
"Kapten...bicaranya...nanti..sa..aja.." Kata Bob dengan dengan nada yang terputus-putus. "Tenanglah, sekarang katakan apa yang ingin kau katakan ?." Sambung kapten Ludwig.
"Baiklah, intinya kapal kita saat ini telah diserang oleh Golden Shark." Jawab Bob. "Apa !!!." Kaget Kapten Ludwig beserta seluruh pasukannya.
"Sialan benar dengan si ban*sat Hugo. Bagaimana dengan para tawanan dan seluruh harta kita ?." Tanya Kapten Ludwig.
"Aku menyuruh Spider memimpin pasukanku sambil menjaga seluruh tawanan dan harta milik Black Dolphin." Jawab Bob.
"Mengapa kau meninggalkan mereka ?." Tanya Kapten Ludwig. "Aku pikir tidak ada masalah yang sangat buruk akan menimpa mereka jika hanya kutinggalkan selama 15 menit." Jawab Bob.
"Baiklah, basa-basinya nanti saja, sekarang semuanya lupakan suku cadang, kita kembali ke Black Dolphin !." Perintah Kapten Ludwig kepada seluruh pasukan A dan Bob.
"Tapi, dengan kekuatan kita saat ini. Apakah kau yakin, Kapten ingin kembali ?." Tanya Bob. "Jadi, maksudmu datang kemari adalah karena ingin menyelamatkan diri dari Golden Shark dengan memanfaatkan pengorbanan Spider dan pasukanmu ?." Tanya Kapten Ludwig.
"Tentu saja tidak, Kapten. Aku datang kemari demi keselamatanmu dan seluruh anggota Pasukan A Black Dolphin, itulah yang berada di benakku saat aku kemari." Jawab Bob.
"Kalau begitu aku putuskan untuk kembali. Lagipula sebenarnya kita sudah menang dalam pertempuran ini sejak awal. Kau lengah, Bob. Padahal 1/3 pasukan Golden Shark berada di tangan kita. Kau hanya perlu menyandera mereka." Kata Kapten Ludwig.
"Maaf, Kapten. Aku terlalu panik saat itu." Jawab Bob. Mereka pun dengan cepat berlari kembali ke kapal mereka.
"Danielo, Amelia. Kalian berdua tetap di kapal. Danielo gunakan kelima meriam, bunuh semua pasukan Black Dolphin yang kau lihat !!!." Perintah Kapten Hugo sambil mengeluarkan senapan mesin satu-satunya kapal mereka dan menembakkannya ke arah seluruh pasukan Black Dolphin yang dilihatnya.
"Ini aneh, mengapa pasukan Black Dolphin hanya sesedikit ini. Padahal mereka merupakan bajak laut dengan jumlah pasukan terbanyak di Kawasan Wonder." Kata Amelia.
"Masa bodoh dengan hal itu, yang penting kita harus dapatkan Grace, Blankie, Shied 2 dan Shield 3 kembali beserta seluruh harta milik Black Dolphin." Kata Danielo.
"Ricky, Wilberto, Melly, Shield 1, dan Shield 4. Tugas kalian adalah menjemput Grace, Blankie, Shield 2, dan Shield 3, serta harta milik Black Dolphin. Sedangkan aku dan Danielo akan terus melancarkan tembakan perlindungan kepada kalian !. Amelia bersiaplah di geladak untuk memberikan pertolongan pertama kepada pasukan kita jika misalnya ada yang terluka !!!." Perintah Kapten Hugo.
"Baik, Kapten !!!." Jawab seluruh pasukan Golden Shark yang tersisa di kapal mereka dengan serentak.
Asap mesiu dari meriam-meriam Golden Shark pun mulai menyelimuti langit dari pesisir pantai tersebut. "Hahaha...haha." Tawa Danielo sambil melepaskan tembakan dari meriam-meriam Golden Shark ke arah seluruh pasukan Black Dolphin yang dilihatnya.
__ADS_1
Setibanya W.W. Ship di Pantai Timur Liberly Island. "Frank, Frediksen, dan Michaela kalian tetap di kapal, sisanya ikut aku untuk berbelanja di Pusat Perdagangan Liberly Island !." Perintah Kapten Albert.
"Kalian gegabah. Lihatlah apa yang kami punya !!!." Kata Spider sambil menodongkan senjatanya kepada Grace.
Sekejap Kapten Hugo dan Danielo menghentikan tembakan mereka. "Hahahah........ Benar, patuhlah kepadaku atau nyawa gadis ini akan melayang. Sekarang kalian semua kemari. Berlutut di hadapanku !." Perintah Spider.
"Heheheh........" Tawa Kapten Hugo. "Apa yang kau tertawakan bren*sek ?." Tanya Spider. "Kau kira kami akan menurutmu kepadamu ?." Tanya Kapten Hugo.
"Tentu saja, atau tidak kalian akan kehilangan 1/3 dari jumlah pasukan kalian." Jawab Spider.
"Hahahah..... Betapa lucunya pemikiranmu. Aku tidak peduli dengan itu, yang aku pedulikan adalah kenyamanan menjadi bajak laut terkaya di kawasan ini dengan mengambil harta kalian. Jadi cicipi lah peluruku, Hahahah......" Jawab Kapten Hugo sambil menghujani Pasukan B Black Dolphin dengan senapan mesinnya.
