Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning

Wanita Ranjang Sang Capt: The Beginning
#7


__ADS_3

Oke., kalau begitu kita lanjutkan. Hm, Jaksa Isabella sepengetahuan ku kau memiliki rumah di kota Milan ini bukan?" Sky mengajukan pertanyaan pertama.


"Harus kah aku jawab pertanyaan konyol itu? Kau sendiri sering ke rumah ku kan capt Sky?" Balas Isabella jutek seperti biasanya.


"Tentu saja harus! Bahkan jika aku datang atau bahkan biasa minum kopi di rumah mu, maka pertanyaan ku tadi tetap harus kau jawab!" Ujar Sky dengan senyuman lebar namun semua gigi nya merapat, geram dengan jawaban yang Isabella berikan.


"Baiklah. Aku memang memiliki rumah di Milan." Jawab Isabella santai. Dalam pikiran nya, tidak ada orang lain di kamar ini yang memiliki rasa kesal melebihi diri nya.


"Jika kau memang memiliki rumah di kota ini, kenapa kau malah menginap di sebuah hotel?" tanya sky dengan tatapan penuh selidik.


Isabella menatap lekat Sky dengan seksama. Andai kan memungkinkan, ingin sekali Isabella mengatakan alasan diri nya yang sebenarnya, that is semua ini karena seorang capt bernama Skyleden Hardata. Tapi tentu saja hal itu tidak mungkin untuk dia ungkap kan. Terlebih lagi pada orang nya langsung.


So, Isabella terpaksa mencari alasan yang lain yang lebih manusiawi.


"Jadi begini capt Sky, genteng rumahku sedang diperbaiki. Jadi karena itu aku terpaksa menginap di hotel." menurut Isabella itu adalah alasan yang paling masuk akal untuk dia berikan pada Sky.

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya Sky penuh penekanan.


"Ya tentu saja." jawab Isabella dengan tegas.


"Tapi aku tidak melihat ada tukang yang memperbaiki genteng rumah mu tadi malam ketika aku datang ke rumah mu." Tembak Sky to the point.


"Kau ke rumah ku? Untuk apa kau ke rumah ku?" Sengit Isabella.


"Tentu saja aku harus ke rumah mu karena kau melemparkan semua dokumen pengajuan ku ke lantai. Lantas kalau bukan ke rumah mu, ke mana lagi semua dokumen itu aku lempar kan !!" Cecar Sky dengan lantang. Kini dia mengakui kalau dia mengenali Isabella.


"Sudah ku duga dia pasti akan ke rumah ku karena dokumen yang aku lempar ke lantai di kantor kemarin. Ada baik nya juga aku tidak tidur di rumah kemarin malam. Cuma sial nya hotel yang aku pilih ini grehot!" Isabella benar- benar merasa tindakan nya ini antara sudah benar dan tidak.


"Ha? Ya? Apa lagi yang ingin kau tanya kan?" Isabella yang sibuk dengan pikiran sampai terkejut saat Sky memanggil nya.


"Aku tadi mengatakan pada mu kalau aku tidak melihat ada tukang yang bekerja di rumah mu kemarin malam. Jadi aku pikir kau sedang mengada- ada." State Sky yang selalu tidak pakai basa basi.

__ADS_1


"Capt Sky! Memang nya ada tukang yang bekerja di malam hari yang gelap gulita seperti itu. Orang- orang pasti akan bekerja di siang hari saat matahari menyapa dengan indah nya. Lagian tadi aku mengatakan pada mu genteng ku rusak dan akan di perbaiki." Kilah Isabella.


"Tidak! Tadi kau mengatakan pada ku genteng rumah mu sedang diperbaiki. BUKAN AKAN DI PERBAIKI." Tegas Sky.


"Kau pasti salah dengar." Isabella terus saja berkilah.


"Listen to me, capt! Genteng rumah ku tidak mungkin sedang di perbaiki soal nya aku sedang berusaha mencari seseorang untuk memperbaiki kamar mandi ku sekalian.  Aku sedikit tidak suka dengan warna marmar nya jadi nya aku ingin mengganti nya sekalian. So, dengan dua masalah yang ada di rumah ku, rasa nya akan buang- buang waktu jika aku memanggil tukang dengan dua waktu yang berbeda. Akan lebih hemat waktu jika aku memanggil satu tukang untuk mengerjakan dua hal itu sekaligus." Ujar Isabella.


"Aku rasa aku perlu mendatangi langsung rumah mu dan mengecek kebenaran mengenai hal itu." Ujar Sky sambil menutup buku catatan nya.


"Are you kidding me, capt Sky?" Sengit Isabella.


"Sejak kapan rumah saksi perlu di periksa? Dan ya! Aku bahkan belum di tetap sebagai saksi dalam kasus pembunuhan ini." Tegas nya sangat jelas menolak kedatangan Sky ke rumah nya.


"Jelas- jelas karena ingin menghindari nya maka nya aku terserempet kasus ini! Eh bisa- bisa nya dia menggunakan kasus ini untuk bisa masuk ke dalam rumah ku! No way! No way!" Teriak Isabella dalam kepala nya.

__ADS_1


"Aku tentu saja harus memeriksa keadaan rumah mu. Jika memang semua yang kau katakan benar maka itu arti nya rumah mu memerlukan perbaikan dalam waktu dekat, bukan?" Sky terus mendesak untuk bisa datang.


Isabella memiringkan kepalanya. "Apa kau sedang berusaha untuk dapat datang ke rumah ku, capt Sky? As I knoe, Memperbaiki rumah bukan lah job description dari seorang kapten. Apa jangan- jangan itu semua adalah kerjaan sampingan mu maka nya kau sering asal mengerjakan tugas pokok mu?" Isabella mencari celah untuk mencecar pekerjaan Sky yang dia tidak sukai cara nya.


__ADS_2