War Of Pirates

War Of Pirates
Bab 24-Perjalanan Menuju Puncak Gunung Kledge (Bagian 1)


__ADS_3

Setelah memesan kamar di penginapan tersebut. "Aku dan Zack di kamar yang ini. Rowan, Wilson, Zuma. Kalian di kamar itu dengan pedagang ini !. Usahakan kalian bertiga saling bergantian mengawasi pedagang ini dan  jangan sampai lengah !. Oh iya satu lagi, untuk memastikan bed*bah ini, kalau perlu perlu ikat tangannya di tempat tidur !." Perintah Kapten Albert sambil menunjuk kamar-kamar yang telah dipesan Zuma.


"Baik, Kapten !!!." Jawab Rowan, Wilson, dan Zuma dengan serentak. "Zack, ikut aku !." Perintah Kapten Albert sambil berbisik kepada Zack.


"Baik, Kapten." Jawab Zack. Zack pun berjalan mengikuti Kapten Albert menuju bar milik penginapan tersebut.


"Kapten, Zack. Kalian mau ke mana ?." Tanya Zuma. "Kami hanya ingin berbincang-bincang dengan pemilik penginapan ini. Kalian duluan saja ke kamar kalian." Jawab Kapten Albert.


"Baiklah." Jawab Zuma sambil kembali berjalan menuju kamar yang sudah dipesannya di penginapan tersebut.


"Kapten, biar aku tebak. Kau ingin memastikan informasi yang diberikan pedagang itu benar atau tidak kan ?, dan jawabanmu tadi kepada Zuma bertujuan untuk memaksa pedagang itu untuk berkata jujur jika misalnya ia berbohong bukan ?." Tanya Zack..


"Ya, benar sekali. Seperti biasanya kau cepat tanggap, Zack." Jawab Kapten Albert sambil berjalan bersama Zack di koridor penginapan menuju bar yang ada di penginapan tersebut.


"Hei, apakah kau pemilik penginapan ini ?." Tanya Kapten Albert kepada seorang pria besar yang brewokan dan berkumis tebal yang sedang mencuci gelas-gelas yang ada di bar itu.


Pria tersebut pun berhenti mencuci gelas-gelas tersebut lalu mengeringkan tangannya dengan handuknya.


"Ya, ada yang bisa kubantu ?." Tanya pria tersebut dengan nada datar. "Wow.... Santai saja, kau tidak perlu meninggalkan pekerjaanmu. Kami hanya ingin berbincang-bincang santai denganmu sebagai seorang pelanggan." Jawab Kapten Albert.


Pria tersebut pun kembali mencuci cuciannya "Jadi, apa yang ingin kalian perbincangkan denganku ?." Tanya pria tersebut sambil mencuci cuciannya.


"Apakah benar kalau terdapat sebuah gedung di mana kami bisa membeli informasi dari Foerix di dalam hutan yang berada di kaki gunung ini ?." Tanya Zack.


Sekejap situasi di bar tersebut menjadi hening sejenak setelah Zack menanyakan hal tersebut.


"Hahahaha....... Sudah kuduga hal ini bakal terjadi. Tentu saja kami tidak memintanya dengan gratis. Sepertinya kau membutuhkan ini dan sepertinya penginapan ini tidak lama lagi akan bangkrut, sekarang saja hanya kami pelanggan di sini." Kata Kapten Albert sambil meletakkan 5 koin emas milik Arthur Smith yang masing-masing memiliki bobot 10 gram.


Namun pria besar itu tidak merespon.


2 menit kemudian. "Masih tidak ingin menjawab, ya ?. Apa boleh buat, kau memaksaku menggunakan cara ini, sobat." Kata Kapten Albert sambil menodongkan pistolnya ke arah pria tersebut.


"Silakan tembak saja aku. Lagipula aku memang tidak tahu apa yang kalian bicarakan." Jawab pria itu.

__ADS_1


Kapten Albert pun langsung menarik pelatuk dari pistolnya. Tembakannya mengenai tulang kering dari kaki kanan pria tersebut.


"Aaarrgghh......!!!" Teriak pria itu dengan kesakitan. "Saat ini kau hanya memiliki 2 pilihan, yaitu mati di tanganku atau mati di tangan bawahan Christopher Maximus." Kata Kapten Albert.


"Kau kira aku takut dengan kata-katamu !!!." Jawab pria itu. Kapten Albert pun sekali lagi menarik pelatuk dari pistolnya. Kali ini tembakan Kapten Albert mengenai betis dari kaki kanan pria itu.


"Aku sarankan kau memilih pilihan yang pertama, karena sebelum kau mati dibunuh bawahan Christopher Maximus, kau dapat merasakan sedikit kekayaan dengan kelima koin emas milik Arthur Smith ini. Kecuali kau ingin mati menyedihkan dengan keadaanmu saat ini." Kata Kapten Albert.


"Bunyi apa itu ?. Rowan, Zuma periksalah apa yang terjadi di luar !." Perintah Wilson. "Bagaimana denganmu ?." Tanya Zuma. "Aku akan mengawasi pedagang ini." Jawab Wilson.


"Kau yakin ?." Tanya Rowan. "Tentu saja, jadi cepatlah periksa apa yang terjadi di luar !." Jawab Wilson.


"Sebaiknya kau terima saja tawaran Kapten Albert." Kata Zack kepada pria itu yang sedang merintih kesakitan.


"Bunuh saja aku, kep*rat !!!." Jawab pria itu kepada Kapten Albert. "Hahahaha...... Apa boleh buat. Akan kunikmati momen ini." Kata Kapten Albert.