Pasukan B Black Dolphin pun jatuh per satu di hadapan Spider. "Sial, orang ini sudah gila. Kalau begini terpaksa, aku harus membiarkan mereka mendapatkan kembali pasukannya. Sedangkan aku harus menjalankan tugas utamaku, yaitu mengamankan harta Black Dolphin." Kata Spider dalam benaknya.
Spider pun dengan cepat segera meninggalkan Grace, Blankie, Shield 2, dan Shield 3 yang sedang berlutut di dek Black Dolphin dengan tangan dan badan yang sedang terikat.
"Ricky, Wilberto, Shield 1. Ikuti orang itu, dia adalah Pasukan Khusus Black Dolphin yang bertugas mengamankan harta kapal mereka !!!." Perintah Kapten Hugo.
"Kau sudah tidak dapat kemana-mana lagi, bren*sek." Kata Ricky. Spider pun dengan cepat langsung membalikkan badannya lalu memukul Ricky yang menghalangi pintu keluar ruangan tersebut dengan cepat.
Setelah Ricky berhasil dilumpuhkan, Spider hendak ingin melakukan hal yang sama kepada WIlberto, namun sebelum ia melakukan hal tersebut, tiba-tiba terdengar suara tembakan.
Tembakan tersebut ternyata berasal dari Melly, dan tembakan tersebut berhasil mengenai dada bagian kanan Spider.
Akibatnya Spider pun jatuh tergeletak. "Heheheh..... Hei kam*ret, berani-beraninya kau menyentuhku." Kata Ricky sambil menginjak kepala Spider.
"Yang penting kita berhasil menyelamatkan Grace, Blankie, Shield 2, dan Shield 3, serta berhasil mendapatkan harta milik Black Dolphin." Kata Shield 1 sambil berjalan mendekati kotak harta milik Black Dolphin.
Namun, tiba-tiba Spider bangkit lalu melarikan diri dari kapal tersebut. Ricky pun hendak mengejar Spider. "Biarkan saja, Ricky. Yang penting kita berhasil menyelesaikan tugas-tugas kita, tidak perlu memperumit masalah." Kata Melly.
"Ah sial. Baiklah lagipula ia tidak akan bertahan lama dengan kondisinya itu." Jawab Ricky.
__ADS_1
"Danielo, siapkan kelima meriam kita. Kita akan melancarkan tembakan beruntun kepada Black Dolphin !." Perintah Kapten Hugo.
"Tapi untuk apa kita membuang amunisi kita hanya untuk membuat kapal mereka hancur berkeping-keping ?." Tanya Danielo.
"Tentu saja bukan. Karena itu menyenangkan Hahahah......." Jawab Kapten Hugo. "Heheh..... Baiklah, Kapten." Kata Danielo.
Saat itu, hanya tersisa 1 anggota Pasukan B Black Dolphin yang tersisa. Pasukan tersebut melancarkan tembakan terakhirnya ke arah gerombolan pasukan Golden Shark yang sedang berjalan kembali ke kapal mereka, dan tembakan tersebut berhasil mengenai punggung Melly.
Pasukan tersebut kemudian langsung dibunuh oleh Ricky, setelah menyadari kalau Melly ditembak olehnya.
"3.....2.....1, tembak !!!." Perintah Kapten Hugo. Danielo pun melancarkan tembakan beruntun dari kelima meriam Golden Shark ke arah Black Dolphin.
Black Dolphin pun hancur berkeping-keping. "Kapten, Melly terkena tembakan !!!." Kata
Shield 4. "Owh sial, semuanya cepat naik ke kapal. Wilberto dan Blankie. Kalian berdua angkat Melly ke ruang medis dan Amelia waktunya bekerja !." Perintah Kapten Hugo.
Beberapa menit kemudian seluruh pasukan Golden Shark bersorak atas kemenangan mereka "Woo....hoo." Sorak seluruh pasukan Golden Shark.
"Kapten mengapa wajahmu muram, apakah kau tidak senang dengan kemenangan yang kita dapat ?." Tanya Danielo.
"Memang sih kita menang, tapi apa yang kita dapat dalam pertempuran ini, tidak dapat memulihkan reputasi kita yang sudah hancur akibat si ban*sat W.W. Ship. Sialan,apalagi mengingat wajah-wajah mereka yang polos berhasil memberontak dari kita, benar-benar menjengkelkan." Jawab Kapten Hugo.
"Itu benar sih. Tapi setidaknya kita berhasil menghancurkan kekuatan Black Dolphin sebagai kapal terkuat di Kawasan Wonder setelah kita." Kata Danielo.
"Apakah kau pikir kerugian kita setimpal dengan reputasi yang telah kita bangun selama ini ?." Tanya Kapten Hugo.
"Aku tahu, tapi ayo nikmatilah keberhasilanmu dengan meminum secangkir anggur ini." Kata Danielo sambil meminum anggur miliknya.
''Oh iya, berbicara soal Black Dolphin. Apakah di antara kalian ada yang melihat Ludwig ?." Tanya Kapten Hugo.
"Tidak, Kapten. Oh iya aku baru menyadarinya, tadi jumlah pasukan Black Dolphin sangat sedikit. Awalnya aku kira mereka berada di dalam kapal, tapi ternyata tidak. Bahkan Bob, pemimpin pasukan mereka tidak terlihat." Jawab Ricky.
__ADS_1