berhubungan baik dengan komunitas hukum Milan. Yang artinya, hanya ada satu hal yang bisa dikatakannya. "Anggap saja semuanya sudah beres.


__ADS_2