War Of Pirates

War Of Pirates
Bab 25-Perjalanan Menuju Puncak Gunung Kledge (Bagian 2)


__ADS_3

"Sepertinya besok, kau tidak perlu berperilaku seperti ini lagi kepada mereka berdua, Kapten." Kata Zack. "Ya, tapi itu tergantung dengan situasinya." Jawab Kapten Albert.


"Dan sepertinya berdasarkan penelitianmu, berarti sementara ini pedagang itu telah terbukti tidak berbohong." Kata Zack.


"Ya, namun kita tidak boleh 100% percaya dengan seluruh omongannya, karena bisa saja ini merupakan pancingan agar kita menjadi percaya sepenuhnya dengan seluruh omongannya dan jika hal tersebut terjadi, maka kita dapat diperdaya dengan sangat mudah olehnya." Jawab Kapten Albert.


Keesokan paginya, tepat jam 5 pagi, Kapten Albert dan seluruh pasukan yang dipilihnya untuk mencari informasi di Liberly Island serta pedagang yang ditangkap Kapten Albert sudah siap untuk berangkat menuju Gedung Pusat Informasi Liberly Island.


"Bagaimana keadaan pria itu ?." Tanya Kapten Albert sambil memasang sepatunya. "Keadaannya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, walaupun masih harus mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut karena walaupun peluru dari tembakanmu berhasil kukeluarkan dari kakinya. Tembakanmu kemarin berhasil menancap di tulang keringnya sehingga membuat tulang keringnya retak. Oh iya ngomong-ngomong jika kau ingin menemuinya saat ini, maka sayang sekali karena dia sedang tidur." Jawab Wilson.


"Kalau begitu, semuanya. Kunci seluruh ruangan di penginapan ini, siapkan makanan di kamar pria itu. Setelah itu kita bawa kunci utama penginapan ini. Satu lagi, Wilson, tolong letakkan kelima koin emas ini di samping pria itu !." Perintah Kapten Albert.


"Tapi untuk apa kalian melakukan hal itu ?." Tanya pedagang tersebut. "Tentu saja, karena saat ini mungkin anak buah dari Christopher Maximus bisa saja telah mengetahui kalau pria itu telah memberitahu kepada kita mengenai informasi yang tidak seharusnya ia berikan kepada kita. Setidaknya dengan kita melakukan hal ini, pria tersebut dapat memiliki beberapa waktu untuk melarikan diri melalui jendela kamarnya." Kata Zack.


"Bukan itu. Maksudku adalah mengapa kalian membantu pria itu, aku kira kalian ingin membunuhnya ?." Tanya pedagang tersebut.


"Dapat dikatakan sebagai tanda terima kasih, lagipula tidak ada untungnya aku membunuh pria itu dan aku bukan orang bren*sek seperti kalian." Jawab Kapten Albert.


Setelah itu, Kapten Albert dan seluruh pasukan yang dipilihnya untuk mencari informasi di Liberly Island serta pedagang yang ditangkap Kapten Albert langsung berangkat menuju Gedung Pusat Informasi Liberly Island.


"Kapten, apakah kau tidak merasa ada yang aneh ?." Tanya Zack. "Ya, jalan ini terasa terlalu sepi, walaupun kita kepagian berangkatnya, namun seharusnya ada satu atau dua orang yang menyusuri jalan ini selain kita, namun saat ini hanya kita satu-satunya orang yang menyusuri jalan ini. Padahal ini satu-satunya jalan menuju Gedung Pusat Informasi Liberly Island." Jawab Kapten Albert.

__ADS_1


"Apakah kita tidak salah jalan ?." Tanya Zuma. Seketika, Kapten Albert berhenti berjalan. "Ada apa, Kapten ?." Tanya Rowan.


"Hei, bisakah kau jelaskan apa yang terjadi di sini ?!?." Tanya Kapten Albert kepada pedagang yang ditahannya.


"Apa maksudmu ?." Tanya pedagang itu. "Jangan pura-pura bodoh. Mengapa hanya kita yang melewati jalan ini ?!?. Padahal ini satu-satunya jalan menuju Gedung Pusat Informasi Liberly Island." Tanya Kapten Albert.


"Tenang dulu. Itu karena belakangan ini terdapat sangat banyak kasus pembunuhan dan pencurian di area ini yang menyebabkan merosotnya minat orang-orang untuk membeli informasi dari Foerix di puncak gunung ini, dan tolong pelankan suaramu." Jawab pedagang tersebut dengan pelan.


"Ya, itu tidak aneh sih, kalau daerah beginian menjadi sasaran pembunuhan, perampokan, dan lain-lain. Soalnya orang-orang yang melintas di jalan ini pasti membawa uang atau harta yang berlimpah untuk membeli informasi dari Foerix. Apalagi jalan ini tertutup dengan pohon-pohon dari hutan yang mengelilinginya, membuat penerangan di jalan ini menjadi tidak terlalu bagus. Hal tersebut membuat tempat ini menjadi target kejahatan yang sempurna." Kata Zack.


"Tapi, apa maksudmu dengan belakangan ini ?. Apakah sebelumnya tingkat kriminal di daerah ini tidak setinggi sekarang ?." Tanya Kapten Albert.


"Ya, apakah ada hubungannya dengan Dokumen Hitam Inggris ?." Tanya Zuma. "Setelah Inggris menarik diri dari perang pada 7 Februari 1849, 3 hari kemudian Kawasan Zolda menyerah kepada Kawasan Wonder akibat tidak dapat membiayai lagi kebutuhan perang mereka." Jawab pedagang itu.


"Bukankah itu sudah lewat puluhan tahun yang lalu ?. Jadi apa hubungannya dengan tingkat kriminal yang tinggi di jalan setapak ini sekarang ?." Tanya Rowan.