"Sudah cukup, Kapten. Tenangkan dirimu, kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin. Bertindak berdasarkan amarah sama saja dengan bertarung sambil dengan mata tertutup." Kata Zack sambil menahan Kapten Albert yang sedang berjalan mendekati pria tersebut.


"Ada apa ini ?!?." Tanya Rowan sambil berlari bersama Zuma menuju bar penginapan itu. "Teman-teman bantu aku menghentikan Kapten Albert, ia lepas kendali lagi." Jawab Zack sambil mencoba menghentikan langkah Kapten Albert.


"Oh, astaga. Kapten, sadarlah !!!." Kata Rowan sambil membantu Zack menghentikan Kapten Albert.


"Hei, kep*rat. Sadarlah, jika kau mati dalam keadaan begini, bagaimana nasib orang-orang yang masih bergantung kepadamu !?!." Kata Zack sambil menahan Kapten Albert kepada pria tua tersebut


Perkataan Zack membuat pikiran pria tersebut berubah. "Baiklah baiklah..... Aku akan menjawab pertanyaan kalian." Jawab pria tersebut.


"Fyuh...... Akhirnya." Kata Zack sambil menghela napasnya. "Gedung yang kalian maksud bernama Gedung Pusat Informasi Liberly Island. Letaknya bukan di hutan yang berada di sekitar kaki gunung ini, melainkan berada di puncak gunung ini. Kalian bisa menggunakan jalan setapak yang berada di depan penginapanku ini untuk pergi menuju gedung itu dan setahuku itu satu-satunya jalan menuju Gedung Pusat Informasi Liberly Island." Kata pria tersebut.


"Apakah hanya ini informasi yang dapat kau berikan ?." Tanya Kapten Albert. "Mohon maaf, tapi hanya ini yang kutahu." Jawab pria tersebut.


Setelah mendengar jawaban pria tersebut, Kapten Albert langsung berjalan kembali ke kamarnya. "Zack, kita apakan orang ini ?." Tanya Zuma.


"Carikan aku kunci kamar kosong penginapan ini !." Jawab Zack. Zuma dan Rowan pun dengan cepat mengotak-atik meja kerja pria pemilik penginapan tersebut.

__ADS_1


"Dapat." Kata Rowan sambil mengambil kunci kamar penginapan tersebut yang berada di dalam lemari yang berada di bawah meja kerja milik pria pemilik penginapan tersebut.


"Baiklah Rowan, Zuma. Bantu aku mengangkat orang ini !." Perintah Zack.


Setibanya di dalam kamar kosong penginapan tersebut.


"Rowan, Zuma. Ambilkan aku pisau di dapur penginapan ini, kain bersih, dan seember air bersih !." Perintah Zack.


Setelah mengambil barang-barang yang diminta Zack. Zack membersihkan luka di kaki pria pemilik penginapan tersebut, lalu mencungkil peluru yang tertancap di kaki pria tersebut, setelah itu Zack menutup lukanya dengan kain. Sehabis itu Zack, Rowan, dan Zuma pun kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.


"Kerja bagus, Zack." Kata Kapten Albert.


"Ya, kau juga, Kapten. Sungguh sandiwara yang luar biasa. Kini kita sudah tahu kalau pedagang itu tidak berbohong." Kata Zack.


"Ya, kau benar. Namun tidakkah kau lihat ada sesuatu yang janggal ?." Tanya Kapten Albert. "Apanya, Kapten ?." Tanya Zack.


"Baik pedagang itu ataupun pria pemilik penginapan ini. Mereka awalnya menolak menjawab pertanyaan kita walaupun nyawa mereka taruhannya, namun setelah kita kaitkan dengan keluarga atau orang yang ditinggalkan, mereka langsung menurut." Jawab Kapten Albert.


"Iya juga, Kapten. Tapi ngomong-ngomong, apakah kau serius dengan seluruh perkataanmu hari ini ?." Tanya Zack.


"Perkataanku yang mana ?." Tanya Kapten Albert. "Semua hal gila yang kau ucapkan seharian ini, terutama ancamanmu kepada pedagang itu bahwa kau akan membantai keluarganya." Jawab Zack.


"Tentu saja tidak. Lagipula hampir semua tindakanku pada pedagang itu dan kepada pria pemilik penginapan ini datang secara spontan atau secara tiba-tiba saja dari dalam diriku." Jawab Kapten Albert.


"Tapi seluruh tindakanmu tadi seperti bukan dirimu saja, Kapten." Kata Zack. "Hahahaha..... Iya juga. Hal tersebut juga kulakukan karena aku juga terobsesi dengan kata-kata seorang motivator, yaitu. Jika kau ingin berhadapan dengan iblis, maka kau harus menjadi iblis yang lebih kejam terlebih dahulu." Jawab Kapten Albert.


"Tapi kata-kata itu tidak sepenuhnya benar, Kapten." Kata Zack. "Ya, aku tahu itu." Jawab Kapten Albert.


"Sepertinya besok, kau tidak perlu berperilaku seperti ini lagi kepada mereka berdua, Kapten." Kata Zack. "Ya, tapi itu tergantung dengan situasinya." Jawab Kapten Albert.


"Dan sepertinya berdasarkan penelitianmu, untuk sementara ini, kita dapat mempercayai pedagang itu karena pedagang itu telah terbukti tidak berbohong." Kata Zack.


"Ya, namun kita masih tidak boleh 100% percaya dengan seluruh omongannya, karena bisa saja ini merupakan pancingan agar kita menjadi percaya sepenuhnya dengan seluruh omongannya dan jika hal tersebut terjadi, maka kita dapat diperdaya dengan sangat mudah olehnya." Jawab Kapten Albert.

__ADS_1


__ADS_2