"Yang berkaitan dengan tingkat kriminal yang tinggi di jalan setapak ini adalah akibat dari peristiwa tersebut. Setelah perang yang berkecamuk selama beberapa tahun itu usai, baik pihak yang kalah maupun yang menang harus mencicipi kerugian yang amat besar, baik dari sumber daya manusia, harta benda, maupun kekuatan dari Bajak Laut Pasifik yang mengalami kelumpuhan. Akibat kekalahan dari Kawasan Zolda, kawasan mereka pun jatuh ke tangan Kawasan Wonder seutuhnya, dan akibat dari peristiwa tersebut, seluruh kawasan bajak laut yang bersekutu dengan Kawasan Zolda juga jatuh ke tangan Kawasan Wonder, hal ini membuat Kawasan Wonder harus memimpin seluruh Bajak Laut Pasifik. Hal tersebut awalnya menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi pihak Kawasan Wonder dan sekutunya, yaitu seluruh Kawasan Bajak Laut yang berada di Pasifik Barat, namun pada tanggal 1 Maret 1849, Inggris kembali menyerang, kali ini bahkan dengan membawa sekutu-sekutu Eropa-nya. Hal tersebut membuat Bajak Laut Pasifik yang belum pulih dari perang besar sebelumnya terpaksa harus berperang kembali. Bajak Laut Pasifik menyerah ke pihak Inggris dan sekutunya tepat 1 bulan kemudian, yaitu 1 April 1849. Hal tersebut membuat Bajak Laut Pasifik harus kehilangan sangat banyak kawasannya...." Jawab pedagang tersebut.


"Tunggu dulu, mengapa pihak Inggris dan sekutunya tidak membasmi Bajak Laut Pasifik hingga ke akar-akarnya ?." Tanya Wilson.


"Hmm.... Mungkin pihak Inggris dan sekutunya menginginkan kemenangan dengan kerugian sekecil-kecilnya." Jawab Zack.

__ADS_1


"Tapi, bukankah yang lebih menguntungkan dengan langsung membasmi hingga ke akar-akarnya ?." Tanya Zuma.


"Yang membuat cara seperti ini lebih menguntungkan dari cara membasmi hingga ke akar-akarnya yang kau katakan adalah karena dengan cara menyerang secara satu per satu wilayah Bajak Laut Pasifik dapat menekan mental mereka yang ingin bergabung menjadi Bajak Laut Pasifik, hal tersebut sama saja dengan menghancurkan minat mereka yang ingin bergabung dengan Bajak Laut Pasifik dan menghancurkan mental seluruh anggota Bajak Laut Pasifik sehingga membuat semangat tempur mereka menurun......" Jawab Zack.


"Apalagi kalau tidak salah 20 tahun yang lalu Inggris mulai memberikan keringanan kepada seluruh imigran yang merupakan narapidana dan bekas narapidana dari seluruh dunia untuk masuk ke negaranya hingga saat ini. Ini mungkin dapat membuat banyak anggota Bajak Laut Pasifik keluar dan bergabung ke pihak Inggris." Sambung Wilson.


"Ya, namun aku masih bingung. Apa hubungannya dengan naiknya tingkat kriminalitas di jalan ini. Bukankah menurunnya populasi sama dengan naiknya kesejahteraan karena semakin menurunnya persaingan ?." Tanya Zack.


"Ya, yang kau katakan semuanya sudah tepat. Namun ada yang kau lewatkan. Setelah Perang Pasifik 2 yang berlangsung sejak 1 Maret 1849 hingga 1 April 1849 usai, para pemimpin Bajak Laut Pasifik berunding dan berdebat mengenai kekuatan pertahanan mereka yang sudah sangat melemah sebagai akibat dari perang-perang besar sebelumnya. Untuk itu seluruh Bajak Laut Pasifik setuju untuk mengambil seluruh sumber daya manusia dari setiap kapal yang melintas di Pasifik......." Jawab pedagang tersebut.


"Kapten, sebaiknya kita jalan sambil bercerita saja. Kalau tidak bisa-bisa kita kelamaan di sini." Potong Rowan.


Mereka berenam pun kembali berjalan sambil berbincang-bincang. "Setelah itu apa yang terjadi ?." Tanya Kapten Albert.


"Baiklah, aku lanjut. Hal tersebut membuat dunia internasional khususnya Eropa menjadi sangat panik dengan banyaknya jumlah rakyat mereka yang diperbudak oleh Bajak Laut Pasifik. Hal tersebut membuat ancaman Perang Pasifik 3 tidak dapat dihindari lagi. Perang itu pecah pada tanggal 26 Oktober 1852 dan berakhir pada tanggal 15 Agustus 1860....." Jawab pedagang tersebut.


"Wow, sungguh perang yang panjang. Sepertinya Bajak Laut Pasifik itu adalah kelompok yang besar, ya ?. Perang selama itu seharusnya sudah dapat membuat musnah puluhan ribu sampai ratusan ribu orang." Sambung Rowan.


"Ya, perang tersebut secara resmi dimenangkan oleh Bajak Laut Pasifik, namun jika secara fisik, Bajak Laut Pasifik kalah telak dengan jumlah korban yang sangat banyak. Namun sekitar 45% dari total korban dari pihak Bajak Laut Pasifik adalah budak mereka. Dengan berakhirnya perang besar tersebut pihak Bajak Laut Pasifik berunding dengan pihak Inggris dan sekutunya untuk meminta mereka menandatangani perjanjian gencatan senjata hingga tahun 1900....." Kata pedagang tersebut.


"Tunggu dulu. Mengapa Bajak Laut Pasifik mengambil tindakan tersebut ?." Tanya Zuma.

__ADS_1


__ADS_2